SUNMORGAB + Tanam Mangrove di Beting Pantai Bahagia Muaragembong

Mangrove bukan sekadar tanaman biasa, tetapi berfungsi penyangga habitat. Bikers SUNMORGAB + Taman Mangrove Beting Pantai Bahagia Muaragembong Bekasi
SUNMORGAB + Tanam Mangrove di Beting Pantai Bahagia Muaragembong


Kisah tenggelamnya perkampungan akibat abrasi laut di pesisir Bekasi bukan cerita fiksi, salah satunya berada di Kampung Beting Desa Pantai Bahagia Kecamatan Muaragembong Kabupaten Bekasi Jawa Barat.

Mangrove bukan hanya sekadar tanaman biasa, tetapi berfungsi sebagai tanaman penyangga habitat pesisir termasuk manusianya.

Jika ekosistem mangrove rusak, entah karena pembukaan lahan untuk empang dan tambak atau kerusakan alami, maka abrasi akan terjadi dan menggerus semua kehidupan daerah pesisir, tak ada lagi yang dapat mencegah limpahan air laut. 

Harus dipahami, bahwa lestarinya green belt berupa hutan mangrove sangat penting bagi keberlangsungan hidup manusia dan biota pesisir.

Saya sudah menceritakannya di postingan Pantai Beting, Kritisnya Hutan Payau Muaragembong. Itulah alasan keberadaan mangrove sangat penting bagi kehidupan di daerah pesisir. 

SUNMORGAB + Tanam Mangrove di Beting Pantai Bahagia Muaragembong
 Pemandangan aerial Kampung Beting (Foto: BBC) 

Menanggapi isu di atas,  dalam rangka Anniversary Scout Rider Indonesia (SRI) yang ke-7 bersama Yayasan Bina Bangsa dengan dukungan dari berbagai komunitas melakukan aksi nyata berupa upaya pelestarian ekosistem mangrove dengan aksi penanaman mangrove. 

Aksi penanaman mangrove yang digandengkan dengan kegiatan Sunday Morning Ride Gabungan bertajuk SUNMORGAB To Konservasi Mangrove Muaragembong, Savior The Earth dilaksanakan pada hari Minggu, 20 Februari 2022.

Pokdarwis Aliansi Pemuda Bahagia Tangguh (Alipbata) yang telah berdiri sejak 2013 dan Kebaya (Kelompok Bahagia Berkarya) selaku tuan rumah kegiatan, menyambut baik kedatangan gabungan komunitas Bikers, penggiat literasi, relawan sosial dan gerakan Pramuka ini. 

Abi Basyit selaku perwakilan dari Pokdarwis Alipbata berharap kunjungan dari rekan-rekan dalam aksi SUNMORGAB dapat menjalin silaturahmi dan networking agar kegiatan serupa dapat kembali dilaksanakan di kemudian hari.

"Alhamdulillah, aksi penanaman pohon mangrove ini membuktikan bahwa kesadaran masyarakat untuk melestarikan mangrove di pesisir sudah cukup baik, aksi teman-teman ini juga menjadi penyemangat relawan lokal untuk terus berusaha menjaga kelestarian mangrove di lingkungannya," ucap Abi.

SUNMORGAB + Tanam Mangrove di Beting Pantai Bahagia Muaragembong
 Bang Abi (Pokdarwis ALIPBATA) 

Sementara itu Dwi Haryanto selaku ketua panitia pelaksana SUNMORGAB mengapresiasi semua pihak yang telah membuat acara berjalan lancar.

"Buat semua rekan-rekan bikers, suhu, abang-abang semua, saya mewakili panitia mengucapkan banyak-banyak terima kasih atas support bantuannya, semoga bantuan yang kalian berikan menjadi amal baik buat kita semua," ucap Dwi.

Sebelum aksi penanaman mangrove, kegiatan juga diisi dengan pemberian donasi kepada masyarakat dhuafa dan santunan anak yatim/piatu. 

Sementara beberapa komunitas dan entitas yang ikut dalam acara ini antara lain: Biker's Variant Batujaya (B.V.B), Riders North Bekasi (R.N.B), Bee Comunity (Beecom), Megacubbsuvio Tanggerang, Team Senyap, Single Fighter Pinggiran Bekasi, Tebe Classik Djakarta Barat, TBM Rumah Pelangi Bekasi, Lintas Bikers Nusantara, Scout Riders Indonesia Chapter Kuningan, Motor Onta Indonesia (Montai), Bikers All Variant Muara Gembong, GARCHA dan lain-lain. Saya hadir dalam acara ini selaku perwakilan dari AtmaGo.

SUNMORGAB + Tanam Mangrove di Beting Pantai Bahagia Muaragembong


Segelas kopi terhidang menemani obrolan. Keceriaan para peserta setelah  perjalanan yang cukup jauh melalui jalan yang tidak mulus menyusuri tepian Citarum dan kemudian bermain lumpur menanam mangrove tidak memperlihatkan kelelahan. Siang itu, canda tawa persahabatan meramaikan sekretariat Pokdarwis Alipbata.

"Pokoknya yang gak turun nanem mangrove lemah...'" ucap salah satu peserta yang segera disambut candaan rekan-rekannya.

Saya yang pulang bersama Adit selaku Ketua TBM Rumah Pelangi Bekasi sempat menanyakan pesan dan kesannya. Menurutnya kegiatan penanaman mangrove ini untuk merehabilitasi kawasan pesisir, selain itu sebagai bentuk kepedulian dalam pelestarian lingkungan dan ekosistem kehidupan agar terus lestari hingga sampai generasi selanjutnya,  dari hal kecil tapi berdampak besar untuk kehidupan.

"Meski acara sederhana tapi terselip doa dan harapan yang besar untuk kita semua, canda tawa rekan- rekan bikers salah satu yang menjadi penyemangat kita untuk terus membuat progam-program yang bermanfaat untuk orang lain" tutup Adit.

Saat di lokasi, saya yang sudah berusaha low profile agar tidak menarik perhatian akhirnya gak bisa lolos saat Adit yang diminta menjelaskan tentang TBM Rumah Pelangi Bekasi malah menunjuk saya. 

"Ini pembina kita di Rumah Pelangi," kata Adit sambil menunjuk saya yang sedang menikmati kopi dan suasana pesisir, melihat dari dekat burung kuntul mencari makan di tepian empang belakang sekretariat Pokdarwis Alipbata.

Mengalirlah diskusi-diskusi ringan mengenai ide-ide kolaborasi. Saya lebih banyak mendengarkan sambil mengenang masa di mana ide-ide begitu berani mengisi kepala, hingga akhirnya harus berdiplomasi dengan tanggung jawab dapur dan berbagai urusan kehidupan.

Bukankah idealisme adalah kemewahan terakhir yang hanya dimiliki oleh pemuda?, setidaknya begitulah yang diyakini oleh Tan Malaka. 



Foto: Adit Rungi


Posting Komentar

No Spam, Please.