Mengenal Komunitas Majelis Sholawat NURUL LAIL Sembilangan


Banyak sekali hal-hal yang mengisi kepala saya tapi sampai saat ini sulit untuk dituangkan ke dalam tulisan. Dunia begitu ramai, padat, tapi waktu terlalu singkat. Kesempatan baik ini akan saya gunakan untuk mencatat sedikit tentang keberhasilan Komunitas Majelis Sholawat NURUL LAIL mempertahankan eksistensinya sampai sekarang.

Komunitas pemuda Majelis Sholawat NURUL LAIL atau NL adalah nama yang diambil oleh sebagian warga Sembilangan sebagai sebutan atas mulai terbangunnya kegiatan pengajian rutin di masjid atau mushola-mushola di Kampung Sembilangan. Ini adalah sebuah organisasi yang terbentuk atas inisiatif para pemuda yang memiliki kesamaan minat dalam membangun kegiatan positif di lingkungan tempat tinggalnya. 

Berjuang dari nol hingga berhasil sampai saat ini, tentunya banyak lika-liku yang mereka hadapi. Tidak sedikit masalah, pandangan buruk, dan pro kontra yang terjadi semasa itu. Tapi karena niat yang baik, mereka tetap berjalan sesuai cita-citanya, yaitu menjaga dan mengembangkan tradisi warga Kp. Sembilangan.

NURUL LAIL kini sudah berusia 8 tahun. Terbentuk secara resmi pada tanggal 23 September tahun 2012 setelah sebelumnya didiskusikan dan disepakati untuk pembentukannya pada tanggal 14 September 2012. Akan tetapi NL selalu memperingati miladnya setiap akhir bulan Desember atau malam pergantian tahun. Mengisi malam pergantian tahun dengan acara maulid, dzikir dan santunan yatim/dhuafa. 
Hal itu ternyata juga bertujuan agar malam tahun baru tidak ada pemuda yang keluar kampung untuk hura-hura. 

Dari balik layar, keberhasilan NURUL LAIL sejak berdiri, berkembang hingga masih eksis dan besar seperti sekarang adalah jerih payah orang-orang berjasa yang mengambil keputusan untuk mendirikan NL waktu itu. Ada beberapa tokoh pelopor atas keberhasilan NL saat ini. Muhammad Syarifudin, Ahmad Sahil, Ahmad Zubair, Ahmad Yunus, Rahmat Hidayat dan Ahmad Mukhlis. Awalnya mereka hanya membicarakan soal kekosongan majelis taklim khusus anak muda, apalagi ketika melihat bahwa sudah banyak pengaruh negatif budaya luar yang masuk karena jalan akses jalan kampung yang sudah membaik. 


Sejarah Majelis Sholawat NURUL LAIL Sembilangan Bekasi


Awalnya kegiatan tersebut dari Ikatan Remaja Masjid Al Barkah (IRMALA) di tahun 80an, namun dengan seiring waktu berjalan dan peradaban zaman semakin maju hal-hal kegiatan tradisi budaya semakin kurang digemari oleh kalangan anak-anak muda dengan adanya proteksi pergaulan bebas dan para pendiri tersebut banyak yang sudah mengadukan nasib nya diluar sana atau hijrah mencari pengalaman ke masing-masing daerah.

Seperti di Jabodetabek sekitarnya saat itu, kerana tak terlepas dari pergolakan pro dan kontra yang berada di wilayah sendiri sehingga menjadi keterbatasan perkembangan Kawan kawan IRMALA sebagai mitra kerja dari DKM Masjid Al Barkah Sembilangan di (Zamannya) saat itu hingga tahun 2002 yang sempat vakum (terhenti) kegiatan tersebut kerana keadaan perekonomian, setelah pasca banjir nasional yang melanda Kampung Sembilangan.

Hingga di penghujung tahun 2004 lahirlah sebuah gagasan dan ide membentuk musyawarah dari pemikiran bersama untuk mengembalikan marwah IRMALA merubah menjadi salah satu wadah persatuan di masyarakat bernama Forum Silaturahmi Remaja/i Sembilangan (FORSIRES) tepat pada tanggal 14 Juli 2003, hingga pada tahun 2010 dan sempat vakum selama 2 tahun berjalan, disebabkan para pengurus yang telah berkeluarga serta ada pula yang mengadu nasib di luar daerah hingga jarang bertemu.

Hingga dari berbagai elemen masyarakat tokoh pemuda, orangtua mengundang kembali penggagas dari FORSIRES untuk hadir tepat pada tanggal 14 September 2012, alhasil kala itu hadir sebagai ketua umum kami yakni Ahmad Yunus dan bendahara Rahmat Hidayat. Dengan kesepakatan bersama nama wadah persatuan tersebut disepakati menjadi Nurul Lail (NL), berkolaborasi dengan para tokoh masyarakat dan sepuh agar tradisi budaya yang berada di masyarakat tetap terjaga dilestarikan oleh generasi pemuda Sembilangan.
Semua berawal dari tujuan agar anak muda memiliki taklim atau pengajian dan melestarikan budaya yang ada di Kampung Sembilangan, seperti Hadroh, Marawis, Ketimpring Betawi dan lain-lain. Hal itu dilaksanakan sebagai selingan dari kegiatan rutin pengajian Al-Qur'an, Maulid, Ratib dan masih banyak lagi. Tujuan lainnya juga adalah untuk mencegah generasi muda terjerumus pada pergaulan bebas dan Narkoba.

Banyak yang mendukung berdirinya komunitas ini, karena tujuan berdirinya komunitas ini adalah untuk kebaikan generasi muda. NURUL LAIL sekarang sudah dikenal banyak kalangan. Mereka sering tampil dalam arak-arakan pernikahan dan acara besar lainnya. Mereka juga sudah sering mengikuti berbagai macam lomba Hadroh, Marawis, dan Ketimpring. Keberhasilan mereka membawa pulang piala dan penghargaan saat lomba, di lain sisi juga telah mengharumkan nama kampung Sembilangan, khususnya nama baik generasi mudanya. 
prestasi Majelis Sholawat NURUL LAIL Sembilangan Bekasi
Prestasi Majelis Sholawat NURUL LAIL Sembilangan Bekasi
Beberapa prestasi Majelis Sholawat NURUL LAIL Sembilangan yang sempat dicatat antara lain:
  1. Juara 1 Lomba Marawis Tingkat desa Tarumajaya bekasi 2016
  2. Juara 3 tingkat jabodetabek Hadroh Banjari 2017 di FPMA
  3. Juara 1 Tingkat Umum Hadroh Di Tarumajaya 2018
  4. Juara ll Festival hadroh sholawat nusantara Di tarumajaya 2018
  5. Juara ll lomba hadroh banjari Babelan bekasi 2018
  6. Juara 3 lomba festival hadroh banjari di babelan bekasi 2019
Prestasi itu belum semua tercatat, karena keterbatasan waktu untuk mencatat prestasi Nurul Lail selama 8 tahun ini. Tentu saja keberhasilan itu adalah buah dari perjuangan mereka bersama, yang juga mendapat apresiasi dan partisipasi dari warga. Semua tantangan perlombaan, tanggung jawab meramaikan acara keagamaan, mengiringi para pengantin, mereka laksanakan dengan baik. Mereka juga sering mendapat panggilan show untuk mengisi acara maulid di luar kampung.
Tidak selamanya semua akan baik-baik saja, dan sebaliknya, tidak akan mungkin selamanya semua akan memburuk. Masalah pasti akan ada saja, mereka juga pernah merasakan itu semua. Dinamika komunitas juga pasti ada, dari kritik pedas orang-orang, salah paham antar sesama, kesalahan kecil yang membesar, atau masalah-masalah lain yang lebih buruk. 

Saya rasa, setiap organisasi pasti memiliki sedikit kesulitan, entah dari luar organisasi atau bahkan dari dalam. Tapi masalah-masalah itu tidak bisa dengan mudah meruntuhkan ikatan mereka. Mereka masih tetap berjuang dan belajar sampai saat ini, demi mewujudkan tujuan awal berdirinya NURUL LAIL. 

"Kalian hebat dapat bertahan hingga sekarang, dan apapun yang sedang kalian niatkan dan usahakan, semoga diberi jalan yang mudah, aamiin".

Foto by: Jamiludin

14 Komentar

  1. Serrruuu.. .. Tuhh kayaknya

    BalasHapus
    Balasan
    1. Banget, yuk yuk yuk kenalan sama majelis Nurul Lail Sembilangan :)

      Hapus
  2. Komentar ini telah dihapus oleh pengarang.

    BalasHapus
  3. https://youtu.be/ualmf1hC7Ns

    BalasHapus
    Balasan
    1. Ada yang lain videonya biar sekalian dimasukin ke artikel :)

      Hapus
  4. https://youtu.be/DqEYrU_R8wY

    BalasHapus
  5. https://youtu.be/a9t3Up6kTIw

    BalasHapus
  6. bnyak om. ada film pendeknya juga om.

    BalasHapus
    Balasan
    1. Kreatif, nanti cari youtubenya aja ah, makasih yak :)

      Hapus

Posting Komentar

Lebih baru Lebih lama