-->

Doa Penyemangat Untuk Kakak


Doa Penyemangat Untuk Kakak

Jalan kehidupan memang tidak pernah bisa ditebak, banyak yang hilang dan datang dalam hitungan hari. Masalah singgah kemudian segera jalan keluar datang dalam hitungan detik. Dan semoga saja akan begitu hingga seterusnya. 

Saya kira hanya saya yang mempunyai masalah, menganggap diri yang paling menderita dari yang lain di bumi ini, dan mengakhiri hidup adalah jalan pintas yang sering saya pinta kepada Tuhan. Tapi jawaban dari doa itu berbeda dengan apa yang saya pinta, Tuhan memberikan jalan keluar yang lebih baik. Yaitu dengan mempertemukan saya dengan seseorang yang jiwa dan batinnya sekuat baja. Hatinya begitu lembut, sikapnya begitu manis, tekadnya sangat kuat, dengan bentangan kisah hidup yang lebih malang daripada saya.

Bersikap seolah-olah menjadi manusia yang paling mengenaskan adalah kesalahan terbesar dalam hidup saya, dan itu terbukti ketika saya mulai begitu akrab dengan wanita yang saya sebut sebagai "kakak". Perkenalan singkat kami menjadi awal dimulainya kisah sahut-menyahut untuk saling menguatkan. Dia lemah saya kuatkan, saya lemah maka dia yang akan menguatkan. Memahami bahwa beban hidupnya tidak sedikit, namun kemampuannya untuk bertahan hidup tanpa seorang ibu membuat saya begitu terinspirasi. Padahal, baginya ibu adalah hal terpenting untuk dia. Namun, keadaan tak memihak pada rasa itu, ibunya pergi ketika usianya masih terlalu kecil. Dia bertahan hidup bersama seorang ayah yang sekarang memperkuat tekadnya. Kerapuhannya, kesedihannya, dan ketidakmampuannya dia surutkan di depan ayahnya.

Ketabahannya sampai detik ini membawanya pada rasa sakit yang begitu dalam, saya tahu air matanya sering tumpah, amarahnya sering memuncak, tapi hatinya begitu tegar dia tegaskan. Setiap hari Kesedihan menjadi teman baginya, dia sering bergelut dengan rasa hancur karena merasa hidup dengan kesendirian. Itu terus dia rasakan sampai membuat kantung matanya membengkak. Dia jatuh, dan dia bangkit sendiri. 

Hebat bukan? Sangat hebat. Bahkan karena kami dekat, saya sering menjadikan dia sebagai tempat bercerita dan dia pun sebaliknya. Tidak sedikit yang dia ceritakan, dari yang paling sederhana, dan yang paling mengharukan. Semakin hari kami semakin akrab, bahkan menganggap kedekatan ini sebagai ikatan seorang adik dan kakak. Belum pernah saya menemukan penyesalan karena telah menerima ikatan ini. Saya bersyukur bisa menjadi penguat orang lain, menjadi pendengar keluhan-keluhan yang dia rasakan, di lain sisi, hal ini membuat saya merasa dewasa.



Saya pernah menulis banyak harapan dan doa di dalam sebuah buku dengan halaman yang penuh. Dengan maksud, jika suatu hari pemiliknya lemah dia bisa membaca catatan itu. Di buku itu tercatat jelas bahwa kesedihan tahun-tahun lalu bisa terlewat, bulan lalu, satu minggu yang lalu, satu hari yang lalu, dan satu jam yang lalu, satu menit yang lalu bahkan satu detik yang lalu, pasti memiliki jalan keluar. Saya tulis itu sebagai kado hari ulang tahunnya. Sederhana, tapi saya menulisnya dengan ketulusan. Halaman itu, akan menggambarkan bagaimana kisah hidupnya, dan termasuk rasa bahagia saya karena telah menjadi bagian dari kisah itu.

Dari kejadian ini, saya lebih sering mengucapkan syukur. Berdoa untuk mengakhiri hidup bukan solusi untuk tetap kuat. 


Karena pada dasarnya Tuhan tidak akan pernah memberi ujian di luar kemampuan

Saya percaya hal itu, dan melihat faktanya di kehidupan wanita ini. "Setelah jatuh, maka kita akan tumbuh. Tergantung sekuat apa tekadnya, karena bagi yang kuat, kekalahan bukanlah akhir dari perjuangan". 

Semoga wanita yang ada dalam catatan ini tetap menjadi dirinya sendiri, "Kak, lukamu hari ini adalah luka saya. Melihatmu baik-baik saja sudah menjadi doa saya setiap hari. Air mata yang telah sekarang membuat kakak menyerah adalah kebahagiaan yang untuk mendapatkannya kakak harus kembali bangkit dan menguatkan diri sendiri".

Yang sedang membaca catatan ini, saya harap kalian juga bisa sekuat dia. Jangan lemah untuk terlihat hebat, tapi hebatlah untuk menutupi kelemahan. Saya pernah dilema, kamu, dia dan kita semua pernah jatuh. Namun yang perlu diingat, orang cerdas tahu caranya bangkit dari masalah tanpa sedikit pun menyusahkan orang lain. Ini bukan sikap sok kuat, melainkan sikap dewasa seseorang.

Artikel Lainnya:

Posting Komentar

Berlangganan Via Email