Mengenal Forum Pemuda Peduli Lingkungan (FPPL) Sembilangan

Forum Pemuda Peduli Lingkungan (FPPL) Sembilangan Bekasi
Pengurus Forum Pemuda Peduli Lingkungan (FPPL) Sembilangan
Semilir angin pesisir yang berkejaran di rerimbunan pohon mangrove berhembus menyapa siapa saja dengan sejuk dan menyegarkan. Suara-suara burung kadang terdengar di antara suara mesin perahu yang memecah sunyi. Sepanjang mata memandang, hamparan tambak yang dibatasi pematang, barisan pohon mangrove di tepian sungai dan arak-arakan awan di langit yang luas. Perpaduan pemandangan alam pesisir yang asri itu menghias unik Ekowisata Mangrove Sunge Jingkem Sembilangan.

Terletak di Kp. Sembilangan, RT 001/009, Desa Samudra Jaya Kecamatan Tarumajaya Bekasi, Sunge jingkem yang mengalir di sepanjang Kp. Sembilangan dengan pohon mangrovenya yang lebat kini dipermanis dengan titian jembatan bambu yang dibalut cat warna-warni karya para warga yang memperindah suasana. 

Di ujung titian ada dua jembatan kembar yang digantung menyeberangi kali, menjadi jalan pintas atau lorong menghubungkan dua tepian. Lokasi inilah yang saat ini menjadi salah satu destinasi ekowisata mangrove di pesisir Kabupaten Bekasi Jawa Barat.
Ekowisata Mangrove Sunge Jingkem Sembilangan Bekasi

FPPL (Forum Pemuda Peduli Lingkungan) Sembilangan


Ekowisata Mangrove Sunge Jingkem Sembilangan dikelola oleh FPPL (Forum Pemuda Peduli Lingkungan) Sembilangan Bekasi. FPPL terlahir pada tanggal 22 Maret tahun 2018. Organisasi pemuda yang berbentuk forum ini dibentuk atas dasar keinginan atau harapan warga demi mewujudkan lingkungan Kampung Sembilangan yang lestari dan terawat. 

Pengurus FPPL antara lain; Ahmad Sahil sebagai ketua, Heriansyah sebagai wakil ketua (sekjen), Amarullah M sebagai Sekretaris, Saeful Amal sebagai bendahara, dan tercatat sekitar 30 pemuda lainnya selaku anggota aktif. 

Mereka semua sepakat membentuk sebuah organisasi kepemudaan yang fokus di bidang lingkungan khususnya lingkungan Kampung Sembilangan dan sekitarnya. Misi mereka utamanya untuk aktif merawat kali-kali dan sungai yang ada di Kp. Sembilangan. Tetapi selain menjaga kebersihan kali, mereka juga giat menggali sejarah agar generasi yang sekarang dan yang akan datang mengetahui sejarah kampung dan melestarikan kearifan lokal yang sudah ada sejak dulu.
Ekowisata Mangrove Sunge Jingkem Sembilangan Bekasi
Sunge Jingkem Sembilangan / Foto: RadarNonstop.co
Heriansyah selaku sekjen FPPL bahwa ide pembentukan FPPL adalah kemauan pemuda Sembilangan sendiri untuk menjaga dan mengelola lingkungan kampung agar tetap lestari dan berkelanjutan.

"Semua berawal dari obrolan panjang ketika sedang asyik ngopi dan ngobrol ngalor-ngidul membahasa banyak masalah bersama teman-teman, sampai terinspirasi membuat kelompok pemuda yang peduli lingkungan dan lain-lain", ungkap Heriansyah yang akrab disapa Bang Mandor.

FPPL mencoba masuk ke semua lini, tidak hanya fokus pada lingkungan saja, tapi semua hal yang bersifat baik untuk organisasi, pemuda dan terlebih untuk masyarakat. Sampai saat ini FPPL telah melakukan banyak kegiatan guna merealisasikan aspirasi anggotanya dan masyarakat. 
Rumah Pembibitan Mangrove Sunge Jingkem Sembilangan Bekasi
Rumah Pembibitan Mangrove Sunge Jingkem Sembilangan Bekasi
Di bidang lingkungan, bersama PJB UP Muara Tawar, FPPL telah berhasil mengembangkan Ekowisata Mangrove Sunge Jingkem dengan konsep wisata alam dan edukasi tentang pengenalan mangrove serta budidayanya di Rumah Pembibitan Mangrove. Di bidang kerohanian, FPPL telah bersinergi dengan mengembangkan Majelis Sholawat NURUL LAIL (NL). Di bidang seni dan budaya, telah berhasil melestarikan budaya musik dan kesenian Ketimpring Betawi sebagai warisan generasi sebelumnya. Di bidang olahraga juga ada PB ABABIL yang aktif dalam cabang olahraga bulu tangkis, sepak bola dan lain-lain.
Sayangi diri, lingkungan, dan masa depan kita
Dengan slogan "Sayangi diri, lingkungan, dan masa depan kita" FPPL berharap semoga ke depannya putra-putri daerah selalu memanfaatkan peluang untuk mengembangkan potensinya, peduli dan aktif menjaga lingkungan serta menjunjung tinggi nilai seni budaya yang telah diwariskan leluhur atau generasi sebelumnya. 

"Intinya semua orang memiliki potensi baik, jika diiringi niat dan usaha serta kerja keras, maka apapun yang ingin dicapai akan dia dapatkan. FPPL mencoba membuka peluang-peluang yang ada untuk generasi muda mengembangkan potensi baiknya itu," terang Bang Heriansyah yang percaya bahwa semua generasi muda ingin diberi kesempatan dan kepercayaan untuk ikut membangun kampungnya.

"Kalo bukan kita siapa lagi? Kalau bukan sekarang kapan lagi?. 
Mari ulurkan tangan dan mari berbuat sesuatu yang bermanfaat bagi orang-orang di sekitar kita. Kita semua ingin lingkungan yang sehat, hidup yang damai, jiwa yang tentram, itu semua kita usahakan bersama." tutup Bang Heri memberi semangat kepada saya dan generasi muda Sembilangan umumnya. 

Nah demikian sedikit perkenalan kita dengan Forum Pemuda Peduli Lingkungan (FPPL) Sembilangan. Jika teman-teman sempat berkunjung ke Ekowisata Mangrove Sunge Jingkem, jangan ragu bertanya kepada pengurusnya, maka teman-teman akan lebih jauh lagi mengenal FPPL dan kegiatan-kegiatannya :)

Baca Juga

Klik untuk komentar