#14 catatan saat berbuka puasa

#14 catatan saat berbuka puasa
Pertama-tama saya jelaskan bahwa saya sama sekali bukan ustadz, kawan-kawan dekat pun tahu bahwa masih banyak sholat wajib saya yang bolong-bolong. Hal yang mendasari saya berbagi dalam topik-topik ini adalah karena saya suka membaca apa saja, termasuk blog-blog yang katanya tidak baik untuk dibaca :)

Soal doa saat berbuka puasa ini sedari kecil yang saya tahu adalah ucapan doa  "Allahumma Laka Shumtu wa ala Rizqika Afthartu, Allahumma Taqabbal Minna Innaka Antas Samiul ‘Alim.” (artinya: Ya Allah, untuk-Mu aku berpuasa dan atas rezeki dari-Mu kami berbuka. Ya Allah! Terimalah amal-amal kami, sesungguhnya Engkau Maha Mendengar lagi Maha Mengetahui). Makin banyak yang saya baca makin banyak referensi yang mengantarkan perdebatan-perdebatan dalam diri saya sendiri, salah satunya adalah lafal doa saat berbuka puasa ini.

Bagi saya doa adalah hal paling pribadi antara manusia dan penciptanya, Dia yang Maha Segalanya tentu  Maha Tahu akan segala doa manusia baik yang terucap maupun tidak. Namun dalam tataran praktis, Islam mengatur demikian ketat mengenai tatacara beribadah dan berdoa. Tentu ada hikmah, maksud dan tujuan mengapa hal ini diatur sedemikian ketat. Minimal yang saya pahami adalah aturan tersebut adalah apa yang sering disebut "best practises" dalam berbagai disiplin ilmu praktis, terlebih aturan-aturan ini ditetapkan atau bersumber dari Al Quran dan Hadis yang telah teruji kebenarannya.

Dari banyak bacaan yang saya sempat baca, apa yang dilakukan oleh Nabi Muhammad ﷺ saat berbuka puasa adalah sebagai berikut:
  1. Mengucapkan basmallah sebelum meminum air atau memakan kurma untuk berbuka;
  2. Membaca doa Dzahaba-zh Zama’u, Wabtalati-l ‘Uruuqu... dst;
  3. Membaca doa bebas sesuai hajat ybs (salah satu waktu yang mustajab dalam berdoa);
  4. Segera mendirikan sholat Maghrib.
Bagaimana saya mendamaikan perdebatan dalam hati saya mengenai doa "Allahumma Laka Shumtu"?
Perhatikan point 3 di atas. Dasarnya adalah hadis “Ada tiga orang yang do’anya tidak tertolak : (1) Pemimpin yang adil, (2) Orang yang berpuasa ketika dia berbuka, (3) Do’a orang yang terzholimi.” (HR. Tirmidzi no. 2526 dan Ibnu Hibban 16/396, shahih) yang diperkuat dengan hadis “Sesungguhnya orang yang berpuasa memiliki doa yang tidak akan ditolak ketika berbuka.” (HR. Ibnu Majah 1753, Al-Hakim 1/422, Ibnu Sunni 128, dan At-Thayalisi 299) dan banyak hadis lainnya.

Point 3 di atas tidak dikhususkan untuk doa tertentu, maka membaca doa "Allahumma Laka Shumtu" ataupun doa lainnya menurut hemat saya boleh-boleh saja. :)

Doa point nomor 2 selengkapnya adalah: Dzahaba-dz Dzoma’u, Wabtalati-l ‘Uruuqu wa Tsabata-l Ajru, Insyaa Allah.  Artinya: "Telah hilang dahaga, urat-urat telah basah, dan telah diraih pahala, insya Allah". Sebuah doa yang masuk akal karena diucapkan setelah kita menyantap makanan dan minuman berbuka puasa. Gak nyambung kan kalau doa ini diucapkan sebelum makan dan minum?

Point nomor 1 tentang mengucapkan basmallah saya kira tidak ada pertentangan, karena ucapan itu dianjurkan untuk memulai segala perbuatan yang baik.

Itu saja catatan saya, atas kekurangan dan kesalahan karena ketidaktahuan saya mengenai topik ini, saya mohon dimaafkan, mohon ajari saya jika Anda mengetahui apa-apa yang saya tidak ketahui, dan mohon ingatkan saya akan apa-apa yang saya terlupa.

Salam

Klik untuk komentar