Drama Kecil Akhir November

Gak selamanya mencari siapa yang salah dan yang benar itu penting Gak perlu terburu-buru kalau mau pergi supaya kewaspadaan di jalan tidak berkurang
Drama Kecil Akhir November

Malam tadi (Sabtu, 27 November 2021), seorang paruh baya melangkah santai menyusuri jalan desa. Hujan gerimis malam dia lewati dengan berjalan kaki. Saya tawari boncengan, dengan gembira ia menyambutnya.

Sepanjang jalan ia bercerita dengan ceria, tentang sepedanya yang dicuri saat beliau bekerja di sawah, tentang traumanya karena pernah kecebur saat mengendarai motor dan lain-lain. 

Setelah sampai tujuannya ia mendoakan keselamatan saya, saya aminkan.

Minggu, 28 November 2021

Tadi pagi saat berangkat beraktivitas, seorang bapak paruh baya menabrak motor saya. Massa yang entah dari mana datangnya memanggil beliau guru, ustad dll. 

Massa yang emosi mulai memegangi dan menanyai saya macam-macam. Setelah tahu saya bukan "orang jauh" mereka mulai kendur dan berpesan agar sang bapak di rawat baik-baik.

Karena beliau yang menabrak bagian belakang motor saya, tentu saja motornya mengalami beberapa kerusakan. Spakbor depan pecah dan handle rem patah. Saya sendiri Alhamdulillah baik-baik saja. 

Setelah keributan mereda, saya berikan KTP saya dan berjanji akan ke rumah beliau setelah urusan saya selesai. 

Saya lanjut ke Sunge Labuh untuk ikut acara Maulid di Pesantren Fastabiqul Khoirots Ustad Munawir di PHJ Muaragembong.

Siangnya sepulang dari maulid saya datang diantar keluarga saya yang tahu rumah sang ustad, menantunya menjelaskan beliau sedang tidur setelah diurut karena kecelakaan tadi pagi, selebihnya beliau baik-baik saja. Saya disarankan datang lebih sore.

Saya datang kembali pada sore harinya, berniat memperbaiki motornya yang rusak sebagai itikad baik. 

Beliau kemungkinan guru ngaji atau guru madrasah, sebut saja Aji Jaja, usianya perkiraan saya sudah 60-70 tahunan. Saya gak berminat mencari siapa yang salah soal kecelakaan yang tadi pagi. Saya niatkan silaturahmi dan alhamdulillah keluarga beliau menerima saya dengan baik dan penyelesaian secara kekeluargaan. 

Habis ashar motor Aji Jaja saya bawa ke bengkel untuk mengganti spakbornya yang pecah, motor saya saya tinggal di rumah beliau. Tapi sayangnya sampai tiba waktu magrib saya belum berhasil mendapatkan spakbor yang warnanya sesuai.

Saya sudah menghubungi beberapa teman dan bertanya ke beberapa bengkel aksesoris tapi hasilnya tetap nihil. Akhirnya diputuskan untuk memesan stok yang ada dan diubah warnanya. Itu pun baru besok bisa dilaksanakan. 

Keesokan harinya saya kembali ke rumah Aji Jaja dan membawa motor ke bengkel langganan. Spakbor motor berwarna cokelat itu dicat warna hitam lalu dipoles agar menjadi hitam metalik sesuai spakbor yang akan diganti.

Soal mengganti onderdil dan aksesoris orisinal motor memang Bang Rasim ahlinya. Pemasangan juga tidak memakan waktu lama.
 

Spakbor cokelat sudah berwarna hitam metalik dan terpasang rapih di motor Scoopy Aji Jaja.

Alhamdulillah, sebelum magrib saya sudah antar motor tersebut ke rumah Aji Jaja, spakbor yang pecah juga saya serahkan.

Basa basi sejenak, intinya istri Aji Jaja masih mau meminta uang perobatan dan lain-lain. Di sisi lain Aji Jaja tampak serba salah dan mengiyakan saja apa kata istrinya. 

Akhirnya saya berikan seikhlas saya sebagai biaya urut dan apalah, gak saya permasalahkan, toh besarannya masih di bawah angka kewajaran yang sudah saya perkirakan sebelumnya.

Drama Kecil Akhir November

Catatan dari drama kecil itu antara lain:

  • Gak perlu terburu-buru kalau mau pergi kemana-mana supaya kewaspadaan di jalan tidak berkurang.
  • Saya sadar saat terjatuh dari motor, saya tidak menggunakan tangan untuk menahan badan tapi membiarkan badan saya terjatuh karena takut tangan saya tidak kuat menahan beban dan momentum. Toh setelah jatuh saya bangun kembali tanpa luka, hanya lecet-lecet di dan bengkak di dengkul.
  • Gak selamanya mencari siapa yang salah dan yang benar itu penting. Ada hal lain yang bisa kita pilih, saya memilih mengalah dan menebus kelengahan saya dengan memperbaiki motor Aji Jaja. Hikmahnya saya jadi lebih kenal dengan keluarga Aji Jaja.




 


Posting Komentar

No Spam, Please.