Ini Dia Tiga Archon di Genshin Impact

Tiga Archon di Genshin Impact

Tiga Archon di Genshin Impact

Genshin Impact merupakan permainan free-to-play action RPG (role-playing game) dunia terbuka yang dikembangkan oleh miHoYo.  miHoYo adalah sebuah perusahaan studio animasi dan pengembang permainan video yang berbasis di Shanghai, Tiongkok. Perusahaan ini didirikan pada tahun 2012 oleh tiga mahasiswa dari Universitas Jiao Tong Shanghai. Hingga 2020, miHoYo memperkerjakan lebih dari 1.500 orang.

Game Genshin Impact saat ini sudah dapat dimainkan di berbagai platform, baik PC, iOS, Android, dan PS4/PS5. 

Langsung aja yah, di dalam dunia Teyvat terdapat 7 region yang masing-masing mewakili satu elemen dan seorang Archon sebagai pemimpin dari region dan elemen tersebut. 

Seorang Archon juga memiliki ideal atau visi yang berbeda-beda yang mereka gunakan untuk menentukan cara memimpin wilayah mereka. 

Saat ini baru ada 3 region yang tersedia, Mondstadt, Liyue, dan Inazuma sehingga hanya 3 Archon yang saat ini identitas dan ceritanya kita ketahui. 

Berhubung dengan rilisnya region dan karakter Archon baru dari Inazuma, saya ingin menulis dan mengenalkan 3 Archon tersebut kepada pembaca sekalian.




Barbatos / Venti Tiga Archon di Genshin Impact

1. Barbatos / Venti

Barbatos yang saat ini menggunakan nama Venti merupakan Archon dari Mondstadt yang memiliki ideal kebebasan dan mengendalikan elemen Anemo. 

Venti memiliki sifat yang sangat riang dan ceria juga sedikit nakal. Sekarang dia hidup di antara rakyatnya sebagai penyair pecinta alkohol yang menceritakan kisah-kisah tentang Mondstadt. Sebelum Venti menjadi Archon, dia hanyalah sebuah gumpalan elemen angin yang terbang bebas. 

Mondstadt pada masa itu dikelilingi oleh angin dan badai yang tidak bisa ditembus oleh burung di langit. 

Decarabian, Dewa Badai yang saat itu memimpin Mondstadt, merasa bahwa dia telah memberikan rakyatnya kota yang aman dan terlindungi dari angin yang dingin, namun rakyatnya merasa terkekang di bawah pimpinannya. 

Pada saat itu Venti bertemu dengan seorang anak laki-laki yang suka bermain musik. Anak itu ingin melihat burung yang terbang bebas di langit.
 

Venti mendapatkan bulu burung elang untuk diberikan kepada anak itu yang belum pernah melihat burung sebelumnya. Namun terjadi peperangan di Mondstadt untuk menjatuhkan Decarabian dan Venti tidak pernah bisa memberikan bulu itu karena anak itu gugur dalam pertempuran demi kebebasan Mondstadt. Dengan runtuhnya dewa badai lahirlah dewa baru. 

Hal pertama yang Venti lakukan setelah mendapatkan kekuatannya adalah dia mengambil wujud anak itu. Karena hanya saat menjadi wujud manusialah dia bisa memainkan alat musik yang sangat dicintai oleh anak itu. 

Kebebasan adalah ideal atau visi yang diinginkan oleh Venti. Maka ia melelehkan salju dan es lalu meratakan gunung dan membuat kota yang damai untuk ditinggali rakyatnya. Setelah itu Venti pergi, karena dia tidak ingin memerintah Mondstadt. Maka Mondstadt menjadi Kota Kebebasan.


Barbatos / Venti Tiga Archon di Genshin Impact

2. Morax / Rex Lapis

Morax atau Rex Lapis adalah Archon yang memimpin Liyue yang memiliki ideal kontrak dan mengendalikan elemen Geo.

Setahun sekali Rex Lapis turun ke Liyue untuk memberikan bimbingan kepada rakyatnya agar tahun ini makmur dan memberikan petunjuk mengenai dagang. Namun Rex Lapis tidak hanya ada di Liyue setahun sekali, ia hidup dalam penyamaran sebagai rakyat biasa bernama Zhongli dan bekerja sebagai konsultan di rumah duka Wangsheng.

Sebelum Perang Archon, Rex Lapis dekat dengan Dewi Debu, Guizhong, mereka membentuk pemukiman untuk rakyatnya dan menamainya Dataran Guili, yang merupakan gabungan dari nama mereka (Guizhong-Zhongli). Namun saat Perang Archon, Guizhong gugur dan daerah mereka hancur. Rex Lapis pun memindahkan rakyat mereka ke daerah selatan dan sekarang tempat itu menjadi Liyue.

Untuk melindungi Liyue, Rex Lapis membuat kontrak dengan para Adepti untuk melawan dewa lain yang mengganggu keamanan wilayahnya. 

Setelah mengalahkan para dewa itu, ia menguburnya di tanah di mana tubuh mereka membusuk dan menyatu dengan tanah, namun jiwa mereka kekal.

Dengan keinginan untuk membalas dendam meresap ke tanah dan melahirkan wabah, racun, dan serangan monster. Rex Lapis pun membuat kontrak dengan Yakshas untuk menyelesaikan masalah itu.

Setelah hidup lebih dari 6000 tahun, Zhongli menyaksikan secara langsung sejarah liyue dan memiliki keahlian dalam banyak bidang dari makanan dan alkohol, teh dan rempah-rempah, flora dan fauna, bahkan dia juga secara aktif ikut berdebat mengenai perdagangan, pemerintahan, dan hubungan internasional. 

Namun dalam hidupnya yang panjang, ia juga telah kehilangan banyak. Karena merasa tugasnya sudah selesai, Zhongli akhirnya pensiun dari jabatannya sebagai Archon dan hidup sebagai rakyat biasa.



Barbatos / Venti Tiga Archon di Genshin Impact

3. Baal - Raiden Shogun

Baal atau Raiden Shogun adalah Archon Inazuma yang mengejar keabadian sebagai idealnya dan mengendalikan elemen Electro. 

Raiden Shogun yang saat ini memimpin Inazuma sebenarnya bukanlah Baal, melainkan Beelzebul, saudara kembarnya. 

Baal atau nama aslinya Raiden Makoto adalah pemimpin Inazuma yang sebenarnya, dan Beelzebul atau Raiden Ei yang selalu berada dalam bayangan Makoto bukanlah petarung yang hebat, maka Ei lah yang bertanggung jawab dalam bagian peperangan dan pembantaian.

Namun Ei menyaksikan konsekuensi yang harus dibayar Inazuma dari ribuan tahun proses. Masa-masa kebahagiannya telah berlalu dan orang-orang yang dia anggap teman justru berbalik melawannya, dan akhirnya ia kehilangan Makoto. 

Ei yang takut akan kehilangan mulai merasa khawatir akan kemungkinan yang terjadi, dia ingin mempertahankan Inazuma dalam keadaan tetap di mana tidak ada kehilangan. 

Maka Ei pun menjadi Raiden Shogun menggantikan Makoto dan mulai mengejar keabadian sebagai idealnya.
 

Untuk meraih keabadian, Ei harus mengakali masa hidup. Untuk mengatasi masalah itu, Ei membuat sebuah boneka yang hanya memiliki satu tujuan yaitu meraih keabadian. Setelah meninggalkan urusan Negara dan memimpin Inazuma, boneka tersebut memimpin Inazuma. 

Sementara itu Ei pergi untuk bermeditasi dan menjaga keabadian yang dia kejar. Namun boneka yang memiliki tujuan hanya untuk meraih keabadian ternyata memiliki kelemahan dan mudah dimanipulasi oleh pihak luar.

Boneka itu dimanipulasi oleh Fatui dan memberikan titah untuk menyita semua Vision dan menutup Inazuma agar tidak ada yang bisa keluar/masuk. 

Setahun setelah titah tersebut turun, dengan bantuan pihak perlawanan dan kepala pendeta sekaligus teman Ei, Yae Miko, Ei menyetujui pembatalan titah dan mulai merenungkan jalan lain menuju keabadian.


Selain kisah yang dalam dan desain karakter yang keren, Genshin Impact memiliki banyak aspek lain yang sangat menarik. 

Musik yang indah dan cocok dengan suasana dalam permainan, dunia terbuka dengan banyak hal yang bisa dijelajahi, dan juga keseruan aksi dalam melawan musuh-musuh dalam permainan digital ini. 

Demikian sekelumit identitas dan kisah Tiga Archon di Genshin Impact.

Sebelum mencapai satu tahun rilis, Genshin Impact sudah menjadi game terpopuler dan meraih penghargaan Best Game dan User Choice Game di Google Play Award 2020. Selain itu, Genshin Impact juga berhasil meraih dua nominasi pada The Game Awards 2020 (TGA), yaitu kategori Best Mobile Game dan Best Role Playing.

Penulis: Izzah Az Zahrah.




comments

Lebih baru Lebih lama