Mampir di Gedung Kesenian dan Wisata Air Situ Rawa Gede Kota Bekasi

Gedung Kesenian dan Wisata Air Situ Rawa Gede Kota Bekasi
Matahari sudah jauh condong ke barat, awan mendung menjadikan suasana menjelang sore di Bojong Menteng menjadi lebih teduh.

"Saat yang tepat untuk menikmati suasana danau Situ Rawa Gede," ucap M Noer mengajak saya meninggalkan halaman Perpustakaan dan Rumah Belajar Forum Aksara.

Sesampai di Situ Rawa Gede kami lihat parkiran di gedung kesenian sudah banyak motor terparkir. Dari arah danau sesekali terdengar teriakan-teriakan penyemangat dari tepian Situ Rawa Gede terdengar saling saut menyemangati beberapa penjala ikan di tengah danau yang menggunakan anco

Dari tempat beberapa penangkap ikan berdiri itulah kedalaman danau di Bojong Menteng Rawa Lumbu Bekasi ini bisa saya prediksi. Tempat mereka berdiri walaupun berada hampir di tengah danau, kedalamannya tidak lebih dari 1,5 meter, kedalaman air hanya sedada orang dewasa. Tapi menurut teman-teman KPPL Bojong Menteng Amphibi kedalaman danau ini mencapai 6 meter di tempat tertentu.

Suasana Wisata Air Situ Rawa Gede Kota Bekasi ini sudah agak ramai, saung paling besar sudah terisi sekitar 20 pengunjung yang berkumpul dalam rangka reuni. 

Di tepian Situ Rawa Gede, saya lihat wahana air masih lengkap tertambat. Mungkin menunggu suasana lebih teduh atau ingin memastikan apakah turun hujan atau tidak. Ditemani Baba Samen dari Sanggar Melati Bojong Menteng, saya melihat-lihat ke dalam gedung kesenian, ingin tahu lebih jauh seperti apa ruangan di dalamnya.
Wisata Air Situ Rawa Gede Kota Bekasi
Plang info Situ Rawa Gede -Foto: Bang Imam

Ruang Dalam Gedung Kesenian Kota Bekasi

Ruang Dalam Gedung Kesenian Bojong Menteng Rawa Lumbu Kota Bekasi
Ruang Dalam Gedung Kesenian Bojong Menteng Kota Bekasi
Pemerintah Kota Bekasi memperlihatkan keseriusannya dalam melakukan pengembangan Seni Budaya untuk menjadi daya tarik wisata. Salah satunya dengan membuat wadah untuk para pegiat seni dan budaya di Kota Bekasi berupa Gedung Kesenian di Situ Gede yang berlokasi di Jalan Pansor RT 01/02, Kelurahan Bojong Menteng, Kecamatan Rawalumbu yang dulunya merupakan lahan pool Dinas Kebersihan Kota Bekasi.

Sebelumnya Gedung Kesenian menempati lahan sempit di bagian belakang Gelanggang Olahraga Jalan Ahmad Yani, Bekasi Selatan. Kemudian direlokasi karena adanya perubahan tata ruang di GOR Kota Bekasi yang difokuskan bagi pengadaan tambahan sejumlah venue cabang olahraga.

Gedung ini cukup luas, kira-kira 2500 meter persegi dan luas lantai bangunan kurang lebih 1700 meter persegi yang terdiri dari dua lantai. Aula di dalamnya saya perkirakan yah kurang lebih sekitar 400-800 X 50 meter. Memiliki panggung permanen dan ada balkon di lantai 2. Untuk naik ke lantai 2 saya melewati ruang ber-AC yang juga cukup luas sekitar 50 x 10 meter.

Selesai melihat-lihat ruang dalam gedung kesenian kota bekasi yang megah ini kami kembali ke danau. Kali ini situasi dan kondisi sudah pas untuk menikmati suasana Wisata Air Situ Rawa Gede Bojong Menteng.

Wisata Air Situ Rawa Gede Bojong Menteng Kota Bekasi

Ada 3 macam wahana air yang bisa kita pilih untuk menikmati suasana Wisata Air Situ Rawa Gede Kota Bekasi seluas 7 hektar ini; ada perahu, sepeda air dan "bale kambang". Kalau hanya berdua bisa mencoba wahana sepeda air, kalau 4 orang pas untuk menggunakan bale kambang, kalau lebih  dari 6 orang sebaiknya pakai perahu saja yang bisa menampung sampai 15 orang sekali jalan.

Karena kami hanya bertiga maka kami memilih bale kambang, sejenis wahana air yang terbuat dari bambu dengan memanfaatkan 4 drum plastik sebagai pengapung. 

Wahana ini dan juga perahu yang disediakan semua tidak bermesin, untuk menggerakkannya digunakan batang bambu sebagai pendorong dan penentu arah.
Wisata Air Situ Rawa Gede Kota Bekasi
M Noer dan Baba Samen pilot Bale Kambang :)
Wahana wisata air Bale Kambang bergerak lambat, tenang tanpa suara melewati para penjala ikan yang masih asik memunguti ikan mujair sebesar telapak tangan yang terjebak dalam jaring anco mereka.
Wahana air bale kambang Situ Rawa Gede Bekasi
Wahana air bale kambang Situ Rawa Gede Bekasi. Foto: Krisdayadi
Bale Kambang atau wahana air ini benar-benar nyaman, stabil dan tidak merusak suasana hening di tengah danau. Arus air yang terdorong angin mengantar kami hingga sandar ke beton penyangga pipa buangan limbah pabrik kecap yang melintang seperti jembatan. Cukup sampai di situ, karena tebaran jaring menutup jalur sehingga kami tidak sampai ke masuk ke wilayah danau yang berbatasan dengan tembok pembatas perumahan Kemang Pratama 5.
Wahana air bale kambang Situ Rawa Gede Bekasi
Wahana air bale kambang Situ Rawa Gede Bekasi. Foto: Krisdayadi
Ketika saya tanyakan tarif wahana air ini termasuk perahu dan bale Kambang, M Noer yang juga merupakan anggota KPPL Amphibi selaku pengurus Situ Rawa Gede hanya tersenyum dan menghindar untuk menjawab.

"Seikhlasnya aja bang, gak ada tarif, yah sewajarnya aja buat beli kopi yang mendorong sampan," jawabnya diplomatis.


"Ya susah bang kalo dikembalikan ke ukuran wajar karena setiap orang beda standarnya, umumnya yang orang sering kasih dan menurut teman-teman wajar rata-rata pengunjung ngasih berapa bang?," desak saya meminta angka pasti.


"Umumnya rata-rata orang memberi minimal 10 ribu rupiah untuk orang dewasa, untuk anak-anak 5 ribu, terus khusus anak-anak kecil belum sekolah gratis bang asal dijaga atau ditemani orangtuanya," jelas M Noer yang hari itu banyak bercerita bagaimana KPPL Amphibi Bojong Menteng bersama banyak pihak terus mencoba merevitalisasi Situ Rawa Gede yang tadinya tidak terawat menjadi indah seperti sekarang.

Gedung Kesenian dan Wisata Air Situ Rawa Gede Kota Bekasi
Dokumentasi KPPL Bojong Menteng Amphibi Bekasi kerja bakti

***

Berkeliling dengan wahana air bisa memakan waktu 25 menit sampai 1 jam, bisa karena permintaan pengunjung, bisa juga karena angin yang menimbulkan arus sehingga sampan akan terbawa jauh dan perlu usaha untuk merapatkan kembali sampan ke dermaga.

Saung di pinggiran Wisata Air Situ Rawa Gede ini juga berfungsi sebagai pos keamanan yang terus dijaga 24 jam untuk memonitor segala aktivitas yang ada di sekitar gedung kesenian dan danau. Selain untuk keamanan gedung juga berfungsi sebagai pengawasan agar tidak ada lagi warga yang mencari ikan dengan menggunakan setrum listrik serta menghindari penyalahgunaan lokasi ini dari hal yang tidak baik, misalnya tempat berkumpul meminum minuman keras, narkoba dan pacaran.


Kalau mau menikmati wisata air ini saya sarankan sebaiknya pagi atau sekalian sore hari, jadi kita tidak kepanasan. Kalau nekat ingin mencoba wahana air di siang hari maka gak usah khawatir di bale kambang ada payungnya yang cukup lebar, perahu juga beratap, hanya sepeda air yang tidak memiliki atap.

Di sekitar danau belum ada warung, ada 1 warung kopi letaknya di samping gedung kesenian yang juga menyediakan mie instant dan air mineral, kalau dari danau warung tersebut tidak terlihat. 

Lokasinya dapat diakses dengan kendaraan roda dua dan roda empat. Oh iya jangan lupa siapkan uang kecil untuk membayar parkir saat mau pulang. :)

______
Harpitnas, Senin 4 Februari 2019. Bojong Menteng Rawa Lumbu Kota Bekasi, Jawa Barat.


***

Kampung Peduli Pencemaran Lingkungan (KPPL) Aliansi Masyarakat Pemerhati Lingkungan Hidup dan B3 (Amphibi) Bojong Menteng Bekasi bisa dipantau di media sosial berikut:


Google Map:



Artikel ini memiliki 33 Komentar

  1. lumayan juga ya, wisata sederhana seperti ini kadang sangat dibutuhkan warga kelas menengah ke bawah. bisa berwisata dengan biaya terjangkau dan sekalian bisa jadi target sosialisasi kebersihan atau pelestarian lingkungan.

    beberapa polder di Makassar juga sebenarnay bisa dikelola dengan model seperti ini kalau memang ada kelompok warga yang mau.

    BalasHapus
    Balasan
    1. Lumayan sekali, wisata air yang secara alami sudah ada tinggal dipoles lagi biar menarik wisatawan. Sangat bisa daeng, selama didukung pemda, kalau gak didukung teman-teman komunitas juga ragu untuk bergerak takut ada masalah pengelolaan, izin dll :)

      Hapus
  2. Banyak yah ternyata wahana air yang bisa dijadikan tempat wisata di Bekasi. Saya kira cuma yang biasa ji Om Bisot kasi muncul di FB. ��

    BalasHapus
    Balasan
    1. Iyye daeng, ini juga bari tahun kemarin direvitalisasi karena ada gedung kesenian di sampingnya, ndak bagus juga kalau ada gedung pemerintah baru di sampingnya ada danau yang tidak terawat :) ada juga beberapa tempat yang belum saya datangi, kalau saya sempat pasti saya datangi dan saya catat di blog :)

      Hapus
  3. Asyiknya bale kambangnya yah om Bisot..itu bagus banget kalau bisa sambil ngopi di situ, pakan pisang goreng dan surya..sambil kasi makan-makan ikan..Kapan yah ada bale kambang kayak gini di Makassar..kalau yg anjungan beda bentuknya..

    BalasHapus
    Balasan
    1. Kalau air tidak mengalir bisaji, kalau di pantai kayaknya musti pakai mesin daripada terbawa ombak hehehe

      Hapus
  4. keren tempat wisatanya, tapi satu hal yang mungkin agak mengganggu, atau membuat ga nyaman adalah tidka jelasnya tarif wahana air nya. tarif "seikhlasnya" itu bikin risih...

    ada baiknya ditetapkan tarif yang standard, sehingga konsumen nyaman membayar sih, juga buat pengelola akan jelas tarif dan pemasukannya,

    BalasHapus
    Balasan
    1. Siap daeng, makasih masukannya semoga ke depan semakin rapih administrasinya sebelum benar-benar di-launching sebagai destinasi wisata :)

      Hapus
  5. Om bisot, mau nanya juga, ini kita pake templete apa? Thanks in advance..

    BalasHapus
    Balasan
    1. Saya pake template dari ThemeIndie, ada itue linknya di footer, tidak saya hapus linknya karena ini free version hehehe

      Hapus
  6. Saya banyak dapat edukasi (((edukasi XD))) tentang Bekasi lewat tulisan-tulisanta om Bisot. Sebenarnya memang bagus kita menulis cerita-cerita yang ada di dekat ta mo dulu. Saya mau contoh ini deh. Hehe...

    BalasHapus
    Balasan
    1. Ya kak Unga :) wisatanya gak jauh-jauh, sekalian aja cari bahan buat ngeblog hehehe

      Hapus
  7. Bekasi ternyata mempunya benerapa destinasi wisata yang bisa dikelola jadi obyek wisata yang keren. PR untuk pemda setempat untuk mengembangkannya. Bukan soal mudah sih tapi harus kerja keras untuk bisa mewujudkannya😊

    BalasHapus
    Balasan
    1. Yup sepakat, banyak sih obyek wisata yg sudah diproyeksikan cuma emang yah kudu serius baik dari pemda dan masyarakatnya :)

      Hapus
  8. Harusnya obyek wisata seperti ini mendapat perhatian serius dari pemerintah setempat, atau pihak swasta yang mengembangkan wisata ini. Kalo udah banyak spot foto yang Instagramable, pasti Makin rame deh

    BalasHapus
    Balasan
    1. Iya ini nanti dihandle pemerintah daerah kak, saat ini masih komunitas warga setempat yg kelola. Belum diresmikan Pemda sih 🙏☺️

      Hapus
  9. Ini di Bekasi di kak, kok namanya 'Bale Kambang' terdengar familira seperti bahasa Bugis, apakah ada jejak sejarah org bugis di sana?
    btw semoga saja sy bisa ke tempat ini juga,hehe

    BalasHapus
    Balasan
    1. Bale - tempat duduk-duduk dari bambu, kambang - terapung. Bahasa Melayu, mungkin sama dengan bahasa Bugis yah masih rumpun bahasa Melayu kak ☺️🙏

      Hapus
  10. Pernah sekali mengunjungi Gedung Kesenian, cukup keren sih menurutku.

    BalasHapus
    Balasan
    1. Ya keren sekarang, masih proses, masih banyak yang sedang mereka lakukan untuk memperkeren lokasinya kak

      Hapus
  11. Baru tahu ada wisata air yang namanya Bale Kambang ini, dan sepertinya seru juga dinaiki. Apalagi tarifnya cuma seikhlasnya saja Maa syaa Allaah..

    Tempat wisata yang dikelola oleh masyarakat setempat ini memang patut dijadikan contoh ya kak. Btw saya salfok, kira sumber foto : krisdayanti 😅

    BalasHapus
    Balasan
    1. :) iya kak karena masih dikelola warga belum ada tarif retribusi resmi dari pemda

      Hapus
  12. Akhirnya saya dapat sedikit gambaran menyenangkan tentang Bekasi. Selama ini yang saya dengar cuma tentang betapa jauhnya Bekasi. Hahaha.

    BalasHapus
    Balasan
    1. Hahaha ada kak beberapa destinasi wisata yang asik kok di bekasi

      Hapus

  13. Ramai kayanya yang wisata keluarga di sini, naik bale bale kambang itu. Lumayan Aman karena Ada pagarnya yang sekaligus berfungsi sebagai sandaran saat duduk.

    Sisi lain dari Bekasi, muncul dalam tulisan dalam Bisot ini. Saya biasanya dengar Bojong Gede, ternyata Ada jugaa Bojong Menteng.

    BalasHapus
    Balasan
    1. Halah �� kenapa kata "om Bisot" hilang om-nya hahaha ��

      Hapus
    2. :D Bojong Gede di Bogor yah kak? iya insya Allah aman dan stabil wahananya :)

      Hapus
  14. Lumayan ini di buat menengah kebawah. Seru juga untuk sekeluarga dan kayaknya aman ji karena ada pagar pengamannya. Salut deh.

    BalasHapus
    Balasan
    1. Insya Allah aman yah tapi kalau anak kecil wajib didampingi sih, air danaunya terlihat tenang tapi yah tetap saja bahaya kalau gak bisa berenang hehehe

      Hapus
  15. Wiih ternyata ada juga wisata seperti ini di Bekasi. Hahaha bukan wisata macet dan pemandangan truk masuk got saja hihi *peace*

    Pengen sih main ke Bekasi, tapi macetnya itu lho ndak tahan huhu. Harus pergi subuh-subuh kapang supaya ndak kena antrian paspor >.<

    BalasHapus
    Balasan
    1. :D emang udah punya paspor Bekasi? hahaha wisata-wisata alamnya baru mulai bangkit kak mungkin orang sudah bosan dengan wisata macet :D

      Hapus
  16. Gedung keseniannya masih kinclong lantainya, atau memang lantainya dibikin selalu kinclong? Hehe. Wisata airnya itu yang sungguh menginspirasi, andaikata ada di Ende dibikin begitu, mau lah saya tiap hari ke situ haha :D

    BalasHapus
    Balasan
    1. Iya kak bagus ubinnya hehehe lagian emang gedung baru kok. Di Ende sudah banyak wisata keren kak :)

      Hapus