Sedikit Catatan dari Jambore Relawan Sekolah Raya

Kata Jambore dalam istilah sehari-hari memang melekat pada organisasi kepanduan atau Pramuka (Praja Muda Karana) yang memiliki arti: Pemuda Berkarya. Kata Jambore memiliki sejarah yang juga panjang dan memang tidak bisa dilepaskan dengan kegiatan kepanduan. Namun jika kembali ke makna dasarnya, kata jambore bisa juga digunakan untuk kegiatan-kegiatan lain di luar dunia kepramukaan. Lebih jauh mengenai definisi kata Jambore atau Jamboree dapat di lihat dalam kamus Cambridge Advanced Learner’s Dictionary & Thesaurus © Cambridge University Press yang di diartikan: a large organized event that many people go to, or a busy, noisy occasion or period. a large social gathering. Kurang lebih dalam bahasa Indonesianya: sebuah kegiatan yang terorganisir yang melibatkan banyak orang, atau pertemuan besar masyarakat (sosial). Kalaupun tidak pas, yah dipas-pasin ajalah biar saya cepat selesai bahas etimologi kata Jambore ini :D

Sedikit Catatan dari Jambore Relawan Sekolah Raya 2015
Tanggal 28 - 29 November 2015, Sekolah Raya mengadakan jambore relawan di Rumah Baca HOS Tjokroaminoto, tepatnya di Perumahan Vila Mutiara Gading (VMG) Kampung Bogor, Desa Setia Asih Kecamatan Tarumajaya Kabupaten Bekasi, Jawa Barat. Pertemuan besar yang mempertemukan banyak komunitas penggiat pendidikan dari berbagai daerah di Indonesia. Komunitas relawan yang mengikuti Jambore Relawan Sekolah Raya antara lain: SMP Ilalang Tarumajaya Bekasi, MTs Terbuka Tarumajaya Bekasi, Sobat Kolong (Jakarta), Satu Juta Buku - Sajubu, Blogger Hibah Buku (Jakarta), Ranita UIN (Jakarta), Jurnal Khatulistiwa, Bekasi Foto, Kelas Inspirasi Serang, Kelas Inspirasi Cilegon, Semestarian Cilegon, Buku Untuk Papua, Buku Untuk NTT, Buku Berkaki, Komunitas Jendela, Cirebon Go Green, Pancadarma Indramayu, Taman Baca Mahanani Kediri, TB rumah Pendidikan Lingkungan Dan Konservasi Alam Resort TN Sebangau Habaring Hurung Kalimantan Tengah, Halaman Belakang Cirebon, Rumah Belajar Moko Pande Solan Sulawesi Tengah, Youth Banten, Kita Indonesia, Youth For Difable, Kompas Khatulistiwa, Kaki Jabar, Indo Charity, FK Mata (Bekasi), Gugah Nurani Indonesia (Bekasi), Sahabat 45 Muaragembong dst. Ditambah lagi peserta perorangan dan yang datang di hari H pelaksanaan jambore, saya kira dengan peserta 150an orang cukup memenuhi syarat untuk disebut jambore :)

Beberapa materi sempat saya ikuti, sayangnya tidak bisa fokus karena satu dan lain hal (antara lain ngojek dan jadi among tamu *halah*). Padahal materi yang disampaikan nara sumber amat sangat bagus untuk dilewatkan, nara sumber yang hadir dalam acara jambore relawan kali ini adalah:
Muhammad Farhan (presenter), Ahmad Fuadi (penulis buku Negeri 5 Menara dll), Fauzan Mukrim Penulis buku "Mencari Tepi Langit" (2010) dan "Rivers Note" (2012). Video Journalist di Trans TV, Produser di Detik TV, dan kini Row Editor di CNN Indonesia TV, Mbak Indah Julianti Sibarani (blogger), Yosep (jurnalis Tempo) dan lain-lain.

Dengan jumlah peserta dari berbagai perwakilan komunitas dari berbagai daerah di Indonesia dan jajaran pemateri sekaliber ini sepertinya tidak percaya kalau acara ini hanya dipersiapkan dengan waktu singkat dan serba mendadak dengan segala keterbatasannya Dibandingkan jambore relawan sekolah raya tahun lalu tentu saja ini sebuah kemajuan yang cukup berarti. Seperti judul sebuah film, Mestakung, "Semesta Mendukung", saya kira ini salah satu alasan bagaimana jambore ini bisa terlaksana dengan cukup sukses, tanpa mengecilkan jerih payah panitia jambore yang sudah berbuat semaksimal mungkin tentunya :)

Agak besar kepala juga sehingga saya sempat ngetwit 1 kicauan: "Dari Bekasi Untuk Indonesia", terdorong dari rasa syukur, terucap dari halaman sebuah rumah baca dan sekolah terbuka yang biasa diabaikan, jambore ini mempertemukan ratusan relawan yang bergerak di bidang pendidikan, berinteraksi dan berbagi pengetahuan dan pengalaman untuk saling mengisi dan menguatkan dari berbagai lokasi. Peserta terjauh datang dari Rumah Belajar Moko Pande Solan Sulawesi Tengah dan Taman Baca rumah Pendidikan Lingkungan Dan Konservasi Alam Resort Taman Nasional Sebangau Habaring Hurung Kalimantan Tengah.

Mempertemukan.

Dari beberapa peserta ada beberapa nama yang saya sudah tahu sedikit profilnya melalui sosial media dan internet, sudah memperhatikan gerakan-gerakan mereka dalam dunia kerelawanan khususnya dunia per-buku-an. Sekadar ingin tahu dengan berinteraksi langsung dengan rekan-rekan Blogger Hibah Buku, Ranita UIN, Jurnal Khatulistiwa, Kelas Inspirasi Serang, Kelas Inspirasi Cilegon, Semestarian Cilegon, Youth For Difable dan lainnya.

Tapi yah sayangnya saya tidak terlalu bisa memanfaatkan waktu luang yang ada. Padatnya agenda #Jamrel membuat saya khawatir mengganggu fokus mereka yang sedang belajar. Waktu luang yang mereka manfaatkan untuk berinteraksi sesama peserta juga masih dalam rangka pembelajaran, enggan rasanya "mengganggu" secara khusus untuk sekadar mengenal lebih dalam mengenai visi mereka, mungkin lain kali akan ada waktu khusus untuk berinteraksi dengan mereka, mencoba melihat dengan "kacamata" mereka.

Memperkenalkan

Bukan hanya saya, mayoritas peserta baru kali ini saling bertemu dan berinteraksi secara langsung, berbagi visi misi dan mendiskusikan berbagai hal yang terkait kesamaan ketertarikan (passion) dan hobi membuat keakraban cepat terjalin, chemistry yang terbangun membuat suasana belajar menjadi asik.

Satu materi malam dari Pak Yosep (Tempo) mengenai menulis feature, menarik, dengan bebasnya Pak Yosep berbagi pengalaman dan tips menulisnya. Saya sempat ikuti sebentar, kemudian kembali sok sibuk mendokumentasikan dan update status media sosial, hilang sudah konsentrasi mengikuti pelajaran yang bagus ini.

Menarik saya perhatikan rombongan dari Pancadarma Indramayu dan Kaki Jabar, karena saya duduk diantara mereka. Saya perhatikan peralatan camping mulai sleeping bag hingga pemanas air dan alat masak ada di dekat mereka. Yah memang panitia #Jamrel menyarankan mereka membawa itu semua, kecuali kompor pemanas air: ini di luar dugaan saya, lagi pula saat acara berlangsung segala jenis minuman hangat dan makanan kecil selalu tersedia setiap saat, walau akan ada masanya terlalu cepat habis :)

Khusus untuk peserta dari Pancadarma Indramayu, Halaman Belakang Cirebon dan Cirebon Go Green, saya perhatikan mereka sepertinya mendominasi setiap sesi, energi dan semangat mereka  benar-benar mewarnai hampir disetiap jamnya. Sayangnya saya tidak mengenal mereka satu-persatu :)

Oh iya, ada seorang peserta dari Taman Baca Mahanani Kediri yang begitu rajin membantu panitia membersihkan dan merapihkan teras Rumah Baca HOS Tjokroaminoto yang kerap digunakan sebagai tempat coffee break dan makan siang. Siapakah dia? Saya bersyukur telah dipertemukan dengan mereka semua, kelak saya akan mengenalnya lebih jauh :)

Jambore Relawan Sekolah Raya 2015
 Suasana makan siang di Rumba HOS Tjokroaminoto Sekolah Raya


Kolaborasi Kolaboraksi.

Setelah selesai acara, eforia dan chemistry yang telah terbangun masih belum menemukan anti klimaks, dari beberapa usulan, mulai dari facebook group, milist dan lain-lain akhirnya terbentuk Grup Whatsapp alumni Jamrel. Grup yang cukup produktif menghasilkan obrolan, sehari bisa menghasilkan seribu lebih percakapan, dari yang bercanda hingga yang serius. Setelah hampir seminggu alurnya makin terbentuk, sudah mulai membicarakan agenda-agenda kegiatan, saling bertukar informasi kegiatan dan saling mengisi dengan ide-ide praktis. Semangat yang disampaikan cukup membuat saya ikut larut dalam percakapan-percakapan yang menurut saya menarik :) Sepertinya grup ini akan menjadi saluran komunikasi yang efektif, minimal untuk saat ini.

Lalu apa?

Ini pertanyaan tantangan, dari saya dan untuk saya, mungkin juga untuk kawan-kawan yang terlibat dalam jambore relawan ini. Lalu apa? tidak usah tergesa menjawabnya, kita punya 1 tahun untuk menjawabnya, lalu menceritakan proses dan perkembangannya di jambore relawan tahun depan :)

Sampai bertemu lagi kawans, semangat muda kalian membuat saya lupa umur! :D


FYI: Materi dan foto-foto kegiatan Jamrel bisa di download dan dilihat di sini.

Artikel ini memiliki 6 Komentar

  1. Istilah jambore saya kira hanya untuk anak2 club motor atau club mobil saja, ternyata perkiraan saya salah :D

    BalasHapus
  2. Saya berharap semoga Sekolah Raya semakin memberikan manfaat kepada pendidikan Indonesia pada umumnya dan masyarakat sekitar pada khususnya :)

    BalasHapus
  3. Semoga makin berkembang dan makin oke kegiatannya

    BalasHapus