Sedikit Cerita Tentang Babang Ojol

Ini bukan tentang seberapa besar bantuanmu pada sesama. Sebab bahkan seekor semut yang menolong Nabi Ibrahim dengan setetes air
Sedikit Cerita Tentang Babang Ojol


AgainAi mau cerita tentang Babang Ojol dengan drama kehidupannya. 
Sebab, naik ojol adalah jalan ninjaku menuju 'cekoyah' yang sejak 2 pekan lalu sudah mulai offline
Pliss cekidot. 

Jadi setelah beres masak Jumat pagi pekan lalu, cuzz ke cekoyah dulu. Karena lagi ga packing 500 an box nasi seperti biasa, makanya lebih cepat beres. Dan mumpung lagi ga ayab-ayaban yang jaoh untuk membagikan nasi, jadi menyempatkan menuntut ilmu yang makin digali justru kok ya makin berasa bodoh sekali akutuu. 

Pk. 08.40 pesan, ga pake lama langsung dapat driver
Babang nge-chat : "Tunggu sebentar ya bu, saya ngabisin kopi sedikit lagi."
Sebagai customer yang baik hati, tidak sombong dan imut menggemaskan (sok welah muji diri sendiri👻) saya jawab dengan singkat padat: "Ok."

Saya pikir gak masalah kalau nunggu untuk tibang ngabisin kopi mah. Cekoyah kan juga mulai pk. 09.00, biasa ngaret-ngaret dikit masih lumrah di negeri +62, ya khann netizen? 

Lanjut. 
Gak sampai10 menit nunggu, datanglah babang. Begitu ketemu beliaunya langsung bilang: "Maaf ya bu kalau kelamaan soalnya pas tadi ibu order, kopi saya baru separo saya minum. Sayang bu kalau ga dihabisin, kan belinya pakai uang yang sekarang makin susah nyarinya."

Hmm, mendengar itu saya jawab: "Lha iya pakai uang belinya bang, ga bisa pakai jaminan nama baik atau ketebelece pejabat soalnya kita mah rakyat jelantah pan. Lagian mubadzir kalau gak diabisin kopinya. Saya belum telat kok, yuk dah sekarang kita jalan," lanjut saya sambil senyum aslik tanpa pemanis buatan. 

Motor melaju belum lama, saya baru engeuh kaca spion kiri ga ada kacanya. Kekemalan (kekepoan maksimal) saya membuncah.

Nanya kenawhy eta spion kiri ga ada kacanya. Kan penting itu kaca buat mematut diri, ehh maksudnya buat keselamatan diri dan penumpang ketika di jalan. 

Meski samar terdengar karena terhalang suara mesin motor, babang menjawab: "Iya bu, maaf ya kalau kurang alat safety-nya. Itu spion-nya pecah kemarenan, saya jatoh pas hujan gak lihat ada lobang di jalan. Belum kebeli lagi karena bocah kudu bayaran sekolah."

Seingat saya spion motor gak mahal deh tapi iseng saya tanya: "Emang berapa harga spion bang?."
"Palingan 15 rebuan bu, satunya," balasnya. 
"Harus sepasang yaa belinya?," tanya saya lagi. 
"Iya bu, mudah-mudahan hari ini ada rezekinya buat beli spion deh," lanjutnya. 
Pas saya jawab "Aamiin, " pas sampai pulak di tujuan. 

Saya turun, lalu buka dompet. Satu-satunya lembaran kertas biru berangka 50 ribuu saya sodorkan padanya. 

"Ini buat ongkos, kembaliannya buat beli spion ya bang," kata saya sambil melepas helm
Beliau bengong cuma bilang, "Lha ibu..ongkosnya cuman sebelas ribu kan..."
Lalu bergantian lihat ke uang terus ke saya. Kayak ga percaya and speechless juga. Terlihat dari gestur dan pandangan matanya yang mulai berkaca-kaca.

"Ga usah bu, ini kebanyakan lebihnya dari ongkos ibu," katanya dengan suara tercekat. 
"Ga apa, bahaya buat abang dan penumpang kalau tanpa spion gitu. Tolong diterima ya, "Saya yakinkan lagi. 
"Ya Allah buuu, terima kasih banyak sudah mbantu saya. Semoga berkah dan ibu sehat terus yaa," suaranya terbata. 
Dan sebelum air mata ini luruh demi melihat ekspresi dan mendengar suaranya, saya 'aamiin'kan doanya seraya membalikkan badan menuju gerbang cekoyah. 

Ini bukan tentang seberapa besar bantuanmu pada sesama. Sebab bahkan seekor semut yang menolong Nabi Ibrahim dengan setetes air yang dibawanya ketika Nabi hendak dibakar pun tercatat dalam tinta sejarah selamanya.

But for us, ga usah mikir jauh-jauh nama kita ada di Hall of Fame segala, karena ridha Allah adalah yang utama. 

Tabik. 
Selamat menempuh hidup Rabu sambil siapkan sedekah terbaikmu. 

#panjangumurkebaikan 
#sedekahbarengnasibungkus 
#dramaojol 
#keepistiqamah 
#jangankasihkendor 
#KitaBisaKarenaBersama 
#WA087782777930

Penulis: Bu Mutia Farida
Rabu, 15 Juni 2022.


JOIN AKSI SEDEKAH BARENG NASI BUNGKUS

Untuk yang mau berpartisipasi dalam aksi Sedekah Bareng Nasi Bungkus (SEBAR NABUNG), silakan hubungi Bu Mutia Farida di nomor WA 087782777930 atau klik gambar WhatsApp di atas.



Posting Komentar

No Spam, Please.