Geliat Ekowisata Sunge Jingkem di Tengah Era New Normal

Ekowisata Mangrove Sunge Jingkem di Kampung Sembilangan Bekasi

Ekowisata Sunge Jingkem berlokasi di tengah-tengah kampung SEMBILANGAN Desa Samudrajaya kecamatan Tarumajaya kab. Bekasi.

Kampung SEMBILANGAN adalah Kampung Bahari yang terletak di pelosok Kab.Bekasi, yah boleh dibilang kampung yang memang terpencil jauh dari kota, kampung yang boleh dibilang sedikit orang tahu, namun sekarang keberadaan kampung SEMBILANGAN sudah menjadi satu nama yang tidak asing lagi di Kab. Bekasi bahkan hingga ke luar Kab. Bekasi pun sudah mengenalnya.

Aliran sungai akses transportasi para nelayan yang di kedua sisi tepian sungainya dirimbuni pohon-pohon mangrove dan kini disertai sedikit polesan dari para pemuda kreatif dan inspiratif mampu mengubah sunge Jingkem SEMBILANGAN menjadi salah satu lokasi ekowisata mangrove yang memukau dan memikat para wisatawan lokal Kab. Bekasi maupun dari luar Kab.Bekasi.

Ekowisata Mangrove Sunge Jingkem SEMBILANGAN kini sudah menjadi magnet yang begitu kuat mengundang hasrat dan minat para wisatawan untuk datang meski hanya sekedar berfoto, duduk santai sambil kongkow di tengah pohon mangrove yang teduh dan sebagainya.

Untuk datang menikmati asrinya alam Sunge Jingkem Sembilangan kita tidak perlu terlalu banyak merogoh kocek, para wisatawan cukup siapkan untuk parkir Rp. 3000 dan donasi pada saat masuk ke area Sunge Jingkem Rp.3000 maka Anda sudah bisa menikmati kesegaran alamnya.

Bagi wisatawan yang ingin menikmati kuliner di Sunge Jingkem seperti menu andalan Ekowisata Mangrove Sunge Jingkem ikan Bandeng Bakar dengan sambal pecaknya yang khas, sayur asem, bakwan udang dan lain-lain di area Sunge Jingkem pun relatif tidak mahal, yah seimbang lah dengan rasa dan tempat yang memang benar-benar memanjakan wisatawan.
Geliat Ekowisata Sunge Jingkem di Tengah Era New Normal
Oh iya satu lagi, di lokasi Sunge Jingkem SEMBILANGAN juga tersedia jasa transportasi perahu milik warga sekitar yang ikut mengais rezeki di lokasi wisata alam Sunge Jingkem SEMBILANGAN dengan beberapa rute tujuan dan uang jasa yang berbeda-beda, diantaranya :
  • Sunge Jingkem ke Sungai Rindu Sembilangan Rp. 15.000/ orang (PP)
  • ke Wisata Jembatan Cinta Pal Jaya Rp. 25.000/org (PP)
  • ke Wisata Religi Makam Keramat KUMPI KUYU SEMBILANGAN  Rp. 5000/org (PP).
Hadirnya Ekowisata Sunge Jingkem SEMBILANGAN memberikan dampak peningkatan pendapatan ekonomi warga sekitar yang signifikan karena para wisatawan yang datang yang membelanjakan uangnya di ekowisata mangrove Sunge Jingkem dan sekitarnya (kampung SEMBILANGAN) ini rata rata +- 2.500 orang per minggu (sumber: ticketing donasi lokasi Sunge Jingkem SEMBILANGAN) .

Semua kegiatan di area Sunge Jingkem diinisiasi dan dikerjakan oleh kelompok pemuda yang bernama FORUM PEMUDA PEDULI LINGKUNGAN (FPPL) yang bekerja sama dan didukung oleh CSR PT. PJB UP MUARA TAWAR.

Covid Ekowisata Mangrove Sunge Jingkem di Kampung Sembilangan Bekasi


Protokol Covid-19 di Ekowisata Mangrove Sunge Jingkem

Di tengah pandemi Covid-19 Ekowisata Sunge Jingkem tutup selama kurang lebih 2 bulan, mulai aktif kembali saat PSBB dilonggarkan dan penerapan era new normal. Pengelola Ekowisata Sunge Jingkem SEMBILANGAN menerima kembali pengunjung dengan tetap menerapkan protokol Covid-19, mulai  dari wajib menggunakan masker, cuci tangan dengan disinfektan dan tembakan suhu badan serta himbauan untuk tetap menjaga jarak sesuai yang telah diterapkan dan dianjurkan oleh pemerintah Republik Indonesia.

Sosialisasi protokol kesehatan terus disosialisasikan oleh pengelola dengan menyediakan tangki pencuci tangan dan disinfektan di beberapa lokasi. 

Untuk saat ini pengelola ekowisata Sunge Jingkem sedang melakukan penambahan pembangunan 150 M Track, 10 Unit Saung + lesehan melalui program BAZNAS MANDIRI melalui BAZNAS Kab. Bekasi. Serta akan ditambah beberapa spot untuk foto selfie dan beberapa wahana air .

Selamat kepada :
  • Forum Pemuda Peduli Lingkungan (FPPL);
  • PT. PJB Up Muara Tawar;
  • Amil Baznas Kab. Bekasi;
  • Seluruh Warga Masyarakat SEMBILANGAN;
yang sudah mampu bekerja sama dengan baik dalam memanfaatkan Sumber Daya Alam Indonesia dan mampu memberi dampak positif baik dari segi kreativitas peningkatan mutu Sumber Daya Manusia serta peningkatan pendapatan ekonomi masyarakat Kampung SEMBILANGAN khususnya.

Penulis: Ahmad Sahil Ibrohim (Ketua FPPL Sembilangan)
Diposting dengan sedikit editing.


Artikel Lainnya:

Posting Komentar

Berlangganan Via Email