Apa Iya First Love Never Die?


Apa Iya First Love Never Die?

Cinta pertama gak akan pernah pudar? eehhmm... menurut saya sih, bisa iya bisa enggak. kok bisa gitu? ya iya tergantung bagaimana kita menyikapinya saja.

Mungkin kebanyakan daei kita mengenal cinta pertama tuh zaman-zaman SMP atau SMA. Konon cinta-cinta saat remaja seperti itu termasuk cinta monyet yang sedang sumringah-sumringahnya. Saya akui, kalau cinta remaja seusia itu berhubungan erat dengan kecantikan fisik. 

Yup! Penilaian fisik no 1, mana ada anak ABG yang sudah berpikir panjang kali lebar kalau nyari pasangan harus yang baik asal usulnya, yang bisa jadi bapak atau ibu yang baik buat anak-anaknya kelak. Sepertinya gak sampai ke situ kali pemikirannya.


first love never die

Balik ke tema tentang "first love never die".. kalau sepanjang umur kita belum menemukan orang yang tepat dan klik di hati sih sudah pasti bakalan teringat-ingat terus dengan kenangan first love. Apa-apa mungkin akan selalu dibandingkan dengan first love kita. Mungkin saja memang first love kita itu just the right person. Kalau itu yang terjadi, yah kita harus berlapang dada, kalolu emang kita gak jodoh dengannya, sebaik dan sesempurnanya dia di mata kita mungkin situasi dan kondisi gak membolehkan kita berjodoh dengannya.

Tapi kalo kita sudah menemukan orang yang klik di hati, dan itu adalah "eros" (cinta sejati) kita, berarti anggapan first love never die musti kita tolak mentah-mentah. 


Ngapain juga selalu mengidamkan first love kalau orang yang ada di samping kita ternyata adalah orang yang dikirimkan Allah SWT buat kita.


Apa Iya First Love Never Die?


Masa lalu adalah kenangan

Masa lalu adalah kenangan, indah dan buruknya masa lalu itu, termasuk juga first love. Tapi kayaknya gak fair buat diri kita kalau kita selalu mengingat-ingat first love kita. mungkin saja dia malah sama sekali gak mengingat kita.

Intinya.. berusaha bersyukur dengan apa yang kita punya. Memang sepertinya rumput tetangga selalu lebih hijau. Toh belum tentu juga kalau kita hidup bersama dengan first love kita hidup kita akan lebih bahagia dari yang kita jalani sekarang.

Jadi buat first love (saya).. kau hanyalah sekedar first love, gak lebih. orang yang pernah menjadi bagian dari kenangan manis saya. Saya bahagia bisa melihat kamu bahagia dengan kehidupan kamu yang sekarang. Dan buat yang meerasa saya first lovenya (hihi.. memangnya ada ya?)... Saya bahagia dengan kehidupan saya yang sekarang, dan berharap juga kamu selalu bahagia di luar sana.

Kalaupun kita bertemu di mana aja.. di jalan, di mall atau bahkan di facebuk pun... gak lebih dari sekedar menyambung silaturahmi. Arah hidup kita memang sudah digariskan oleh-Nya.. tapi kita tetap bisa membuat pilihan yang bijak buat hidup kita.


8 Februari 2009
Penulis: Retrispur 

BTW kalo mau baca kisah first love saya, ada di sini --> Revolt Srifym  :D 


Baca Juga

Artikel ini memiliki 2 Komentar