Ngopi Siang Di Destinasi Ekowisata Mangrove Sungai Rindu

Destinasi Ekowisata Mangrove Sungai Rindu Sembilangan Babelan
Bangkitnya kesadaran warga masyarakat di pesisir pantai utara Kabupaten Bekasi akan pentingnya fungsi hutan mangrove sudah sangat baik. Selain itu masyarakat juga sudah jeli dan mampu memberdayakan potensi wisata di wilayahnya. Destinasi Ekowisata Mangrove Sungai Rindu di Kampung Sembilangan Desa Hurip Jaya Kecamatan Babelan adalah salah satu contohnya. 

Ekowisata Mangrove Sungai Rindu

Sungai Rindu ini terletak di tepi Kali Kaloran Kampung Sembilangan RT 006/003. Kali Kaloran adalah batas alam Desa Hurip Jaya Kecamatan Babelan dan Desa Samudrajaya Kecamatan Tarumajaya. Di kiri kanan sepanjang tepian Kali Kaloran yang relatif jernih ini kita dapat menikmati rimbunnya pepohonan mangrove yang kemudian disulap menjadi destinasi wisata. Ini adalah salah satu contoh kebangkitan pemuda lokal untuk mengelola potensi wisata di wilayahnya.

Dari keterangan warga setempat, inisiator dan eksekutor Ekowisata Sungai Rindu adalah IRTRA (Ikatan Remaja Putra Putri) Kampung Sembilangan yang sejak bulan Mei 2018 sudah mulai merintis pembangunan secara swadaya dan sekarang aktif mengelola destinasi ekowisata Sungai Rindu. Dari obrolan kami terungkap bahwa Ekowisata Sungai Rindu ini sedang diusahakan oleh BPD dan Karang Taruna Hurip Jaya agar memiliki Peraturan Desa (Perdes) tentang Ekowisata Sungai Rindu yang memberikan dasar hukum akan keberadaannya. 
Destinasi Ekowisata Mangrove Sungai Rindu Sembilangan Babelan
Menurut saya lokasi ini enaknya untuk pertemuan yang santai seperti rapat kecil atau sekadar pertemuan keluarga. Angin yang selalu berhembus sejuk walau sedang panas terik membuat suasana sangat pas untuk santai-santai menikmati kopi sambil ngobrol atau membaca buku.  Untuk informasi, sinyal sangat sulit, hanya sinyal beberapa provider tertentu yang masih bisa terhubung, wilayah ini adalah wilayah blank spot untuk beberapa provider seluler :)

Sebagai destinasi wisata baru, untuk masuk ke kawasan konservasi mangrove di Ekowisata Sungai Rindu melalui Kampung Sembilangan tidak dipungut retribusi alias gratis. Entah ke depannya apakah tetap gratis atau akan ada retribusi saya tidak tahu. Sedangkan jika melalui jalur laut maka dikenakan retribusi Rp.2000 rupiah yang itupun digunakan untuk pengembangan di Sungai Rindu.  

Panjang titian bambu yang terpasang juga belum terlalu jauh, perkiraan saya dari tepi Sungai Gentong yang bertemu dengan Sungai Kaloran, baru sekitar 100 meter mengikuti arah sungai. Namun demikian di ujung titian saya melihat pondasi-pondasi dari bambu untuk membangun titian lanjutan dan rangka bambu untuk saung berikutnya.

Dalam perjalanan menuju tempat ini melalui jalur darat Sembilangan, saya sempat melewati beberapa kelompok orang yang sedang memancing di tambak-tambak pemancingan. Pemandangan umum daerah ini adalah tambak ikan dan udang, beberapa tambak juga merupakan lahan budidaya rumput laut sebagai mata pencaharian utama masyarakat setempat.
Ngopi Siang Di Destinasi Ekowisata Mangrove Sungai Rindu

Bagaimana cara menuju ke Ekowisata Mangrove Sungai Rindu?

Ada dua rute yang bisa kita tempuh untuk mencapai Sungai Rindu. Jika kita melalui Kampung Sembilangan Babelan maka kita akan dikenakan biaya parkir penitipan motor dan juga biaya perahu 10 ribu rupiah per kepala pulang pergi, atau tergantung negosiasi dengan pemilik perahu jika kita menyewa perahu untuk berkeliling menikmati teduhnya rerimbunan mangrove di Sembilangan hingga ke Jembatan Cinta di Pal Jaya Tarumajaya. 

Jalur kedua adalah melalui area Jembatan Cinta di Pal Jaya Desa Segara Jaya Kecamatan Tarumajaya menggunakan perahu sekitar 20 menit menikmati pemandangan hutan mangrove dengan biaya sekitar 15 ribu per kepala.

Hal yang menarik di Sungai Rindu adalah saung-saung yang berjejer yang bisa kita singgahi untuk mengambil foto tanpa perlu membayar apa-apa. Jika ada saung yang kosong, kita tinggal masuk dan memesan kopi atau makanan yang ada di sana. 

Saung-saung tersebut dibangun oleh para penjual, sehingga tidak elok jika kita hanya duduk-duduk di saung tersebut tanpa membeli barang yang dijual, kecuali kalau singgah hanya sebentar untuk berfoto-foto.
Destinasi Ekowisata Mangrove Sungai Rindu
Encex, artis Huripjaya di salah satu spot foto Sungai Rindu
Ada beberapa spot yang instagramable atau pun untuk sekadar selfie atau groufie, ada bangku bambu dengan tulisan-tulisan kekinian juga bisa menjadi spot foto yang asik. Dalam jarak beberapa meter kita juga akan menemukan tong-tong sampah yang terawat baik. Fasilitas umum seperti mushola dan toilet pun tersedia.

Saat saya datang pada hari Ahad, hampir semua saung dipenuhi pengunjung dari Jembatan Cinta yang singgah untuk sekadar mampir atau pun untuk makan siang. Suasana diramaikan dengan musik karaoke dari salah satu saung, pengunjung juga dapat ikut bernyanyi jika berkenan.

Tidak afdol kalau pulang dari sana tidak membawa oleh-oleh, ada satu saung yang menjual oleh-oleh atau souvenir. Sayang belum terlalu banyak pilihan, mudah-mudahan besok saat saya kembali sudah ada yang menjual kaos t-shirt, topi atau gantungan kunci dan lain-lain sebagai souvenir khas Ekowisata Mangrove Sungai Rindu.

Saran jika mengunjungi lokasi Ekowisata Mangrove Sungai Rindu: 

  1. Mohon jaga kebersihan, tempat sampah telah disediakan pengelola di beberapa tempat, jangan buang sampah ke sungai;
  2. Sungai Rindu dikelola secara swadaya oleh warga sekitar, mohon hargai usaha mereka dalam merintis destinasi ekowisata ini dengan tetap menjaga kesopanan dan saling menghargai sesama;
  3. Jaga anak kecil jangan sampai lengah dari pengawasan karena risiko jatuh ke sungai karena tersenggol dan lain-lain, risiko tersenggol perahu juga ada jika bermain di pinggir titian bambu;
  4. Musholah masih belum sempurna dan masih dalam pembangunan, mohon berkenan menyisihkan sedikit rezekinya untuk membantu pembangunan mushola di lokasi. Untuk informasi lebih lanjut sila hubungi salah satu pengelola anggota IRTRA yang juga wakil ketua Karang Taruna setempat: Amir Mahmud WA/Telp: 0855 3649 6052;
  5. Jangan sungkan bertanya dan memberikan masukan atau ide untuk pengembangan Sungai Rindu kepada pengelola :)
  6. Jangan berenang di lokasi, karena sungai tersebut adalah jalur utama perahu warga Sembilangan. dst.
Ekowisata Mangrove Sungai Rindu
Ngopi santai di salah satu saung Sungai Rindu

Peta Lokasi Ekowisata Mangrove Sungai Rindu



Babelan, Ahad 16 Desember 2018.

Artikel ini memiliki 8 Komentar

  1. Tempatnya asik juga buat pertemuan keluarga nih, mantap....

    BalasHapus
    Balasan
    1. Iya, buat pertemuan kecil sampai 15 orang mah enak lah :) saungnya sederhana tapi bersih dan asik

      Hapus
  2. Om Om ... kalau saya ke saung di Sungai Rindu ini, bisa-bisa diusir sama pemiliknya soalnya pasti ketiduran wkwkwkwkw. Salut sama pengelolanya, salut sama semangatnya.

    BalasHapus
    Balasan
    1. Asli anginnya bikin gimana gitu, segar dan teduh 😁☕ pas buat santai-santai

      Hapus
  3. Wah patut dicoba nih, tapi belum ada info untuk parkiran mobil yah...

    BalasHapus
    Balasan
    1. Kalau pakai kendaraan roda empat saya sarankan melalui jalur Jembatan Cinta di PPI Pal Jaya Tarumajaya, bis aja muat kok. Dari Jembatan Cinta naik perahu ke Sungai Rindu, ongkos per orang dewasa 10ribu/orang, lalu donasi 2000 rupiah saat masuk ke area Sungai Rindu. :)

      Hapus
  4. Pemandangannya masih asri dan menyegarkan, salut buat pengelola yang mandiri tanpa bantuan pemerintah setempat, pemuda yang kreatif 👍

    BalasHapus
    Balasan
    1. Iya, salut buat IRTRA Sembilangan atas gagasan dan menjadikan destinasi wisata mangrove yang keren ini di Babelan :)

      Hapus