Manisan Rumput Laut Dari Kampung Sembilangan Babelan

Manisan Rumput Laut Dari Kampung Sembilangan Babelan
Jelly Candy (ilustrasi)
Kampung Sembilangan Desa Huripjaya adalah sebuah kampung di ujung Kecamatan Babelan Kabupaten Bekasi. Jika Anda belum tahu, Kabupaten Bekasi memiliki garis pantai kurang lebih sepanjang 72 Km, membentang sepanjang 3 kecamatan, yaitu Kecamatan Tarumajaya, Babelan dan Muaragembong.

Apa yang unik dari Kampung Sembilangan?
Masyarakat pesisir Bekasi yang akrab dengan laut ini mayoritas berprofesi sebagai nelayan, petambak dan petani rumput laut. Jika kelak sempat berkunjung untuk tujuan memancing, mengeksplorasi hutan mangrove di sana maka sudah pasti akan mencicipi jenis kuliner hingga makanan kecil (camilan) dari hasil laut, salah satunya manisan rumput laut sebagaimana yang saya temui di Kampung Sembilangan ini.

Manisan Rumput Laut Dari Kampung Sembilangan Babelan
Petani panen rumput laut di Kp Sembilangan

Saya tertarik dengan manisan rumput laut karena seingat saya makanan ringan ini pertama kali saya cicipi dari oleh-oleh seorang kawan yang pernah liburan di Lombok, saya pikir ini jenis makanan langka dan alhamdulillah saya pernah mencicipinya, tetapi ternyata walaupun namanya berbeda, makanan ringan yang mewah ini ada juga di Kabupaten Bekasi, tidak jauh pula dari kampung saya.

Di Kampung Sembilangan, budidaya rumput laut dengan pola polikultur organik sudah dikenal sejak awal tahun 2000, pola polikultur adalah membudidayakan rumput laut, udang windu, dan ikan bandeng dalam 1 tambak. Jenis rumput laut yang dibudidayakan adalah jenis Glacillaria dari keluarga Rhodophyceae (ganggang merah). Jenis rumput laut yang menjadi bahan utama pembuat agar-agar.

Agar-agar diperoleh dengan melakukan ekstraksi rumput laut dan secara umum diolah menjadi berbagai bentuk penganan (kue), seperti pudding dan jeli atau dijadikan bahan tambahan dalam industri farmasi. Kandungan serat agar-agar relatif tinggi, karena itu dikonsumsi pula sebagai makanan diet. Konon kandungan nutrisi rumput laut adalah 10 kali lipat dari sirip ikan hiu yang mahal itu. Dalam kehidupan sehari-hari, agar-agar dimanfaatkan sebagai bahan makanan seperti puding, jely (makanan ringan) dan salah satunya manisan rumput laut yang diproduksi oleh sebagian warga di Kampung Sembilangan ini.

Produksi manisan rumput laut Kampung Sembilangan utamanya adalah untuk dikonsumsi sendiri sebagai penganan saat ada acara atau saat hari-hari besar, juga sebagai oleh-oleh untuk kerabat yang datang. Namun seiring waktu ada juga yang mencoba menjual manisan rumput laut ini sebagai penambah penghasilan.
 
Manisan Rumput Laut Dari Kampung Sembilangan Babelan
Manisan Rumput Laut
Proses produksinya pun masih terbilang tradisional dengan memakan waktu yang cukup lama. Proses membersihkan rumput laut bisa memakan waktu 1 hari perendaman dengan beberapa kali mengganti air, kemudian proses membuat pasta rumput laut sebagai adonan dicampur gula, lalu kemudian proses membuat manisannya menggunakan loyang-loyang kemudian pemotongan. Semua dilakukan dengan sederhana hingga finishing. 
 
Manisan Rumput Laut Dari Kampung Sembilangan BabelanManisan Rumput Laut Dari Kampung Sembilangan BabelanManisan Rumput Laut Dari Kampung Sembilangan Babelan
Padahal manisan rumput laut ini bisa diolah lagi sedemikian rupa hingga lebih menarik selera, seperti diberi ragam toping ataupun baluran gula dan lain-lain sesuai selera.  Seperti gambar ilustrasi di paling atas postingan ini atau seperti ini:

 
 
Jika saja proses produksi, quality check, pengemasan dan penjualannya sudah secanggih dodol rumput laut oleh-oleh khas dari Lombok NTB, pastinya masyarakat Kampung Sembilangan ini akan memiliki sumber mata pencaharian baru, dan oleh-oleh dari Kabupaten Bekasi juga bertambah ragamnya.

Salam.



Foto: Rahmat Hidayat (081513888427)

2 komentar

Klik untuk komentar