Bagaimana Membuat Tulisan Yang Enak Dibaca

Hai teman-teman, sudah lama gak berbagi tips, kali ini saya akan berbagi  tips yang sudah sering ditanyakan kepada saya, Alhamdulillah sekarang jawaban pertanyaan-pertanyaan itu saya rangkum dalam tulisan ini. 

Banyak pertanyaan tentang bagaimana teknik membuat tulisan menjadi enak dibaca. Maksudnya adalah agar tulisan-tulisan kita khususnya di blog menjadi nyaman dibaca dan tingkat "readability-nya" bagus.
Bagaimana Membuat Tulisan Yang Enak Dibaca
Readability (keterbacaan) adalah tingkat kenyamanan / kemudahan suatu tulisan (susunan huruf) saat dibaca, yang dipengaruhi oleh: jenis huruf (font), ukuran, pengaturan, termasuk di dalamnya alur, spasi, kerning, perataan, dan sebagainya. Kerning adalah istilah untuk jarak antar huruf dalam sebuah kata, kalimat, atau paragraf.

Semoga dengan mempraktekkan 6 tips ini akan membuat artikel kita enak dibaca, sehingga orang-orang yang membaca tulisan kita bisa dengan mudah membaca dan memahami isi tulisan kita.

Jadi bagaimanakah cara membuat tulisan artikel atau konten yang enak dibaca?

Sebelum membahas 6 tips itu mari kita coba memahami dulu kuncinya. Kunci agar tulisan kita mudah dibaca adalah dengan membuat tulisan kita menjadi dapat dipindai (scannable). 


Bagaimana Membuat Tulisan Yang Enak Dibaca


Scanable itu bagaimana? 

Mari kita bayangkan kita sedang berada di sebuah toko buku dan ingin membeli sebuah buku. Pastinya di sana ada banyak sekali buku (namanya juga toko buku 😁) dan ada beberapa judul buku yang membuat kita tertarik. Nah ternyata dari buku-buku yang menarik itu ada sampel buku yang sudah dibuka segelnya untuk kita baca.

Karena waktu yang terbatas, tidak mungkin kita dapat membaca seluruh isi buku tersebut. Yang mungkin kita lakukan adalah:
  • membuka beberapa halaman,
  • membaca sekilas
  • dan memberikan perhatian yang lebih pada bagian halaman tertentu yang menarik atau unik (berbeda dengan halaman lain), dst.
Ilustrasi seperti di atas juga berlaku saat kita sedang membuka internet  dan melihat begitu banyak tulisan di web, portal berita, blog, email dan lain sebagainya yang mengandung berbagai macam tulisan.

Proses itulah yang disebut sebagai proses scanning atau pemindaian. Sedangkan tulisan yang dapat menarik perhatian kita tersebut merupakan konten yang scannable atau bisa dipindai.

Mengapa Kita Perlu Membuat Tulisan Yang Scannable?

Pada ilustrasi di atas kita sudah memahami bahwa tulisan yang scanable itu dapat mempengaruhi seseorang, apakah ia akan memilih sebuah tulisan untuk dibaca atau tidak, apakah ia akan melanjutkan membaca atau tidak. Selain dari ilustrasi di atas, berikut beberapa alasan mengapa kita perlu membuat tulisan yang scannable.

Memberikan kesan yang menarik. Dalam ilustrasi memilih buku di atas, konten tulisan yang scannable lebih menarik perhatian daripada tulisan yang tidak scannable. Sehingga konten yang scannable lebih cepat mendapat perhatian pembaca.


Bagaimana Membuat Tulisan Yang Enak Dibaca

Menemukan informasi dengan lebih cepat. 

Jacob Nielsen dalam penelitiannya menyimpulkan bahwa orang-orang yang membaca sebuah halaman web, rata-rata hanya membaca sekitar 16% dari keseluruhan tulisan yang ada pada sebuah halaman. 79% orang melakukan scanning seperti ilustrasi saat kita di toko buku di atas. 79% pembaca blog kita hanya memindai

Wajar saja, karena siapapun ingin cepat menemukan informasi yang mereka cari tanpa membaca keseluruhannya. Dan konten yang scannable bisa membantu orang menemukan informasi dengan lebih cepat hingga 124%. Baca artikel aslinya di How Users Read on the Web.


Cara Membuat Tulisan Yang Mudah Dibaca

Sekarang pada bagian ini kita akan belajar bagaimana cara membuat tulisan yang mudah dibaca dengan prinsip scannableSetidaknya ada 6 cara untuk membuat konten yang kita tulis menjadi scannable, dan cara-cara tersebut adalah sebagai berikut:
  1. Gunakan sub judul
  2. Paragraf pendek
  3. Gunakan list
  4. Gunakan ilustrasi visual berkualitas tinggi
  5. Gunakan font yang mudah dibaca
  6. Gunakan Bahasa Yang Mudah Dipahami


Gunakan Sub Judul

Cara membuat tulisan yang mudah dibaca yang pertama adalah menggunakan sub judul. Sub judul adalah judul yang menjadi bagian dari judul utama.

Fungsi dari sub judul ini adalah untuk membantu pembaca mengetahui poin-poin inti dan juga outline dari tulisan kita. Ini berlaku untuk tulisan di semua media seperti blog, jurnal akademik, artikel majalah, dan email. Semuanya tidak lepas dari penggunaan sub judul sebagai salah satu elemen formatnya.

Selain fungsi di atas, sub judul juga membantu pembaca untuk mengetahui inti paragraf-paragraf yang ada. Sub judul merupakan ide pokok pada konten yang cenderung panjang.

Sehingga dengan menggunakan sub judul pada cara membuat tulisan yang mudah dibaca, harapannya pembaca kita akan lebih mudah memahami maksud dan isi tulisan kita.

Paragraf pendek

Jika bisa dijelaskan dalam paragraf yang pendek untuk apa menggunakan paragraf yang panjang? Baiklah kita mungkin mengejar target 1000 kata dalam sebuah artikel, tetap usahakan setiap paragraf menjadi pendek. Kita juga dapat memecah paragraf panjang menjadi beberapa paragraf. 

Mungkin maksimal 3 kalimat dalam 1 paragraf sehingga dapat membantu pembaca untuk mencerna informasi lebih cepat dan mendorong mereka untuk membaca lebih banyak. Selain itu, menulis dalam paragraf pendek menciptakan banyak ruang putih yang membuat tulisan kita tetap bersih.


Menggunakan list

Cara menulis konten yang mudah dibaca yang ketiga adalah menggunakan list. Ada beberapa keuntungan jika tulisan kita menggunakan list, yang diantaranya:
  • Membuat tulisan kita terlihat lebih rapi dan menarik, terutama ketika dipasangkan dengan tipografi yang tepat.
  • Memberi pembaca visual break (jeda visual). Dengan menggunakan list yang terdiri dari point-point memungkinkan pembaca mengistirahatkan mata mereka.
  • Sebagai pembeda. List mempunyai gaya yang cukup berbeda dengan format teks yang lainnya, sehingga sangat mungkin list ini membuat pembaca berhenti sejenak ketika sedang melakukan scanning atau pemindaian.


Menggunakan ilustrasi visual berkualitas tinggi dan relevan

Cara menulis konten yang mudah dibaca yang keempat adalah menggunakan ilustrasi visual berkualitas tinggi dan relevan. Tujuannya adalah untuk membuat pembaca tidak bosan dan mendapatkan gambaran secara visual dari tulisan kita.

Di dunia ini ada tiga tipe orang berdasarkan gaya belajarnya, yaitu visual, auditori dan kinestetik. Dan yang paling banyak adalah tipe visual.

Dengan ilustrasi visual jauh lebih mudah untuk menyampaikan maksud kita karena orang cenderung mudah mengingat hal-hal ketika disajikan secara visual. Bukankah ada pepatah yang menyatakan bahwa "sebuah gambar bisa mewakili 1000 kata".


Menggunakan font yang mudah dibaca

Cara menulis konten yang mudah dibaca selanjutnya adalah menggunakan font yang mudah dibaca. Di dalam tulisan, pemilihan font memang penting. Hal ini dikarena font dapat mempengaruhi tampilan dan nuansa dari konten kita.

Pemilihan jenis, warna, ukuran dan konsistensi font yang tidak tepat dapat menghancurkan konten kita. Namun jika itu semua kita pilih dengan tepat maka font bisa mendukung konten agar menjadi lebih kuat lagi.

Terkait cara menulis konten yang mudah dibaca ini, kami ada beberapa tips dalam memilih font, diantaranya:

Gunakan font yang umum digunakan seperti Arial, Verdana, Georgia, Times New Roman atau Trebuchet MS. Lebih baik hindari font jenis Comic Sans MS.

Tidak ada salahnya menggunakan font dekoratif, tetapi sebisa mungkin hindari font dekoratif terlalu banyak.

Untuk satuan ukuran font, gunakan satuan point unit (pt) untuk keperluan konten yang akan dicetak. Untuk konten digital dan yang bisa dibaca browser lebih baik gunakan satuan pixel (px), ems (em) atau persen (%).

Untuk teks di bagian body atau isi sebaiknya ukuran minimalnya adalah 12 px.

Perhatikan penggunaan CAPSLOCK untuk membuat huruf kapital.

Konsisten dengan gaya font Anda, ukuran dan jarak serta hindari menggunakan lebih dari 2 jenis font.
Bagaimana Membuat Tulisan Yang Enak Dibaca


Gunakan Bahasa Yang Mudah Dipahami 

Sebaik apapun seorang profesor memberikan penjelasan dalam tulisannya, pembaca awam di luar target tulisan itu barangkali akan akan tetap sulit memahami karya tulisnya tersebut. Selain tidak menarik bagi para pembaca di luar target, tulisan tersebut juga pada akhirnya sulit dipahami dan gagal memberi tambahan pengalaman pada pembaca awam. Padahal pembaca tulisan di blog sangat umum, sehingga diharapkan dapat mencapai banyak lapisan pembaca dari berbagai latar belakang.

Karena itu, gunakanlah bahasa yang lebih santai, memiliki ejaan ringkas, tidak benar-benar formal, tidak musti saklek menggunakan standar Ejaan Yang Disempurnakan (EYD) atau Pedoman Umum Ejaan Bahasa Indonesia (PUEBI). 


Dengan bahasa yang santai diharapkan tulisan kita menjadi enak dibaca, tidak perlu lagi pembaca membuka kamus untuk menerjemahkan kata-kata. Ini memang tantangan yang lumayan berat, karena pada akhirnya kita tidak tahu siapa-siapa saja yang akan membaca tulisan kita :)


Demikian 6 cara menulis konten yang mudah dibaca. Dengan membaca dan menerapkan tips ini semoga bisa membantu dalam menjadikan konten kita lebih mudah dibaca. 

Untuk saran, masukan atau pertanyaan silahkan sampaikan pada kotak komentar di bawah ini. Semoga bermanfaat. Kalau soal desain blog dan readabilitysilahkan baca: Desain Blog Tidak Penting Tapi Jangan Diabaikan.



(Narasi dan gambar dirangkum dari berbagai sumber)


Artikel ini memiliki 12 Komentar

  1. Saya menggunakan list, kadang-kadang, dan kesulitannya adalah menggunakan paragraf pendek -_- hiks. Makasih tipsnya om!

    BalasHapus
    Balasan
    1. @Tuteh: diuabh-ubah kak, kalau masih panjang juga atau leih dari 3 kalimat yah terpaksa dipecah :D kayaknya hanya berlaku untuk menulis di web/blog yah kak

      Hapus
  2. Balasan
    1. @Dewie Dean: sama-sama, dipraktekkan yuk :)

      Hapus
  3. ditambah micin biar enak Om hehehe,
    saya paling malas bikin list eh tapi menyesuaikan artikel yang ditulis heehehe, terima kasih ilmunya :D

    BalasHapus
    Balasan
    1. @DianKP: yah menyesuaikan ajah kak, fleksibel :) macama

      Hapus
  4. tips yang sangat bermanfaat. Saya seringnya pakai list dan paragraf pendek. Soalnya saya meraskan sendiri kalo paragrafnya kepanjangan, jadi cepat jenuh bacanya, mana gak ada gambar apa-apa pula. Nice sharing. Salam kenal dari Depok

    BalasHapus
    Balasan
    1. Ya mas saya juga merasakan manfaat cara-cara di atas. Terima kasih sudah mampir 😊🙏

      Hapus
  5. membuaut artikel juga butuh waktu untuk mengulang" agar kita bisa mendapatkan alur yg menarik. tips diatas mewakili semuanya, thx atas artikelnya 👍😉

    BalasHapus
    Balasan
    1. Ya, dibaca berulang-ulang, edit lagi, scan lagi, baca lagi sampai sreg :) trims dah mampir

      Hapus
  6. ya begitulah untuk mendapatkan artikel berkelas harus banyak proses hehe 😂

    BalasHapus
    Balasan
    1. 😁☕ kalau kita sendiri gak sreg sama tulisan kita bagaimana orang lain? Itu aja sih, sebisa mungkin mencoba membaca ulang dan memperhatikan bagian-bagian yg sulit dipahami untuk diedit lagi sampai enteng bacanya 🙏

      Hapus