#3 - Ide memang penting, namun eksekusi yang utama

Istilah "lebih baik menyalakan lilin daripada mengutuk kegelapan" adalah terjemahan kutipan dari  Eleanor Roosevelt yang aslinya berbunyi "It is better to light a candle than curse the darkness."

Ok, secara teori kita paham maksud dari istilah itu. Daripada mengeluh mengapa kita tidak mencari jalan keluar?. Masalahnya adalah semua orang pasti memiliki ide jalan keluar, sebuah solusi pemecahan masalah dari yang paling sederhana sampai yang paling rumit ergantung sudut pandang atau paradigma yang digunakan. Masalahnya adalah bagaimana kita memilih solusi apa yang akan kita pilih untuk kita lakukan.

Baca catatan saya mengenai paradigma dan soal memilih.
 
Berhadapan dengan sebuah masalah, maka kita membutuhkan tingkat baru dalam berfikir untuk menemukan solusinya, sebuah jalan keluar yang merupakan hasil dari pemikiran kita yang setingkat lebih tinggi dari saat kita menemukan masalah. Einstein bilang: "Kita tidak bisa memecahkan masalah dengan menggunakan cara berpikir yang sama ketika kita menciptakannya".

Fakta adanya sebuah masalah tidak terlepas dari unsur penyebab, sudahkan kita memahami unsur-unsur penyebabnya? Ada dua cara menyelesaikan masalah: menghilangkan akibat atau menghilangkan penyebabnya. Dari sini masih bisa kita gali lebih dalam sesuai dengan kapasitas kita. Sesuai dengan kutipan di atas, "lebih baik menyalakan lilin daripada mengutuk kegelapan".
Fakta adanya kecelakaan yang mengakibatkan hilangnya nyawa adalah sebuah masalah, ini adalah akibat dari banyak unsur. Unsur cara berkendara yang tidak memperhatikan keselamatan, unsur kondisi jalan, unsur penglihatan pengendara, unsur kendaraan yang tidak laik jalan dlsb. Dari sekian banyak unsur tersebut, maka unsur kondisi jalan yang tidak baik atau jalan yang rusak merupakan unsur yang paling memungkinkan kita untuk melakukan sesuatu, melakukan sesuatu yang sesuai kapasitas kita tentunya.

Soal ini tercakup dalam teori SMART (Specific, Measurable/Measurement, Achievable, Relevant, Time-Oriented/Timing).

Dari semua proses itu yang kadang tidak kita sadari prosesnya lahirlah sebuah ide sederhana yang diharapkan memiliki efek domino dengan tujuan akhir menyelesaikan masalah yang ada. Jika efek domino tersebut tidak berhasil, setidaknya sebuah langkah awal sudah kita lakukan.

Berbicara soal ide dan mengubahnya menjadi aksi, mari kita belajar dari Gary Vaynerchuk.

Gary Vaynerchuk adalah seorang entrepreneur, investor dan juga pengusaha sukses. Ia merupakan CEO dari Vayner Media, digital agency yang berlokasi di New York. Di YouTube, Garry selalu mendokumentasikan kegiatan sehari-harinya. Ia kerap menekankan bahwa eksekusi dan aksi merupakan hal yang paling utama.

Menurut Gary, banyak dari kita yang memiliki ide cemerlang untuk mengatasi masalah yang ada di lingkungan kita. Namun, sedikit yang dapat mengubah ide tersebut ke dalam aksi, hanya sedikit dari kita yang memiliki jiwa esekutor, mengeksekusi ide menjadi aksi.
Ada beberapa skenario, pertama adalah kita merasa bahwa ide yang kita miliki belum sempurna, sehingga belum layak direalisasikan.
Kedua, terlalu sering membuat 'cerita negatif' mengenai apa yang akan terjadi, Bagaimana seandainya kalau orang tidak suka dengan ide kita? Bagaimana kalau nanti hasilnya jelek? dan seterusnya. Gary mengajarkan hal sederhana yang harus kita lakukan, yaitu eksekusi. Ide tidak akan berarti apa-apa jika tidak ada eksekusi.

Dari ulasan ini apakah Anda sudah memahami ke mana arah aksi menandai jalan rusak di Babelan kemarin? Jika belum, mari kita ngopi dan menggagas ragam ide lalu mengubahnya menjadi aksi. 

Adik-adik di Rumah Pelangi sedang belajar mewujudkan ide menjadi aksi, bukan aksi yang absurd tentunya, tapi aksi-aksi yang dipercaya merupakan awal sebuah solusi jika efek domino yang diharapkan berjalan.

#3 Ramadhan 1438H

Artikel ini memiliki 6 Komentar

  1. Luar biasa, merubah ide menjadi aksi ini baru benar. Banyak orang memiliki ide tapi tidak tahu caranya, atau kurangnya motif untuk dapat melakukan sesuatu yang berarti. Temukan alasannya dan saya yakin ide akan berubah menjadi aksi nyata yang real. 🖒

    BalasHapus
    Balasan
    1. Yah motif atau alasan itu penting :)

      Hapus
  2. Ide tanpa aksi merupakan siA-siB
    ��

    BalasHapus
    Balasan
    1. kalo pake ide jadi side A - side B :)

      Hapus
  3. tetap semangat menulis..mengeksekusi ide ide menjadi tulisan

    BalasHapus
    Balasan
    1. Siap, terima kasih sudah mampir :)

      Hapus