Kuman !!!




Ramadhan telah tiba.
Sebelum memasuki Ramadhan bisot sempatkan untuk mengunjungi beberapa kerabat dalam rangka halal bihallal. Ya munggah, sowan, entah apalah, intinya bermaaf-maafan, menguatkan silaturahim dan meminta nasehat-nasehat khusus untuk menghadapi Ramadhan.
Tidak lupa bisot juga mampir ke rumah Ki Somad.
Sore itu ba'da ashar bisot sampai di rumahnya.

Ki Somad sedang banyak tamu rupanya, bisot memperhatikan satu persatu tamu yang sedang ngobrol, yah barangkali aja ada si Oceph, tapi sepertinya tidak ada.

Setelah mengucapkan salam, menyalami satu-persatu tamu yang ada dan kemudian menyalami Ki Somad sambil mencium tangannya. Ki Somad melihat lekat sekejap, mungkin kaget, kok tumben gw mau mencium tangannya, yah gw pikir karena banyak tamu gak ada salahnya gw menunjukkan penghormatan yang lebih dari biasanya, hehehehe.

Bener aja dugaan gw, perbincangan gak jauh dari membicarakan bulan Ramadhan.
"Bulan Ramadhan itu bulan di mana ada satu malam yang membuatnya lebih mulia dari seribu bulan lainnya, amal kita pun akan diberi ganjaran lebih dari bulan-bulan biasanya"

"Jadi bulan Ramadhan itu benar-benar sangat istimewa yah Ki?" sambut seorang tamu yang umurnya mungkin tidak lebih dari 25 tahun.
"Ya, bahkan syaitan sangat membenci datangnya Ramadhan, karena mereka akan dibelenggu dan banyak malaikat yang akan turun ke bumi ini" jelas Ki Somad

"Coba bisot kamu jelaskan, menurut kamu Ramadhan itu apa?" Tanya Ki Somad
"Hmmmm... menurut saya Ki.." Jawab gw mencoba mengulur waktu. Bah, gw kudu jaim nih banyak orang gitu lho.
"Bulan Ramadhan ini adalah bulan spiritual, sebab pada 11 bulan lainnya, kebanyakan kita melupakan sisi spiritual dan sibuk mengejar dunia, maka pada bulan Ramadhan, kita seharusnya kembali mengingat akhirat, agar hidup kita seimbang, itu menurut saya lho Ki" jawab saya mencoba berpolemik.

"Yah, benar, hidup itu harus seimbang, mudah-mudahan dengan hadirnya ramadhan bisa menjadi bekal spiritual untuk menjalani hidup yang lebih seimbang setelah ramadhan" jelas Ki Somad.
Para tamu mengangguk-anggukan kepala memaklumi, gw GR dalam hati, hihihi bisa aja nih Ki Somad.

Petang semakin matang, satu persatu tamu pulang. Saat tinggal gw berdua dengan beliau, Ki Somad menyulut rokoknya.

"Jadi Ramadhan itu penyeimbang yah?" tanya Ki Somad datar sambil menghisap rokoknya.
"Hmmm... yah kalo menurut saya sih begitu Ki" jawab gw membela diri
"kamu tahu istilah tobat tomat?"
"Hah, apa tuh Ki?"
"Itu istilah saja, saat ramadhan dia tobat, lewat ramadhan yah kumat, tobat, terus kumat, yah tomat"
"Hahahaha, bisa aja nih Ki somad, nyindir amat sih hahahaha"
"Tergantung, apa kamu merasa tersindir?" tanya Ki Somad sambil tersenyum penuh makna.
"Ya... hihihi, jadi gimana dong Ki"
"Kalau kamu hanya beribadah dan beriman pada bulan Ramadhan, namun setelahnya kamu kumat lagi, itu berarti kamu hamba Ramadhan, jadilah Rabbani, bukanhamba Ramadhan, bukan hamba bulan Sya'ban dan seterusnya" Terang Ki Somad serius.

"Saat ramadhan, kamu berpuasa, kamu bisa saja berpura-pura puasa, siapa yang tahu? mungkin kamu masih bisa membohongi teman sekerja atau bahkan istrimu, tapi kamu tidak bisa membohongi Tuhanmu, benar?"
"Iya Ki, puasa adalah ibadah rahasia, yang hanya kita dan Tuhan yang tahu" jawabku menanggapi
"Nah, apakah kalau bukan bulan ramadhan lalu kamu menipu, korupsi atau mencuri lantas Tuhan tidak tahu?"
"Ya tahu lah Ki"
"Itulah penyakitnya, penyakit hati, ketahulah Sot, penyebabnya itu hanya satu, yaitu KUMAN" jelas Ki Somad
"Lho Ki, kok kuman sih, itu kan penyakit hati, bukan penyakit fisik?"
"Kuman itu artinya 'kurang iman', hatinya jauh dari Tuhan, ingat Tuhan hanya jika Ramadhan datang,mengerti kamu?" jelas Ki Somad
"Oooo gitu, kirain kuman bakteri gitu, hihihihi"

==========
will be continued, kalo gw inget hihihihi


Salam, semoga berguna.

Klik untuk komentar