antara FHM dan 3C

Antara FHM dan 3C

Hehehe pertama bisot jelasin dulu yeh
FHM (For Him Magazine) itu sebuah Majalah bulanan yang harganya beda tipis banget sama harga buku 3C.
Selanjutnya bahas 3C ajadegh yah, soal FHM, hehehe kapan2 aja.

Di FHM ada burning Question yang bisa bikin gw bengong.
Di 3C ada cerpen2 Sarojini yang juga bikin gue bengong.

Cerpen dengan judul perjalanan impian cukup solid, walaupun peran "Wati" hanya tampil namanya saja, tapi itu jauh lbh matang daripada "Prahara Nurani". Overall, Yah buat gw yang punya selera rada jadul, cerpen Sarojini cukup solid dari segi tokoh dan alur cerita.

How about Mhimi dan Bunda Okky?, gw malah bilang, cerpennya masuk dalam kategori "Pop" gaya Teen-lit atau cerpen2 yg lg naik daun dimajalah remaja dan media pop. Bunda Okky terus mengeksplorasi tentang Cinta, rumah tangga dan perselingkuhan hehehehe...
Mhimi rupanya masih bereksperimen dengan topik yang sangat beragam yah tipikal jiwa muda sekarang dengan visi yang melompat-lompat dan penuh kejutan, sebagaimana yang dia manifestasikan dengan sempurna dalam cerpen "Ghost, Gue cinta dia!.

Jujur ajayah, gw belum baca semua cerpennya paling masing2 hanya 2-3 cerpen dari setiap penulis, sebagaimana buku-buku yang sudah gw baca, gw biasanya hanya baca judul, lalu membuat spekulasi tentang judul itu. Membaca 2 paragraf awal dengan serius, 2 paragraf awal ini yang akan menentukan, apakah gw akan lanjut ke paragraf ketiga dan seterusnya, atau langsung lompat keparagraf akhir. Begitulah yang gw pelajari dan praktekkan tentang membaca scr efisien.

Desain sampul OK, gaya pop yang jauh dari kesan kaku. Kualitas kertas juga bagus, di dalam jg ada sedikit profil penulis dengan foto yg sudah diberi aksen grafis (Mhimi, emang lo gak ada foto yg pake baju warna putih apa yah? kontras hijau kena bias pink dan krem kesannya nge-jreng degh wkkkk, btw Bunda Okky dan Sarojini pake stelan atas warna putih).

Ok degh, gw suka tuh Celoteh Admin BlogGaul, dalem bo! hihihi
Kata-katanya masih tetap simple dan padat. Bravo Mas Ben.

Dan terakhir. Kata2 Ibnu Wahyudi bikin gw agak mengerutkan kening hehehe
"Sketsa kehidupan urban...?"
Hehehe hebat nih orang, bisa menarik garis merah antara 3 penulis dengan 10 karyanya masing2. Curious gak sih loh pada? Ibnu Wahyudi bisa ngelihat, bahwa ketiga penulis ini memang tumbuh, berkembang dan hidup dalam kehidupan kota. Memang ada beberapa cerpen Bunda Okky yang mencoba menampilkan background pedesaan, namun itupun hanya samar2. Ck ck ck..., Beugh salut gw sama Kritikus sastra dan dosen UI ini.

Saran untuk cetakan ke-2 (just wish):
- di akhir setiap cepren Bunda Okky dan Sarojini terlalu monoton, "pondok sastra" dan "jin kampus" huehehehe... mending kayak si Mhimi, setiap cerpen signature nya beda2. Kalo bisa sih, di isi bidel, quotation atau semacam keyword, atau apalah hihihi

da agh bawel amat yah gw?

mengutip dengan semau gw, kalimat akhir "Pematang di Ambang Petang" (gw suka judulnya nih hihihi)

Gw terseyum, Omong kosong apalagi yg telah gw muntahkan.


Salam
Kalo gak nyambung sama judulnya...
hihihi emangnya di larang?

antara FHM dan 3C ada laptop gw yang menghalangi cover syur FHM hihihihi

Klik untuk komentar