Solilokui ~ ode to my soul


Kamis, 12 Juni 2008 @ 10:52 WIB - Diari




Pagi ini..., tidak bisa kunikmati antrian kendaraan dan terik membakar kulit
Sudah 2 hari menyusuri waktu menyelami diri bersama penyakit
Hanya penyakit fisik yang menyadarkan betapa nikmatnya kesehatan

Termenung sendiri, terbaring pasrah dalam pengapnya kamar
Seperti burung kecil yang mulai menyadari penjara sangkar
Astagfirullah, entah kapan terakhir kalinya aku berbicara dengan mu wahai jiwa

Apa kabarmu wahai jiwaku?
Kenapa kau menjadi pendiam, pemurung dan pemalu?
Jarang kudengar lagi petunjuk kebenaran yang santun kau bisikkan

..............
Air mata! Darimana datangnya ini?
Kau kah yang menangis wahai jiwa?

Belumkah sampai padamu wahai saudaraku
Bisikan pedih Nabi Nuh saat kehilangan anak kandungnya
Dalam kerendahan hatinya kepada Allah, ia bermunajat:
"Ya Tuhanku, hamba berlindung kepada-Mu dari memohon sesuatu yang tidak kuketahui (hakekat)nya." [Al-Huud:47]

Yah, betapa sering diri ini mempertanyakan kemaha sutradaraan-Mu
Mengingkari sunah-Mu dengan pikiran dan pendapat
seakan memahami dan melihat segalanya dengan mata-Mu

Telah sampai kepada diri ini peringatan-Mu ya Maha Bijak

Hai orang-orang yang beriman, jika datang kepadamu orang fasik membawa suatu berita, maka periksalah dengan teliti, agar kamu tidak menimpakan suatu musibah kepada suatu kaum tanpa mengetahui keadaannya, yang menyebabkan kamu menyesal atas perbuatanmu itu. [Al-Hujurat: 6]

Dan janganlah kamu mengikuti apa yang kamu tidak mempunyai pengetahuan tentangnya. Sesungguhnya pendengaran, penglihatan dan hati, semuanya itu akan diminta pertanggungan jawabnya. [Al-Isra': 36]

Hamba mendengar.....
hamba mendengar ya Pemilik jiwa
Air mata ini adalah kerinduan yang membuncah
Air mata ini adalah cinta yang terlupakan
yang terasing dalam hati hamba yang gelap

"Sesungguhnya bukanlah mata itu yang buta, tetapi yang buta ialah hati yang di dalam dada. [Al-Hajj : 46].

......
.............
Ijinkan hamba mempersiapkan diri
Mempercantik jiwa
Membersihkan hati
Untuk kembali pada-Mu ya Cinta


Klik untuk komentar