
Saya mengenal dunia blog ketika internet masih terasa sangat sederhana. Saat orang-orang menulis tanpa beban, tanpa rasa takut salah ucap, apalagi takut UU ITE. Menulis waktu itu murni tentang berbagi cerita—mengalir begitu saja. Dari masa itulah saya kemudian dipertemukan dengan sebuah “rumah” bernama Komunitas Blogger Makassar AngingMammiri.
Belakangan kemudian barulah saya tahu kalau Komunitas Blogger Makassar AngingMammiri, ternyata dulunya juga bagian dari keluarga besar BlogFam. Dari jejak Mbak Injul sebagai salah satu admin Blog Indosiar, tempat awal saya belajar ngeblog, sekitar tahun 2006 saya akhirnya memberanikan diri mendaftar di Forum BlogFam.
Jujur saja, saya lebih sering jadi silent reader. Sampai terakhir saya berkunjung sekitar 2013 pun, saya masih berstatus dagang siomay karena jarang berinteraksi :D
Meski begitu, dari posisi “mengamati diam-diam” itulah saya justru belajar banyak. Tentang cara menulis, cara berdiskusi, cara menghargai perbedaan, dan tentang hangatnya sebuah komunitas yang benar-benar terasa seperti keluarga.
BlogFam adalah singkatan dari Blogger Family. Kata “family” di sini bukan sekadar pemanis nama. Di forum, istilah “member” diganti menjadi “keluarga”. Moderator menjaga interaksi dengan cukup tegas—demi suasana yang tetap sehat dan penuh hormat. Bahkan dulu, ada semacam aturan tak tertulis bahwa setiap keluarga minimal sekali harus ikut kopdar. Katanya, keluarga kok nggak saling kenal? :D
Dan benar saja, sekali ikut kopdar, saya malah ketagihan. Sampai pernah misuh-misuh sendiri kalau ada kopdar yang sebenarnya bisa saya hadiri tapi saya nggak dikabari. Bayangkan kalau reuni besar benar-benar terjadi, betapa ramainya keluarga yang tiap hari cerewet di dunia maya ini saat bertemu di dunia nyata.
Yang selalu membuat saya takjub dari BlogFam adalah jangkauannya. Kami tersebar di berbagai pelosok—dari Papua, Jakarta, Jepang, Kanada, Perancis, hingga negara lain. Jarak geografis yang jauh terasa dekat karena kami saling membaca, saling menyapa, saling belajar lewat tulisan. Tagline “We Are a Virtual Family” itu benar-benar hidup.
BlogFam juga dikenal dengan aksi-aksi “nekat bermodal kebersamaan”. Lomba menulis, lomba memasak online di era ketika video masih jarang, hingga cerita estafet yang ditulis sambung-menyambung oleh banyak orang. Semua lahir dari gotong royong dan kepercayaan bahwa setiap orang punya potensi.
Di sinilah saya memahami bahwa BlogFam bukan sekadar komunitas berkumpul, tetapi ruang belajar kolektif yang serius, meski dibungkus dengan kehangatan.
Waktu berlalu. Kami tumbuh bersama. Dari yang dulu remaja penuh mimpi, kini banyak keluarga BlogFam yang telah menjadi jurnalis, penulis, dosen, dokter, kreator konten, komika, hingga ibu rumah tangga yang luar biasa tangguh. Saya sendiri masih di sini—masih menulis, masih belajar, masih merasa kecil di antara orang-orang hebat yang pernah saya temui di BlogFam.
Tahun 2018, beberapa keluarga mulai menggaungkan “BlogFam Is Back”. Saat itu saya hanya bisa tersenyum sendiri membaca postingan teman-teman. Ada rasa haru, ada rindu, ada harapan. Saya pun sempat menyaksikan masa transisi ketika forum berubah menjadi portal dengan sistem redaksi dan kontributor, hingga kini blogfam.com menjadi agregator blog dengan tagline "When Sharing Meets Caring". Ke depan akan menjadi seperti apa lagi? Saya tidak tahu. Tapi saya percaya satu hal: BlogFam tetap bertahan karena ia tidak pernah mengharamkan perubahan.
Bagi saya, kekuatan BlogFam bukan pada tampilan situsnya, bukan pula pada popularitasnya. Kekuatannya ada pada nilai: saling menghargai, saling menguatkan, dan saling menerima perbedaan. Mungkin karena kami berteman terlalu lama, karakter satu sama lain terasa sudah tersaring dengan sendirinya. Kami belajar mengapresiasi persamaan dan menghormati perbedaan. Itulah yang membuat hubungan ini bertahan seperti sebuah keluarga besar.
Ada pula rindu yang tak pernah benar-benar hilang. Rindu pada forum yang ramai, rindu pada diskusi panjang, rindu pada notifikasi komentar yang datang silih berganti. Dan tentu, ada doa untuk mereka yang telah lebih dulu berpulang. Al-Fatihah untuk Kak Ita, Kak Inong, dan kawan-kawan lain yang telah meninggalkan jejak di rumah besar ini.

BlogFam lahir pada 6 Desember 2003. Dua puluh dua tahun telah dilewati. Zaman telah berganti berkali-kali, tapi rasa itu masih sama: hangat, sederhana, dan penuh semangat berbagi. Saya bersyukur pernah menjadi bagian dari perjalanan panjang ini. Saya bangga mengenal orang-orang hebat di dalamnya. Dan saya bahagia karena, di satu sudut internet, saya pernah punya—dan masih punya—rumah untuk pulang.
Selamat ulang tahun ke-22 BlogFam. Terima kasih telah menjadi rumah bagi cerita, tempat belajar, dan ruang bagi kami untuk tumbuh bersama. Semoga semangat “When Sharing Meets Caring” dapat tetap menjadi api yang menghangatkan kembali rumah besar ini. Aamiin.