Siapapun Presidennya, Kita Tetap Bekerja Untuk Mencukupi Kehidupan Kita

Intinya, bangsa ini sedang gak baik-baik aja. Riba sedang menggurita seluruh sendi kehidupan anak bangsa. Dan mereka gak lagi berdiam buat hidup

Siapapun Presidennya, Kita Tetap Bekerja Untuk Mencukupi Kehidupan Kita

"Siapapun yang jadi presiden, kita tetap bekerja untuk mencukupi kehidupan kita. "
... 
BENER BANGET!

Jelang pemilu 2024 sampai detik ini, masih teramat banyak kalimat kayak gitu ditulis orang di time line platform semua sosial media. Tapi, entah kenapa gw gak suka aja gitu, dengan tulisan tersebut. Gw mencernanya dengan sedikit begubed dan sampai pada kesimpulan,

"Emang menurut lu, hidup itu cuma gitu doang? " 
Cari uang, buat mencukupi kehidupan sendiri. 
Kalo cukup, gimana? 
Kalo gak cukup, gimana ? 

Padahal, harga sebungkus mie instan, sampe harga sepotong tempe goreng ditentukan sama cara kita menyikapi politik, terutama memilih pemimpin

Too bad ternyata banyak orang yang udah tinggi ilmu agamanya masih kepikiran kalo partisipasinya pada kontestasi politik adalah sesuatu yang sia-sia, banyak mudharatnya sampai pada tahap: haram. Padahal, Rasulullah saw dan para sahabat dan salafussholeh banyak meriwayatkan bagaimana kepemimpinan dalam Islam itu puenting bangat buat kemaslahatan ummat. 
Hari ini, udah 2 orang yang japri gw, curhat bagaimana rungsingnya dia karena sedang berurusan dengan pinjol 🥲. 

Hidupnya jadi gak tenang karena jatuh tempo tanggal 20, tanggal 5 tagihan melalui WA udah gencar. Ditanggapi salah, gak ditanggapi lebih salah. Setidaknya para debt kolektor mereka secara sistematis langsung menghubungi kontak sipeminjam by phone! Bukan by teks lagih 😭

Berdebar juga gw ngebales curhatan mereka saat ini. Pertama, gw gak punya dana 😪😪 yang bisa bantu sekedarnya karena kas Sisters udah minus 5 juta. Itu artinya, kantong gw yang emang udah dalem, tambah dalem karena uang pribadi kepake nombok dan gw punya ceruk utang juga walau gak berbunga. 

Kedua, segudang kata sabar, ikhlas, tawakal, dan taburan doa supaya Allah kasih jalan rezeki dan kemudahan untuk mengatasinya kayaknya akan terasa hambar, menyesakkan dan bikin kepala kian rungkad saja. 

Tapi yaa mau gimana, gw baru aja ngadepin permasalahan yang sama, walau bukan gw yang utang, tapi anak sulung gw yang tinggal jauh dari gw 🥲🥲🥲

Gw cuma bisa bantu sedikit, sambil berusaha keras bicara dengan tenang ama dia. Supaya dia gak berfikir kalo gw nyalahin dia. Namanya hidup sendiri, ntah ada kebutuhan yang gw gak tau yang bikin dia terpaksa harus berhutang. 

Setengah mampus gw menata kata, menekan intonasi suara, padahal dalem hati "ndredeg" gak karuan. Karena gw pernah berada diposisi yang sama 15 tahun lalu. 

Bagaimana gw kehilangan rumah, mobil dan usaha yang gulung tikar sampai saat ini karena terjerat hutang bank. Pahit dan sakitnya gak bisa diungkapkan dengan kata-kata. Makanya gw bingung gimana menyikapinya kalo ada curhat soal terjerat utang begini. 

Intinya, bangsa ini sedang gak baik-baik aja. Riba sedang menggurita seluruh sendi kehidupan anak bangsa. Dan mereka gak lagi berdiam buat hidup mereka. Mereka juga kerja, usaha...! Dan gw yakin kalo pemimpin bangsa itu, punya peran besar dalam menentukan kehidupan masyarakat yang berada di bawah kepemimpinannya. 

Pemilu 2024: Siapapun Presidennya, Kita Tetap Bekerja Untuk Mencukupi Kehidupan Kita

Bukan pemimpin yang baik kalo dia hanya memperkaya diri, keluarga dan kroni-kroninya saja. Mengacak-acak konstitusi demi ambisi dan balas dendam pribadi. Menjual tanah air yang diperjuangkan oleh para pejuang dan ulama dengan jiwa, raga, darah dan airmata kepada pihak asing demi melanggengkan tambang uang mereka sendiri. Keji! 

Gw rasa, omongan:  siapapun pemimpinnya kita tetep kerja, cari duit sendiri, itu omongan orang yang gak punya empati. 

Semoga Allah yang Maha Kuasa masih berkenan menyayangi kita semua dengan tidak menghadirkan KEMBALI, pemimpin yang dzalim dan dengan pintarnya membodohi anak bangsa yang sedang terjerat dalam jebakan hubud dunya dan menjadi hamba perut, hingga menggadaikan akal sehat dan hati nurani demi susu dan sepiring nasi yang dijanjikan terhidang secara free tapi ditukar dengan kenaikan pajak yang kian mencekik pada sektor vital yang dibutuhkan masyarakat sekarang ini. 

Semoga Allah yang Maha Kaya, mengangkat kesulitan teman-teman yang sedang terjerat utang dan memberikan rezeki halal yang berlimpah buat kita semua. 

Aamiin.. 

.... 

Penulis Mak Sri Suharni
Sabtu 17 Februari 2024


2 komentar

  1. Aminn aminn aminn, amin banget
    1. Amiiiin semoga menjadi negara yang sejahtera, kompak pemimpin dan rakyatnya :)
No Spam, Please.