Surga Juga Ada di Telapak Kaki Ayah

Ada Surga di Telapak Kaki Ayah

Oleh: Taufik Rahman


Surga Juga Ada di Telapak Kaki Ayah

Sebagai seorang anak, memang sudah seharusnya kita selalu berbakti kepada orangtua kita. Baik itu berbakti kepada ibu ataupun ayah karena keduanya mempunyai peranan yang sangat penting dalam kehidupan kita. 

Tanpa adanya mereka, pastilah kita sebagai anak, tak akan dapat berbuat banyak di dalam dunia ini.

Sosok pertama yang sering disebut sebagai pahlawan keluarga biasanya ibu. Ibu mengandung selama 9 bulan ditambah proses persalinan yang tidak mudah, disertai rasa sakit yang dialaminya untuk melahirkan kita. 

Wajar kiranya jika Rasulullah pun menyebut Ibu sebanyak tiga kali, sementara ayah hanya satu kali saat ada yang bertanya mengenai berbakti kepada manusia. 

Seseorang datang kepada Rasulullah shalallahu 'alaihi wasallam dan berkata,, "Wahai Rasulullah, kepada siapakah aku harus berbakti pertama kali?." Nabi shalallaahu 'alaihi wasallam menjawab, 'Ibumu!'. Dan orang tersebut kembali bertanya, 'Kemudian siapa lagi?' Nabi shalallaahu 'alaihi wasallam menjawab, 'Ibumu!' Orang tersebut bertanya kembali, 'Kemudian siapa lagi?' Beliau menjawab, 'Ibumu.' Orang tersebut bertanya kembali, 'Kemudian siapa lagi,' Nabi shalallahu 'alaihi wasallam menjawab, 'Kemudian ayahmu.' (HR. Al Bukhari).

Mungkin maksud dari ucapan tersebut ialah karena perjuangan seorang ibu sangat besar pada anaknya, apalagi seorang ibu sudah mempertaruhkan hidupnya demi melahirkan seorang anak dan tentunya juga ia harus patuh terhadap seorang suami.

Namun bagaimana dengan ayah? Sosok ayah seringkali seperti diabaikan karena dianggap perjuangan yang ia lakukan tidak seberat perjuangan seorang ibu. 

Padahal ayah merupakan tulang punggung dan pelindung dalam sebuah rumah tangga.

Menurut definisi umum, ayah adalah orang tua laki-laki, seorang anak tergantung hubungannya dengan sang anak. Seorang "ayah" dapat merupakan ayah kandung (ayah secara biologis) atau ayah angkat. 

Panggilan "ayah" juga dapat diberikan kepada seseorang yang secara de facto bertanggung jawab memelihara seorang anak meskipun antar keduanya tidak terdapat hubungan resmi. 


Tapi Apakah pengorbanan Seorang Ayah begitu disepelekan?


Kebanyakan kita memang tidak benar-benar mengetahui atau kurang mengerti pengorbanan seorang ayah dalam menghidupi anaknya dan juga banyak dari kita menghubungi ayah kalau ada hubungannya dengan urusan materi.

Mungkin itu karena ayah adalah seorang yang cari nafkah untuk keluarga dan urusan-urusan yang bersifat materi memang dibebankan olehnya, tapi yang perlu kalian ketahui ialah seorang ayah rela menahan rindu karena tak bisa bertemu anaknya secara intens karena ia harus mencari rejeki untuk keluarganya

Seorang ayah juga rela tak menikmati hasil jerih payahnya demi bisa memenuhi kebutuhan hidup yang ada dalam keluarga, dan ayah juga rela mengorbankan hidupnya demi bisa menjamin masa depan anaknya agar menjadi orang yang hebat.


Surga Juga Ada di Telapak Kaki Ayah



Apakah Kita Sering Tegur Sapa Kepada Ayah Kita?


Kebanyakan seorang ayah memang mempunyai sifat yang cuek atau acuh, tapi pada dasarnya seorang ayah selalu berfikir jauh lebih maju untuk memikirkan masa depan keluarganya karena seorang laki-laki itu bertanggung jawab akan hal tersebut.

Jadi kita sebagai anak jangan pernah berprasangka bahwa seorang ayah kita tak pernah memperhatikan kita, akan tetapi tanggung jawab seorang ayah lah yang membuat kita tak pernah punya waktu untuk saling bercengkrama satu sama lain

Tapi kita jangan pernah menyalahkan keadaan tersebut, karena jauh dari lubuk hatinya seorang ayah selalu memikirkan anak-anaknya, walau tak pernah memperlihatkan ekspresinya, dan sudah seharusnya kita sebagai anak harus saling tegur sapa dengan ayah kita sendiri.

Sebagai contoh sederhana, bila di seorang ibu atau istri ditinggal oleh seorang ayah atau suami pasti yang paling pertama kali ia tangisi adalah bagaimana nanti kehidupan anaknya tanpa pemasukan dari suami. Memang sifat alamiah seorang wanita ialah sifat materialistik karena memang tabiat seorang wanita selalu hidup dengan yang realistis, dan itu bukanlah sebuah kesalahan.

Lain halnya dengan seorang ayah ketika ia ditinggal oleh ibu atau istri, seorang ayah akan menangisi kepergian istri atau ibu dari seorang anaknya karena ia memikirkan bagaimana masa depan anaknya yang dididik tanpa seorang ibu.

Dan mengkhawatirkan masa depan anaknya karena tidak bisa terurus bila tak punya seorang istri. Itulah sifat seorang ayah. Terlihat simple tapi syarat akan makna. Itulah aslinya sosok seorang ayah.


Ayah Adalah Pahlawan Keluarga


Seorang ayah adalah pahlawan bagi keluarganya, karena bagaimanapun juga ayah adalah seseorang yang berjuang dalam membangun dan menjaga keutuhan keluarga.

Ayah adalah pahlawan, karena seorang ayah merupakan sosok guru dan mentor yang hebat, dan juga ayah suka mengajari anaknya dari hal-hal kecil yang penting, seperti memperbaiki barang-barang, mengajarkan dalam bidang olah raga dan menulis.

Ayah juga bukanlah sosok yang kurang emosional, beda halnya dibandingkan seorang ibu dan ayah bisa memimpin dengan memberi teladan serta memberikan waktunya untuk mengajari berbagai keterampilan hidup.

Ayah adalah pemberi dan pelindung yang hebat, karena ayah merupakan sosok pahlawan dalam berkomitmen untuk menafkahi keluarga, bahkan seringkali ayah mengorbankan banyak hal. Seperti banyak ayah yang bekerja dengan dua atau lebih pekerjaan untuk memastikan bahwa keluarganya memiliki makanan dan tempat tinggal yang cukup. Ayah juga memberikan rasa aman dan perlindungan untuk keluarganya.


Jika Kamu Menghormati Ibumu, Kamu Juga Harus Menghormati Ayahmu


Kehadiran ayah juga sama pentingnya dengan kehadiran ibu yang telah melahirkan kita. Ayah memberikan peran dan pembelajaran yang tidak atau bahkan jarang ibu berikan kepada anaknya, dan seorang ayah itu lebih tajam dalam hal kebijaksanaan, pemodelan moral, pengembangan diri, dan proteksi.

Memang air susu ibu itu adalah bentuk kasih sayang orang tua kepada anaknya. Lantas apakah keringat ayahmu untuk menghidupimu kamu anggap tak ada?.

Dalam hal ini, kita tak pernah mengesampingkan peran besar seorang ibu yang begitu besar dalam kehidupan anaknya, karena tanpa adanya ayah dan ibu kita takkan bisa menjadi seperti ini.

Harapannya adalah, agar kita selalu menghargai perjuangan ayah yang begitu besar dalam kehidupan anak-anaknya.

Saya selalu percaya bahwa ayah membawa surganya sendiri karena “Ada Surga Ditelapak kaki Ayah”.


*Penulis adalah relawan literasi Kabupaten Bekasi yang juga sebagai pendiri Gubug Literasi Setu.


comments

Lebih baru Lebih lama