Numpang Ngopi di Aksi Sebar Nasi Bungkus Jumat Berkah Muara Bendera Muaragembong

Numpang Ngopi di Aksi Sebar Nasi Bungkus Jumat Berkah Muara Bendera Muaragembong

Belum jam 12 siang, tapi teriknya sinar matahari di atas Desa Pantai Bakti Kecamatan Muaragembong sudah berhasil memeras keringat saya. Langit pertengahan September cerah, puanasnya cetar membahana. Pengen cepat-cepat naik perahu dan sampai di tujuan.

Sebenarnya, dermaga untuk naik perahu posisinya ada di depan Kantor Kecamatan Muara Gembong, tapi berhubung rombongan juga bermaksud bongkar muat barang, maka dipilih dermaga darurat di bawah jembatan agar lebih teduh dan tidak mengganggu aktivitas dermaga. Dermaga darurat ini berada pas di bawah "Jembatan Jokowi".

Saat saya tiba di bawah jembatan, beberapa kawan sedang bahu membahu memindahkan barang-barang dari ambulance ke perahu. Ambulance yang dipiloti Pak Gatot Prio Utomo itu berangkat dari Posko Jati Asih Kota Bekasi dengan mengangkut barang berupa paket-paket sembako yang akan dibagikan kepada warga Kampung Muara Bendera Desa Pantai Bahagia.

"Isi paketnya masing-masing 5 kg beras, 2 liter minyak goreng, 1 kg gula pasir, sekotak teh celup, sebungkus biskuit," kata Bu Mutia Farida Ketua Rombongan Aksi Sedekah Bareng Nasi Bungkus (SEBAR NABUNG). 

Bawaan lainnya ada beberapa bungkus nasi padang, buah-buahan, 4 loyang marmer kue kering dan belasan potong daster baru dari The Sisters Taman Rahayu. Selain itu ada paketan juga dari Komunitas Gerakan Peduli Sedekah (GPS) berupa beberapa dos teh manis kemasan dan lain-lain.

Gak lama, 1 perahu yang biasanya dipakai untuk mengangkut pasir itu kini sudah penuh dengan muatan paket baksos. Pak Gatot ikut dalam perahu yang mengangkut paket tersebut, sedangkan saya bersama teman-teman naik perahu yang berbeda dan lebih dahulu berangkat menuju Muara Bendera di ujung Sungai Citarum.

Angin pesisir sesekali berhembus meniup panasnya cuaca terik, rumah-rumah penduduk sudah mulai berjarak, pemandangan kanan kiri Sungai Citarum sudah berganti dengan pepohonan dan burung-burung khas pesisir yang berterbangan mencari ikan dan hinggap di pohon-pohon rindang tepian kali.

Ketika sudah mulai tampak banyak perahu-perahu nelayan dengan berbagai bendera warna-warni yang bersandar di tepi Citarum, itu tandanya perahu kami sudah masuki Kampung Muara Bendera di Desa Pantai Bahagia.

Numpang Ngopi di Aksi Sebar Nasi Bungkus Jumat Berkah Muara Bendera Muaragembong

Baksos Aksi Sebar Nasi Bungkus Jumat Berkah Ke 240 tanggal 14 September 2021 berlokasi di rumah Pak RT Minan. Secara simbolis, Bu Mutia dan Ommi juga sempat mendatangi beberapa rumah untuk menyampaikan paket sembako, selebihnya warga sekitar mengambil sendiri paket sembako di rumah Pak RT Minan. Saat kami kembali tampak Mak Sri sudah dikelilingi ibu-ibu yang ingin mendapatkan daster baru bawaannya.

Saya hanya duduk menikmati kopi sambil memperhatikan Pak RT Minan yang kewalahan menangani ibu-ibu yang datang ke rumahnya untuk mengambil paket baksos. Belum lagi sesekali ada warga yang datang menanyakan soal vaksinasi dan urusan lain. Hari ini menjadi hari yang super sibuk buat Pak RT Minan sekeluarga. Di tempat ini, saya sudah menghabiskan 2 gelas kopi dan sekitar 200 jepretan foto. :)

Ada anak tanpa pakaian yang menangis di gendongan ibunya, entah karena panas yang menyengat, belum kebagian teh kotak atau sengaja dicubit ibunya. Anak-anak yang sudah mendapatkan teh kotak bermain dan bercanda di antara antrian orangtuanya. Acara baksos menjadi meriah, tumplek blek.
Numpang Ngopi di Aksi Sebar Nasi Bungkus Jumat Berkah Muara Bendera Muaragembong

Mission accomplished, selanjutnya dari lokasi baksos kami menuju lokasi konservasi mangrove tepat di ujungnya Citarum, lokasi ini banyak dihuni Monyet Ekor Panjang (Macaca fascicularis), dan jika beruntung, kita juga bisa melihat kawanan Lutung Budeng (Trachypithecus auratus). Tapi hari itu bukan keberuntungan kami, gak ada satupun lutung yang tampak.

Numpang Ngopi di Aksi Sebar Nasi Bungkus Jumat Berkah Muara Bendera Muaragembong
 Lutung Muaragembong 

-----------------

Keikutsertaan saya dalam rombongan ini tidak lain bertugas untuk mendokumentasikan kegiatan, sekalian juga hunting banyak hal selama perjalanan dan selama baksos berlangsung. 

Beberapa potret perahu nelayan, pemandangan pesisir, foto monyet serta burung yang saya tangkap rencananya akan saya publish untuk setoran upload bersama Instanusantara Karawang Bekasi di Instagram .

Beberapa tahun ke belakang, saya pernah melaksanakan kegiatan serupa. Menjadi kurir sedekah ke tempat-tempat atau saat tertentu. Biasanya ada saja hal yang luput dari perhitungan penyelenggara, seperti ongkos-ongkos yang keluar dan biaya operasional. 

Dalam kegiatan ini saja, saya coba mengingat item-item yang mungkin tidak diperhatikan, seperti biaya transportasi dan akomodasi sopir ambulance, ongkos 2 perahu pengangkut pulang pergi, makan dan minum penyelenggara di lokasi, serta pengeluaran lainnya yang masuk ke dalam biaya operasional. 

Pos-pos pengeluaran seperti itu jarang dicantumkan, karena seringnya itu jadi pos sedekah rahasia penyelenggara. 

Tapi sayangnya, tidak semua penyelenggara mampu dan sanggup menutup pos ini sendirian. Teman-teman relawan yang banyaknya hanya bermodal semangat kerap dibuat pusing dengan biaya operasional seperti ini dan akhirnya meminta pertolongan donatur lain untuk sekadar membantu mereka menutup pos pengeluaran ini.

Diperlukan jalan keluar yang halus dan bijak untuk menyelesaikan masalah biaya operasional kegiatan-kegiatan non profit atau aksi sosial seperti ini. Hal ini yang musti saya  pelajari dari rombongan yang bersinergi dalam Aksi Sebar Nasi Bungkus Jumat Berkah, yang telah sekian lama berjalan masih tetap istiqomah menjalankan kegiatannya.

Salam

comments

Lebih baru Lebih lama