Bincang Sore Tentang Bisnis dan Membuka Lowongan Pekerjaan

Bincang Sore Tentang Bisnis dan Membuka Lowongan Pekerjaan

Akhir pekan lalu seorang teman yang berprofesi sebagai chef di salah satu restoran di Bali menghubungi saya. Obrolan yang berawal dari saling komentar di status Facebook lalu berlanjut ringan-ringan saja, dari tentang bagaimana kabar teman-teman lainnya hingga pertanyaan kapan saya akan ke Bali lagi.

"Tergantung bro," jawab saya singkat.
"Yah tergantung kapan saja kamu mau membelikan saya tiket ke Bali pulang pergi."
"Hahaha, bisa saja, lebih banyak uangmu daripada uangku," jawabnya cepat.

"Sekarang bisnis rumah makan sedang babak belur bro, aku sementara berencana mau membuka kafe saja sambil menunggu efek pandemi Covid berakhir," katanya.

Kalimatnya bukan keluhan, sebagai orang keturunan Sumatera yang tumbuh besar di Jakarta dia bukan tipe pengeluh. Saat saya kembali ke Bekasi dan menikmati zona nyaman sebagai karyawan dia justru hijrah ke Bali bersama keluarga kecilnya untuk mengadu nasib di bidang bisnis kuliner. Jiwa rantau dan keuletan teman saya ini jauh melebihi saya dan teman-teman SMA saya kebanyakan.

"Memangnya bisnis resto dengan bisnis kafe itu berbeda?,  saya pikir sama saja." 
Saya mencoba mengorek lebih jauh mengenai niatnya.
"Beda jauh bro, kalau resto sasaran utamanya bule, kalau kafe sasaran utamanya penduduk dan wisatawan lokal, tapi ini bukan untuk selamanya kok, hanya agar restoku ada kegiatan dan tidak tutup total" jawabnya.

Dari balik telepon saya mendengar suara seruputan kopi dan hembusan rokoknya, seakan-akan kami kami sedang ngobrol berdua. Suasana seperti sekitar tahun 2009 terbayang kembali, di mana kali terakhir saya mendatangi restorannya saat saya ke Bali untuk suatu urusan.

"Keren sih, masih memikirkan bagaimana restoran tetap jalan di masa susah seperti sekarang, pegawaimu pasti senang dengan rencana ini," kata saya menerawang alasan di balik rencananya.

"Ya enggak juga, kalau kafe ini jadi buka hanya beberapa orang pegawai lama yang bisa dipakai, seperti kasir dan pelayan, tapi aku mesti mencari barista minimal 2 orang supaya mereka bisa masuk bergantian."
Info Lowongan Kerja Bali Terbaru di LOKERBALI.info
"Ya tetap keren, kamu tinggal buat lowongan pekerjaan, tinggal buka web Loker Bali, daftar sebagai pemberi kerja lalu masukkan spesifikasi atau kualifikasi calon bartender yang dibutuhkan?."

"Maksudnya bagaimana?, terus terang aku enggak tahu mau bagaimana membuka lowongan pekerjaan seperti itu, iklankan di mana dan berapa biayanya untuk job rekrutmen seperti ini," katanya pasrah

"Maksudku, kamu bisa membuat lowongan untuk para pencari kerja dengan bantuan jasa iklan di internet dengan kata kunci lowongan kerja Bali, atau kalau mau mudah gunakan saja layanan listing lowongan pekerjaan. Zaman sudah canggih bro, makanya jangan gaul di dapur terus dong," ledek saya.

"Hahaha, baik-baik, akan aku coba saranmu. Nanti kita lanjutkan perbincangan kita dan kalau jangan bosan kalau aku telpon lagi untuk membicarakan soal lowongan pekerjaan ini. Aku sudah janjian dengan anakku untuk surfing sore. Jaga kesehatan, salam buat keluarga."

"Hahaha siap, salam juga buat keluargamu, sukses selalu bro," jawabku mendoakan yang terbaik untuk bisnisnya.

---
Internet bagi sebagian orang mirip pasar, yaitu tempat bertemunya penjual dan pembeli secara online. Selain untuk mencari pekerjaan internet juga bisa dimanfaatkan untuk mengumumkan lowongan pekerjaan. 

Bagaimana mungkin para pencari lowongan mendapatkan lowongan jika pemilik lowongan tidak memanfaatkan internet? 

Semoga bisnis teman saya dapat bertahan di masa sulit akibat Pandemi Coronavirus (Covid-19) seperti sekarang.




komentar

Lebih baru Lebih lama