Hai Lelaki, Seberapa Algojonya Dikaauuu...

Hai Lelaki, Seberapa Algojonya Dikaauuu...

Beberapa bulan yang lalu, saya pernah menjenguk teman suami yang selesai menjalani operasi batu ginjal. Dan mengeluhlah si teman itu betapa sakitnya operasi yang dijalaninya dengan melalui alat vitalnya itu. Waktu itu istri si teman cuma bisa senyam senyum bilang.. 

"Gimana kalo ngerasain ngelahirin, yah?. ngeluarin anak dari situ juga. Jadi sekarang tahu kan gimana rasanya orang ngelahirin. Ini mah gak ada seperempat dari rasa sakit ngelahirin." dan saya tentu saja langsung ikut manggut-manggut setuju.

Memang benar apa yang dibilang istri teman suami itu, kaum lelaki rasanya gak ada yang kuat menahan sakit dalam bentuk apapun juga. Dari kecil, kultur sudah membiasakan mereka menerima perlakuan istimewa dibandingkan saudara-saudaranya yang perempuan. Apalagi masyarakat Indonesia kental dengan budaya patriarki-nya. Selalu kaum lelaki yang dinomor satukan, dalam segala hal.

Dan ketika dewasa pun, hanya beberapa yang bisa benar-benar menghargai wanita. Kalau mendengar curhatan beberapa teman dan juga sebagian adalah pengalaman pribadi saya, laki-laki cenderung menyepelekan wanita dalam segi fisik maupun psikis. Memang siihh... Dari segi fisik gak bisa dipungkiri kalau mereka lebih kuat dari kita para wanita, toh memang sudah dikodratkan seperti itu oleh Allah Swt. Tapi kenapa masih ada yang menyalahgunakan kekuatan fisik mereka untuk menyakiti kaum wanita?, bukannya menjalankan kodrat mereka untuk melindungi.

Juga, gak perlu selalu mengintimidasi kaum wanita dengan bahasa verbal dan bahasa gesture-mu. Banyak wanita dengan pakaian mini yang mengundang selalu jadi sasaran empuk godaan dan tatapan liar kaum lelaki. Sebagian banyak memang salah sang perempuan tidak bisa menjaga sikapnya, tapi banyak juga wanita dengan baju tertutup rapat gak luput dari godaan laki-laki "hidung belang".


Kalau hanya ingin menunjukkan eksistensimu dan superioritasmu, kami sudah paham kalau kau memang lebih "hebat" dari kami.


Jadi seberapa algojonya dikaauuu kaum lelaki??? Kau ditakdirkan memiliki banyak kelebihan dibandingkan kami kaum wanita. Tapi toh kami juga punya banyak kelebihan yang tidak kau punyai. Kenapa kita gak bisa saling melengkapi saja tanpa menyakiti hati satu sama lain?. Kadang-kadang, kenapa bogem mentahmu yang kau layangkan dengan ringan kepada tubuh kami?. Apa kami pantas diperlakukan seperti itu? kalau hanya ingin menunjukkan eksistensimu dan superioritasmu, kami sudah paham kalau kau memang lebih "hebat" dari kami.



Tapi rasanya kami tidak patut diperlakukan seperti itu. Memukul orang dan menganiaya orang itu perbuatan jahat dan tidak bertanggungjawab. Sebagai manusia, di mana rasa kemanusiaanmu kalau kau melihat acara di tv ketika seseorang menjadi sasaran amuk masa?. Tidakkah tergerak hati nuranimu? Apalagi jika kau yang menjadi "subyek"nya. tidakkah menjerit luka hati nuranimu itu? terlebih jika itu kau lakukan kepada orang yang seharusnya kau sayangi, kau cintai dan kau lindungi.


Jangan kami diperlakukan sebagai obyek belaka, ingatlah, kau ada karena kami ada.. dan kami pun ada karena adanya kaummu. Ini bukan sekedar issue gender dan feminisme... bukan!! lebih dari itu, ini masalah kemanusiaan dan hati nurani. Jangan kau rusak jiwamu sendiri dengan perbuatan bodohmu.

Buat teman-teman lelakiku... saya percaya, kamu semua orang-orang baik.. yang akan menjaga dengan penuh kasih sayang orang-orang terdekat kalian. Perlakukan mereka dengan penuh kelembutan. Kalau pasanganmu melakukan kesalahan, selalu ada jalan lain untuk ditempuh, tapi bukan dengan main tangan. Hargai mereka karena mereka ibu anak-anakmu seperti kau menghargai ibumu sendiri.

Dan buat teman-teman wanitaku, jangan memancing prahara. Kalau dia sedang lupa, jangan segan dan bosan untuk selalu mengingatkan. Bersikaplah cerdas.. karena kamu memang cerdas.. jangan hanya gara-gara cinta kamu melakukan penyangkalan. Milikilah pendirian!

Dan buat mas J, suamiku dan bapak dari anak-anakku.. aku mencintaimu, aku memuja hatimu dan aku kagum pada kesabaranmu yang seluas samudera itu. tetaplah bersikap hangat pada keluargamu.. pada istrimu dan juga anak-anakmu.

Akhir kata, ini semua hanya sebuah prolog.. catatan yang kucoba tuangkan dari sebegitu banyak curhatan teman-teman wanitaku (banyak), dari sekelilingku yang kulihat, kudengar, kuamati dan jadikan keprihatinanku. maaf kalo banyak menyinggung sana sini... gak ada maksud lho yaaa... piiisssss!!!!

12 Februari 2009
Penulis: Retrispur 


Artikel Lainnya:

2 komentar

  1. tapi emang sudah menjadi kodratnya sih lelaki itu selalu ada di atas hehe

    BalasHapus
    Balasan
    1. padahal di bawah juga enak kok #ehhh :p

      Hapus

Posting Komentar

Berlangganan Via Email