Liburan Akhir Tahun di Jogja Bikin Happy

28 November pagi saya berangkat dari Gambir dengan kereta Taksaka yang berangkat jam 08.30. Pemandangan sawah nan hijau mulai terlihat setelah melewati Bekasi, lalu kereta mampir di Cirebon, Purwokerto, Stasiun Kutoarjo (Purworejo) lalu tiba di Stasiun Tugu Yogyakarta sore sekitar jam 16:30. Ada yang bilang seharusnya Taksaka berhenti juga di Stasiun Kebumen, tapi seingat saya enggak, atau jangan-jangan saya pulas tertidur.

FYI, setiap stasiun pasti saya berhenti untuk merokok, jadi hampir yakin kalau kereta Taksaka yang saya tumpangi tidak berhenti di Kebumen. Oh ya bicara soal rokok, walaupun toilet di Taksaka memiliki jendela yang langsung mengarah ke luar gerbong tapi saya gak mau bermasalah dengan Polsus KA gara-gara rokok 😁

Perjalanan kali ini memecahkan rekor perjalanan kereta saya. Sebelumnya rekor terjauh saya naik kereta hanya sampai Stasiun Tawang Semarang. Itupun sekitar akhir tahun 2007, 11 tahun lalu. Saya bisa mengingat tahunnya karena pada saat itu Samsung sedang jor-joran mengiklankan HP Duos (SGH-D880); HP dual SIM card pertamanya.
Stasiun Tugu Jogjakarta.  
Tiba di Jogja langsung ke dataran tinggi Kaliurang (yang secara harfiah berarti Kali Udang) yang berjarak sekitar 25 KM dari Stasiun Tugu. Rencananya memang mau bermalam di salah satu hotel di Kaliurang, wilayah terdingin di sekitaran Yogyakarta dengan suhu sekitar 20-25 derajat celcius dengan ketinggian kurang lebih 900 mdpl.

Setelah makan malam, entah karena capek atau udara segar dan sejuk, begitu sampai kamar hanya sempat beres-beres sebentar, begitu nempel di kasur langsung molor alias pelor (nempel molor) 😁

Terbangun di pagi hari yang sejuk membuat betah berlama-lama di kasur. Lapar yang berhasil memaksa saya beranjak dari kamar untuk mencari sarapan. Selesai sarapan dan ngobrol pagi sambil menikmati wedang jahe, maka mulailah petualangan liburan di Jogja.

Kemana saja? Ini beberapa kegiatan yang saya lakukan selama saya di Jogja.

1. Berkunjung Ke Museum Ullen Sentalu

Jumat 29 November 2019. Pagi setelah sarapan saya mendapat info bahwa dekat dari penginapan, sekitar 1-2 km ada sebuah museum yang pernah mendapat predikat sebagai museum terbaik di Indonesia menurut salah satu web traveling ternama.

Selain ke museum sebenarnya ada agenda tour ke kaki gunung Merapi berkeliling dengan menggunakan Jeep 4x4 tanpa atap, mereka menyebutnya Lava Tour. Karena faktor jarak dan cuaca yang bikin mager, lagi pula saya sudah pernah ikut Lava Tour maka akhirnya saya memutuskan untuk ke museum saja. Catatan tentang pengalaman ke museum ini saya catat di: postingan ini --> Museum Ullen Sentalu Jogja.

2. Menonton Konser Pongki Jikustik

Sepulang dari tour ke museum saya menghabiskan waktu di sekitaran penginapan. Setelah makan malam saya berkunjung ke hotel sebelah yang ada pertunjukan musik dari Pongki Jikustik.
Konser Pongki Jikustik
Konser Pongki Jikustik 
Walau saya kurang tau mengenai Pongki Jikustik akhirnya saya mendatangi lokasi dan ikut menikmati beberapa lagu yang saya tau tapi enggak tau judulnya, ya cuma pernah dengar dan tau reff-nya saja.

Rintik gerimis tidak mengurangi antusia penonton bernyanyi bersama Pongki. Saya yang awalnya menonton dari jauh tidak bisa menahan diri untuk tidak mendekat. Setelah mengambil beberapa potret saya meninggalkan lokasi. Mengingat saya yang baru seminggu keluar dari RS maka saya enggak mau nekat basah-basahan di malam yang dingin itu.

3. Menikmati Seafood di Pantai Indrayanti

Sabtu pagi, 30 November 2019 adalah hari terakhir liburan akhir tahun kali ini. Kereta Taksaka keberangkatan jam 18:00 dari Stasiun Tugu siap mengantar saya kembali ke Jakarta.

Pagi setelah sarapan saya ikut grab turun ke Bogem, menumpang teman yang akan melanjutkan liburan ke Solo. Dari Bogem saya lanjut ke Gunung Kidul, di sana ada pantai yang sudah lama ingin saya kunjungi, apalagi kalau bukan Pantai Indrayanti.

Sebelumnya saya sudah janjian dengan Gatot, teman SMA yang berprofesi sebagai driver travel, kebetulan pagi hingga siang jadwalnya kosong, sore harinya ia harus menjemput dan mengantar turis dari Malaysia yang berlibur di Jogja.

Perjalanan dari Kaliurang ke Pantai Indrayanti kurang lebih memakan waktu 2-3 jam. Perjalanan yang mengasyikkan diisi dengan banyak obrolan, baik mengenai kenangan SMA ataupun lainnya.
Pantai Indrayanti Gunung Kidul Yogyakarta
Gatot di Pantai Indrayanti Gunung Kidul Yogyakarta 
Di Pantai Indrayanti kami bertemu dengan pasangan owner Indrayanti Resto yang menjadi asal muasal nama lokasi pantai ini, mereka adalah Mas Arif dan Mbak Anna Indrayanti. Banyak hal kami obrolkan, baik mengenai sejarah membuka usaha dan bagaimana rencana Mas Arif dan Mbak Ana ke terhadap usaha restoran pinggir pantai ini ke depannya.

Tiba saat waktu makan siang, jamuan seafood yang lezat khas Indrayanti Resto menyambut kami. Gatot yang belum sarapan seakan lupa semua problem dunia, semua disantap sampai tuntas tas tas.

Oh iya ada kabar baik, masakan Indrayanti Resto ternyata tidak hanya tersedia di Pantai Indrayanti, tapi juga sudah tersedia di Dapoer Indrayanti Mantup Jl. Manyar Sewu No. 9, Banguntapan Jogja dan bisa pesan melalui aplikasi GoFood, klik aja di sini. Jadi buat menikmati seafood Resto Indrayanti yang legend ya kalau waktunya mepet kita bisa tetap menikmatinya tanpa perlu ke Pantai Indrayanti.

Sebelum pulang saya sempatkan diri membeli souvenir berupa kaos/t-shirt sebagai oleh-oleh dan kenang-kenangan. Lebih jauh soal Pantai Indrayanti silakan baca tulisan saya: -->> Nama Pantai Itu Pantai Indrayanti.

4. Belanja Oleh-Oleh di Pasar Beringharjo

Jam setengah 3 siang kami meninggalkan Pantai Indrayanti. Gatot harus segera ke bandara Adi Sucipto untuk menjemput akunya, saya harus ke arah stasiun tugu agar tidak terjebak macet malam Minggu di Jogja.

Kami berpisah di simpang Janti, Gatot mengambil arah simpang kanan yang mengarah ke bandara sedangkan saya melanjutkan perjalanan ke simpang kiri dengan ojol ke pasar Beringharjo untuk menambah stok oleh-oleh.

Dari Janti ke Pasar Beringharjo sore itu hanya bertarif 7 ribu rupiah, karena driver ojol mengantar saya sampai gerbang pasar maka saya ikhlas uang 3000 sisanya sebagai tip.

Di pasar Beringharjo saya hanya sebentar saja, sempat melihat rombongan bule mengendarai becak dan ramainya suasana. Saya hanya membeli daster 100rb dapat 3 pcs dan setelan celananya yang 100 ribu dapat 4 pcs saja. Setelah itu berjalan kaki menikmati suasana jalan Malioboro menuju stasiun.

5. Jalan-Jalan Sore di Malioboro

Jarak antara pasar Beringharjo ke Stasiun Tugu sekitar 1,3KM, hampir sepanjang jalan Malioboro ada tempat duduk, tapi Sabtu sore itu semua tempat duduk sudah dihuni. 

Beberapa kali saya bertemu keramaian pejalan kaki yang menonton grup pemusik perkusi. Lagu-lagu meriah sudah mengalun menyambut Sabtu sore yang teduh. Saya melewati setidaknya 3 grup pemusik perkusi yang sedang beraksi, sayangnya waktu sudah lebih jam 5 sore, saya harus segera mendekat ke stasiun.

6. Santai Menanti Sore di Kopi Joss

Mendekati pintu masuk Stasiun Tugu ada angkringan Kopi Joss yang cukup terkenal. Sambil menunggu senja saya beristirahat di sana. Menikmati nasi uduk dan siomay bakar dan es teh susu.

Walau tidak disediakan untuk umum, saya bisa numpang mengisi daya HP yang sudah habis. Seandainya tidak mungkin akan banyak foto yang diambil dengan kamera HP saat saya berbelanja di Pasar Beringharjo dan melintasi Malioboro.
Angkringan Kopi Joss Stasiun Tugu Jogjakarta
Angkringan Kopi Joss Stasiun Tugu Jogjakarta 

6. Pulang ke Bekasi

Malam telah datang, selesai check in yang prosesnya hanya scan barcode tiket dan periksa KTP saya sudah berada dalam stasiun.

Sambil menunggu waktu berangkat saya merokok di bagian ujung stasiun yang dipenuhi saudara saya seiman, ya siapa lagi kalau bukan para kaum ahli hisap 😁

Seorang teman menelpon, rencananya kami bertemu agak siang tapi akhirnya dia menyusul saya ke Stasiun. Sayangnya untuk menemuinya saya harus keluar stasiun atau dia yang masuk. Akhirnya kami bertemu di pelataran peron yang dibatasi pagar. Hanya berbicara sebentar lalu memberikan saya oleh-oleh kuliner khas Jogja, terimalah Mas Indra Nug atas oleh-olehnya, saya memang gak sempat membeli kue-kue 😁

Tidak banyak yang saya bisa ceritakan soal perjalanan pulang, nyamannya kereta Taksaka dan lelah setelah berpetualang seharian membuat saya cepat terlelap hingga dibangunkan teman seperjalanan sebelum turun di Stasiun Bekasi.

Saya tidak tahu kalau kereta Taksaka berhenti di Stasiun Bekasi karena saat berangkat kereta ini tidak berhenti di Bekasi tapi langsung ke Cirebon.

Rencananya mau menyewa Grab atau Gocar dari Stasiun Gambir. Tapi Alhamdulillah dari stasiun Bekasi yang tadinya mau ambil ojek, akhirnya diantar sampai rumah oleh teman yang dijemput suaminya dengan mobil. Minggu dini hari saya sudah tiba sampai di rumah.

Liburan akhir tahun di Jogja kali ini benar-benar menyegarkan, bertemu orang-orang yang menyenangkan. Alhamdulillah, semua agenda berjalan lancar dan tiba kembali di rumah dengan kesan yang menyenangkan. 

Itu cerita liburan saya, mana cerita liburan kamu? :)





Baca Juga

Artikel ini memiliki 6 Komentar

  1. Lengkap banget kak ulasannya, hmm sepertinya layak untuk masuk wishlist melancong berikutnya

    BalasHapus
  2. Wah pengalaman yang sangat berharga sekali ya kak, saya yang baca aja merasa pengen banget buat kesana huehehe

    BalasHapus
    Balasan
    1. Tegal ke Kaliurang gak terlalu jauh kan yah mas, dibanding Bekasi - Kaliurang hehehe

      Hapus
  3. Wah kalo di Jogja mah harus bawa temen rame-rame, rugi kalo cuman berduaan doang

    BalasHapus
    Balasan
    1. iya, enak backpacker rame-rame atau piknik bareng ke jogja, banyak spot yang masih bisa dieksplorasi karena luas dan banyak sekali destinasi wisata yang belum dikunjungi :)

      Hapus