JODOHKU

kopi kafe jodohku
Foto by: Salman Faris 
Kulihat kalender... hhhmm... "Besok gue ultah, pas 30 tahun. Tapi kenapa gue belum ketemu jodoh yang pas ya?," kata gue dalam hati.

"Bukan ga ada yang mau, tapi setiap wanita yang mendekat, belum ada yang bisa membuat hati gue berdesir dan jantung berdegup kencang...."

"Rud... Rudi... ntar malem nongkrong yuk,!" teriak Tony yang seketika membuyarkan lamunan gue.

"Males aah Ton… loe aja deh sana!."

"Aaahh... besok weekend ini! Ayolah… siapa tahu ketemu jodoh di sana," cibirnya.

Jam tangan menunjukkan pukul 18.00, kami pun bersiap pulang.

"Rud... buruan ya, gue tunggu di bawah!," teriak Tony.

"Seep...," jawab gue singkat.

Pretetetetet... pretetetetet... aaaahhhh, suara knalpot ini yang gue benci sebenarnya, salah satu alasan kenapa gue males pergi dengan Tony.

"Ruuddiiii... buruan ooiiii, lelet bener seeh loe Rud!," teriak Tony.

"Weew... teriakan Tony secempreng knalpot motornya," bisikku dalam hati setengah tertawa. Ga lama, duo cempreng inipun membawa gue entah ke mana... pretetetet... bbllaaarrr!

Ga berapa lama motor Tony parkir di sebuah tempat yang entah apa namanya ini... pretetetet… pretetetet.

"Ton...ini tempat apaan sih, parkirannya luas kek lapangan bola."

"Loe liat aja ntar Rud... ini tempat tongkrongan gue yang baru, parkir di sini juga gratis, yuk masuk."

----------

"Hai Mas Tony!," sapa seorang wanita yang diapit 2 wanita keren lainnya, ketika kami membuka pintu. Weeww… hebat juga Tony, disapa wanita sekeren itu.

"Ton… bisa aje loe dikenal sama mereka?."

"Rud… pemilik café ini adalah Drupadi-nya kopi, ini yang bikin gue betah nongkrong di sini, pemiliknya anggap tamunya sebagai temen… keren, kan?."

Gue manggut-manggut dan berusaha mencari posisi duduk ga jauh dari pintu masuk supaya bisa menyapu setiap sudut bangku. Siapa tahu ada mahkluk manis yang menggetarkan hati gue dan ketemu jodoh.

"Aah siiaaallll! Kemakan omongan Tony gue," senyum kecutku dalam hati.

"Rud… udah gue order ya minumannya," suara cempreng Tony membuyarkan angan gue.

"Thanks, Ton…"

Ga berapa lama, minuman kami datang… hhhmm aroma karamel membuat lidah gue menari-nari berebut dengan ludah.

"Tony… minuman apa ini? Aromanya….beeuugggh…sekksssiiihhh!."

"Hot Crème Brulle," jawab Tony singkat.

Saking penasaran dengan aroma yang begitu menggoda, ssllruuppp... Creme Brulle yang masih hot ini gue seruput.

"Aauuww… panas," pekik gue dalam hati, sambil kipasin tangan di depan lidah… daaamnnn, malu gue. Tanpa gue sadar di ujung sana ada mahkluk manis yang sedang ngeliatin gue, makin tengsin lah gue.

"Hati-hati, Mas… masih panas," ujarnya di antara senyuman manisnya.

Beeuugghhh, baru kali ini gue ngerasa kikuk… jantung gue deg-degan, aaahh apakah ini pertanda? Tapi gue terlanjur malu... daammmnn. Sedangkan Tony, hanya bisa nahan ketawa di depan gue.

Tapi aaah sudahlah… bodo amat deh, godaan hot crème brulle ini lebih besar dibandingkan rasa malu. Karena masih penasaran, sedikit demi sedikit gue suap Hot Crème Brulle menggunakan sendok ke ujung lidah.

Hhhmm, rasa crème-nya yang lembut berpadu dengan karamel di atasnya memang memanjakan lidah. Sendok demi sendok gue nikmati walau tanpa gue sadari wanita itu sesekali mencuri pandang.

"Rud… Rudi, yang di pojok itu Rud… ngeliatin loe terus… kesempatan Rud," kata Tony.

"Hhhmm… apa sih Ton, biarin aja… lha wong dia punya mata kok," bibir gue pun terus-terusan monyong niupin Crème Brulle supaya ga terlalu panas masuk mulut. Gue beneran ga mau lepasin Crème Brulle dari lidah, gue ga rela kalau Crème Brulle ini dingin sebelum menyentuh lidah gue.

"Rud… dia ngajak senyum Rud."

"Aahh… bawel loe Ton, balesin aja senyumnya, gitu aja kok repot."

Aahh tinggal dikit lagi nih, sayang dilewatkan dan gue harus buru-buru habisin sebelum Crème Brulle ini dingin. Slrruuppp… sisa diujung gelas pun gue tenggak… glek…glek… beeuugghhh… drruuaaarr bener rasanya!.

"Ton…. mana cewek yang tadi, yang ngajak senyum gue? Ke mana dia?."

"Pertanyaan loe basi, Rud. Baru aja dia pergi."

"Aaarrrgghhhhhh... Ton! Besok malem ajak gue ke sini lagi ya? 
Gantian gue yang traktir, siapa tau ketemu sama Mba yang tadi lagi..."

____________
Narablog: Tarie
Editor: Rizky Nur Zamzamy

#Just DruIt #DruKopi


Klik untuk komentar