Menengok Sejenak Jejak Budaya Sasak di Dusun Sade Rembitan Lombok

Dusun Sade Rembitan Lombok
Dusun Sade Rembitan Lombok - jualjuel.com
Dusun Sade adalah salah satu dusun di desa Rembitan, Pujut, Lombok Tengah. Dusun ini dikenal sebagai dusun yang mempertahankan adat suku Sasak. Suku Sasak Sade sudah terkenal di telinga wisatawan yang datang ke Lombok. Ya, Dinas Pariwisata setempat memang menjadikan Sade sebagai desa wisata. Ini karena keunikan Desa Sade dan suku Sasak yang jadi penghuninya.

Sebagai desa wisata, Sade punya keunikan tersendiri. Meski terletak persis di samping jalan raya aspal nan mulus, penduduk Desa Sade di Rembitan, Lombok Tengah masih berpegang teguh menjaga keaslian lingkungan desa dan tradisinya.

“Sade artinya obat. Kami menganggapnya obat kesadaran. Semoga orang yang berkunjung ke Sade menjadi pribadi yang lebih baik dari sebelumnya,” tutur seorang warga. Desa yang telah bertahan hingga generasi ke-15 ini masih menjaga tradisi luhur Suku Sasak dalam kehidupan sehari-hari.

Setelah menempuh perjalanan hampir dua jam dari pusat kota Mataram, saya sampai di desa adat Sade Rembitan yang berada di Lombok Tengah. Hentakan semangat dari Gendang Beleq yang dimainkan para lelaki setempat seakan menyambut kedatangan saya.

Sejak dibuka untuk kunjungan wisata hampir tiga dekade lalu, Sade Rembitan perlahan menjadi destinasi tak terlewatkan bagi mereka yang bervakansi ke Lombok.

Rumah dan lumbung di Dusun Sade Rembitan Lombok
Rumah dan lumbung di Dusun Sade Rembitan - wisatadilombok.com

Keunikan Rumah Dusun Sade Rembitan Lombok

Rumah-rumah di Dusun Sade masih menggunakan arsitektur yang diwariskan turun-temurun. Rumah adat Sasak ini terdiri dari tiga bilik. Ruangan paling depan disebut sesangkok yang berfungsi sebagai ruang tamu. Pintu utama dibuat rendah sehingga tamu harus menundukkan kepala ketika hendak masuk rumah. 

Hal ini mengandung filosofi bahwa tamu hendaknya menghormati sang pemilik rumah. Dua bilik lainnya disebut bale dalem dan dalem bale. Bale dalem berfungsi sebagai ruang tidur anak gadis sekaligus dapur. Sementara dalem bale digunakan sebagai ruang ibadah dan ruang bersalin saat ada anggota keluarga yang melahirkan. 

Apabila ada warga yang ingin membangun rumah baru atau memperbaiki rumah lama, hampir semua warga desa ikut terlibat. Sebagian besar bahan bangunan berasal dari material alami. Atap rumah terbuat dari alang-alang atau rumput gajah, dinding terbuat dari anyaman bambu, kerangka rumah terbuat dari kayu, dan lantainya berupa tanah liat. 

Uniknya, seminggu sekali lantai rumah dipel dengan kotoran kerbau yang masih segar. Rupanya lapisan kotoran kerbau di lantai rumah memiliki khasiat hebat. Saat matahari terik, lantai rumah dapat menyerap panas sehingga ruangan tidak gerah. Sebaliknya, saat malam terasa dingin menusuk, lantai rumah melepaskan panas sehingga ruangan menjadi hangat. Selain itu, campuran kotoran kerbau mampu mengusir nyamuk.

Menenun Kain Tenun Sasak di Dusun Sade Rembitan Lombok
Menenun

Kain Tenun Sasak

Masyarakat Sade piawai menghasilkan kerajinan tangan bernilai seni tinggi. Salah satu produk yang banyak dicari oleh wisatawan adalah kain tenun ikat dan songket khas Sasak. Dalam budaya Sasak, hanya kaum hawa yang diperbolehkan menenun. Sejak usia delapan tahun anak gadis sudah diajari membuat kain tenun Sasak. 

Proses menenun dimulai dari memintal benang, memberi warna dengan bahan-bahan alami, hingga menenun benang menjadi kain dengan corak dan detail menawan hingga menjadi Kain Tenun Sasak yang eksotis. Gadis yang belum bisa membuat kain tenun belum diperbolehkan menikah. 

Ada beragam cara untuk mengungkapkan cinta. Bagi pemuda Sade komitmen untuk menikahi gadis pujaan ditunjukkan dengan cara menculiknya. Tentu bukan untuk niat jahat, melainkan melarikan untuk membuktikan bahwa dia sanggup menjaga dan melindungi calon pasangan hidupnya. 

Keesokan harinya, si pemuda akan menemui ayah sang gadis untuk menyampaikan niat menikah sekaligus meminta restu. Setelah akad nikah, prosesi diakhiri dengan upacara nyongkolan yaitu iring-iringan pengantin menuju rumah keluarga mempelai wanita.

Bagi saya, berkunjung ke Sade Rembitan adalah tentang pengalaman menyaksikan di mana kearifan budaya dapat berdampingan dengan kehidupan modern. Semoga Dusun Sade Rembitan ini dapat terus eksis dan menjadi destinasi wisata unggulan di Lombok tanpa kehilangan jati diri dan tradisi kearifan lokal warisan leluhur Budaya Sasak, Lombok Nusa Tenggara Barat.

Sumber: Adhi Kurniawan | MK Vol. XI No. 101 / Februari 2016


Artikel ini memiliki 2 Komentar

  1. Saya pernah sekali ke sini. Udah saya posting juga diblog saya. Seru mas

    BalasHapus
    Balasan
    1. Unik dan ya seru :) otw ke blog mas deh, makasih

      Hapus