Reuni Perak KOSAGA SMAN 54


Masa 25 tahun itu ternyata tidak lama. Beberapa kenangan masih lekat dalam ingatan, seperti baru kemarin kami menanggalkan seragam SMA dan sekarang berkumpul lagi dalam acara reuni perak.

Masa 25 tahun juga tidak sebentar. Prioritas hidup yang 25 tahun lalu hanya belajar di sekolah dengan segala keseruan bertemu teman-teman sekolah, kini berada di urutan kesekian karena tanggung jawab yang tidak dapat ditinggalkan.

Memasuki usia matang, keputusan untuk datang menghadiri reuni atau tidak sudah sepatutnya dimaklumi sebagai keputusan yang harus kita terima dan dukung. Kalau saya? Karena acaranya di Transera Waterpark Tarumajaya yah saya hampir gak punya alasan untuk tidak hadir :) 

Yang seru dari reuni kali ini karena hadirnya 13 orang guru semasa kami sekolah. Yah gak semua guru bisa saya ingat, begitupun sebaliknya. Kenangan berjarak 25 tahun pastinya nggak mudah digali kembali, kecuali ada momen khusus yang menjadi kunci untuk membuka pintu kenangan itu.

Sedangkan dari alumni terdaftar 160an orang, yang datang sepertinya 120 an. Ini reuni paling banyak pesertanya walaupun dulu kami terdiri dari 12 kelas yang rata-rata berisi murid 40 an, jadi kira-kira angkatan kami sekitar 500 an orang.

Sabtu, 16 Maret 2019 akan menjadi kenangan tersendiri, setidaknya bagi saya, bertemu lagi dengan beberapa teman yang benar-benar belum pernah berjumpa lagi sejak lulus SMAN 54 25 tahun lalu. Semua menjadi mungkin dengan adanya sosial media seperti Facebook yang telah membantu menghubungkan banyak teman sedikit demi sedikit.

2 bulan sudah berlalu, banyak detail yang sudah terlupakan dan mengendap menjadi kenangan manis di awal tahun 2019. Saya agak sulit mengingat masa-masa SMA, foto-foto sewaktu SMA itupun sudah hilang sejak saya pindah ke Makassar selama 6 tahun dan rumah orang tua yang pindah dari Jakarta ke Bekasi.
Bertemu kembali dengan teman-teman setidaknya berhasil mengembalikan beberapa kenangan-kenangan yang masih bisa diekstraksi dari ingatan yang juga sudah mulai pikun. 

Tidak ada yang asing dari kenangan masa lalu itu, karena semuanya memang bagian dari identitas saya di masa lalu yang telah mengantarkan saya pada keadaan seperti sekarang. Tidak ada satupun kenangan masa lalu yang saya sesali, semua memiliki hikmahnya sendiri. 

Kebodohan-kebodohan masa remaja juga mengisi dan mendominasi, syukurlah semua itu hanya ada dalam jejak kenangan yang menjadi privasi pribadi-pribadi yang terlibat. Tidak ada jejak digital yang dapat mendiskreditkan siapapun. Kenangan itu hanya milik kami, dan kami berbagi kenangan itu dengan canda ceria dan kesenangan bersama.

Euphoria setelah reuni ini terus berlangsung hingga sebulan, saling berbagi foto dan video saat reuni berlangsung mengisi percakapan dalam grup WhatsApp dan pertemuan-pertemuan insidental dengan beberapa teman. 

Bagi saya obrolan grup WhatsApp tidak lain adalah dalam rangka saling melepas rindu dan berbagi kenangan. Teman-teman yang tidak ikut reuni juga ikut dalam euforia ini dengan berbagi cerita dan foto-foto masa sekolah koleksi pribadinya.

Terima kasih kepada Panitia Reuni perak KOSAGA, Tim Komite KOSAGA lama dan baru, dan semua anggota KOSAGA yang sudah terlibat, semoga sehat selalu dan sampai bertemu di reuni berikutnya :)

Salah satu video dokumentasi Reuni Perak KOSAGA

Salam



Klik untuk komentar