friend is not a 4 (four) letter word

Tahun 1994, ya 21 tahun yang lalu, remaja-remaja berusia 17-20 tahun dengan berbagai kisah romantika dan harapannya memasuki babak baru kehidupan dengan membawa pulang ijazah sekolah menengah. Lulus SMA bagi saya seperti berakhirnya episode masa hepi-hepi dunia remaja dan memasuki tahapan awal kehidupan dewasa. Idealnya sih begitu :D  

Ada yang melanjutkan kuliah, ada yang langsung mencari pekerjaan, ada yang langsung dapat gelar pengangguran seperti saya dan seterusnya. Kisah selama sekitar 2 dekade (1994 - 2015) juga diisi dengan berpulangnya beberapa sahabat dan teman, semoga mereka tenang dan damai disisi-Nya. Kisah lainnya seakan menegaskan bahwa waktu sangat cepat berlalu, meninggalkan kenangan-kenangan yang kadang sulit untuk diingat kembali.

friend is not a 4 (four) letter word
Flashback 3 tahun bersama di masa-masa kritis babak kehidupan seperti SMP dan SMA memiliki catatan tersendiri, kisah keluguan saat belajar berproses menjadi "aku", proses mengenal diri sendiri yang nantinya akan menjadi modal untuk mengenal orang lain dan berinteraksi saling mendewasakan. 3 tahun bersama mengisi sejarah hidup pribadi dengan kisah-kisah yang lengkap, dari lugu, cupu, tangis tawa dan kisah-kisah rahasia lainnya :)
Kami secara umum terlahir sebagai akhir Generasi X yang turut mencicipi kenikmatan awal fasilitas generasi millenial (generasi Y) khususnya di bidang tekhnologi yang berkembang masif, tapi juga masih mencicipi petatah-petitih kearifan orang tua dahulu. Yah sebuah generasi transisi yang merasakan kematangan akhir Generasi X dan geliat awal generasi Y. Dapat berlindung dijajaran Generasi X saat diharapkan menjadi bijak namun dapat menjadi manusia multi fungsi dan kekinian sebagaimana Generasi Y. Nah, apa yang terjadi jika generasi transisi ini bertemu kembali setelah 20 tahun tidak bertemu?, berkumpul kembali saat memasuki usia 40 tahun. Usia yang seharusnya masuk dalam kategori "dewasa" dan "matang".

Lupa Usia
Keakraban yang dulu pernah terjalin hidup kembali, menyambung kembali ikatan emosional yang dahulu pernah terputus. Tapi ada gap (celah) usia disini, namun bukankah manusia makhluk emosional?, sangat wajar jika usia tiba-tiba menciut dan waktu seperti mundur 20 tahun. 

Terjadilah fenomena lupa usia, keakraban, keceriaan, canda tawa yang mungkin bagi orang lain terlalu berlebihan untuk warga senior yang memasuki usia 40. Tapi bagi yang mengalami, tidak ada yang aneh dari keakraban kawan lama yang kembali bertemu, bahkan candaan-candaan dengan nama-nama panggilan semasa sekolah dulu kembali akrab terucap. 

Lupakan sejenak semua "pride" dunia sosial, bukankah sedikit bernostalgia kembali dengan "kegilaan" khas remaja tidak akan berdampak buruk untuk kesehatan jiwa?

CLBK
Maksudnya Canda Lama Bersemi Kembali bro :) Dengan rata-rata usia 40 tahun boleh dikatakan sudah (hampir) semua berkeluarga lengkap dengan putra-putrinya. Tidak ada larangan membawa anggota keluarga, walau kenyataannya hanya beberapa orang yang membawa anggota keluarga. Lengkap sudah persyaratan untuk bercanda lepas, lepas jaim, lepas topeng sosial.

Rutinitas telah membentuk karakter seseorang sedemikian rupa, tuntutan pekerjaan, status sosial dan lainnya membuat kita yang sekarang ini akan jauh berbeda dengan pribadi 20 tahun lalu. Namun bertemu kembali dengan teman-teman sekolah membuat saya sangat terhibur (mudah-mudahan yang lainpun demikian), ketika satu demi satu cerita "sejarah" kekonyolan dituturkan oleh saksi mata bahkan partner in crime rasanya sulit untuk tidak larut dalam suka cita klasik romantisme yang mungkin sekarang baru terlihat absurd :D


Gak usah marah dan tersinggung jika seorang kawan berkomentar "elo berubah banget yeh" faktanya: berubah itu sudah pasti, dan saya yakin tidak ada tendensi negatif atau drama untuk mengambil keuntungan politis atas statemen kawan itu. Jika kita tanggapi dengan hati tenang sangat mungkin itu akan menjadi pembuka kembali komunikasi lepas yang lebih asyik daripada sekedar like dan komentar di sosial media :)

Sinergi 
Jangan bayangkan tim kerja yang saling mendukung dengan job description yang ketat, setelah memasuki usia 40 tahun dimana rata-rata berkehidupan mapan secara ekonomi (amiin), kawan-kawan selalu ingin membantu, mereka akan membantu jika mereka bisa, mereka akan membantu dengan gaya dan caranya sendiri. 

Setidaknya itu yang saya lihat dari acara halal bi halal saat itu, obrolan-obrolan selepas canda akan lebih mengarah kepada kehidupan pribadi, menanyakan kemungkinan untuk bisa bekerjasama atau minimal saling membuka akses jika memang saling berkaitan. Saling mengingatkan dan mencari hikmah atas kejadian-kejadian yang dialami oleh teman lain. Cair dan informal, sebagai kawan tentu ingin melihat kawan lainnya lebih berhasil, jika itu bisa dilakukan mengapa tidak?

Halal Bihalal Alumni SMP 243/91 KRB BogorHalal Bihalal SMAN 54/94

Sampai bertemu kembali pada pertemuan-pertemuan berikutnya kawan :)

Don’t walk behind me, I may not lead. Don’t walk in front of me, I may not follow. Just walk beside me and be my friend.

*Fade out lagunya Bon Jovi deh biar kayak film :)*
Never say goodbye, never say goodbye
You and me and my old friends,
hoping it would never end
Never say goodbye, never say goodbye
Holdin' on, we got to try,
holdin' on to never say goodbye
(sebagai catatan angin-anginan setelah ikutan Halal Bihalal dengan kawan-kawan Alumni SMP 243/91 tanggal 2 Agutus 2015 di KRB Bogor dan Halbil Alumni SMAN 54/94 tanggal 8 Agustus 2015 di Vila Air Lembang)

2 komentar

avatar

Perlu takutkah datang ke acara reuni dan halal bihalal? *suara bergemuruh*

avatar

Hmmm... takut sih tetap ada tapi itu salah satu peluang untuk berdamai dengan "masa lalu" jika ada masalah disana hehehe kalau gak ada yah enjoy-enjoy ajah

Klik untuk komentar