Frontliner Indomaret Gak Punya Tugas Memberi Sumbangan

Frontliner Indomaret Gak Punya Tugas Memberi Sumbangan
Belum lama ini ada sebuah video yang viral berisikan rekaman sekelompok orang pengurus masjid yang meminta sumbangan di gerai minimarket Indomaret di Kecamatan Matangkuli, Kabupaten Aceh Utara. 

"Seribu ini kalian kasih pelecehan ini. Ini pelecehan ini, seribu kalian kasih sedekah bukan untuk kami," ujar seorang pria dalam video yang viral di media sosial. Pria itu tidak sendirian. Ia masuk minimarket dengan sejumlah orang, beberapa botol soft drink berserakan dan seorang pria lain juga mendekati kasir dan menggebrak-gebrak meja kasir.  Karena videonya masih beredar di media sosial, silakan nonton dulu.

Seorang kasir berseragam Indomaret terlihat salah tingkah dan hanya sesekali menjawab berusaha menghadapi pria tersebut. Kemudian tidak lama tampak seorang pria muda berseragam Indomaret memasuki gerai melewati sekitar 5-6 orang. Kemungkinan besar pria tersebut adalah seorang Frontliner Pramuniaga. Tampak pula beberapa anak remaja di dalam gerai menyaksikan kejadian itu, yah mungkin hanya anak-anak yang berada di waktu dan tempat yang salah.

Sepertinya kita perlu mengenal lebih jauh tentang Indomaret secara umum sebelum lanjut membahas yang lainnya. Indomaret atau PT Indomarco Prismatama adalah jaringan ritel waralaba di Indonesia. Indomaret merupakan salah satu anak perusahaan Salim Group. Indomaret merupakan jaringan minimarket yang menyediakan kebutuhan pokok dan kebutuhan sehari-hari. Demikian penjelasan dari Wikipedia :)

Dalam menjalankan operasionalnya, sebuah gerai Indomaret minimal dikelola oleh beberapa pegawai yang terbagi dalam jabatan dan wewenang tugasnya masing-masing, antara lain Manager Toko, Supervisor Toko, Kepala Toko (Head Store), Wakil Kepala Toko (asisten), Merchandiser, Kasir, dan Pramuniaga. 

2 pegawai Indomaret yang ada dalam video itu menurut saya adalah seorang kasir atau General Cashier dan seorang Pramuniaga. Kasir, dan Pramuniaga ini adalah ujung tombak atau frontliner gerai Indomaret yang masing-masing memiliki deskripsi kerja yang ketat. Nah apa saja tugas dan fungsi mereka, yah kurang lebih seperti diuraikan di bawah ini.

Tugas Pramuniaga di Indomaret;

  • Menyambut Pelanggan yang datang
  • Membantu pelanggan  mencari barang yang diinginkan
  • Merapikan barang  jualan
  • Membantu SPV jika dibutuhkan.
  • Mencapai target penjualan yang diinginkan
  • Menjaga barang  dan penjagaan
  • Menjaga kebersihan toko (teras, halaman, kamar mandi, ruang utama, gudang)
  • Kelengkapan alat promosi (memasang baliho-baliho atau papan promosi di depan toko)
  • Menukarkan uang recehan untuk kembalian kasir
  • Kebersihan rak-rak produk yang ada di dalam
  • Membantu kasir saat pembeli membludak
  • Mengawasi pembeli (pencegahan pencurian)
  • Melayani pembeli
  • Mengecek produk-produk yang expired atau kadaluarsa, dst.

Frontliner Indomaret Gak Punya Tugas Memberi Sumbangan

Sedangkan Tugas Kasir Indomaret kurang lebih adalah:

  • Menawarkan promosi yang berlangsung kepada pembeli ( wajib )
  • Menjaga kebersihan area kasir
  • Meneliti uang untuk mencegah uang palsu masuk
  • Bertanggung jawab atas selisih uang
  • Rokok biasanya juga diserahkan ke kasir tanggung jawabnya
  • Harus ramah kepada pembeli
Posisi Kasir mayoritas didominasi perempuan memang terlihat ringan.Tapi tanggung jawab mereka sebenarnya cukup berat, khususnya perihal selisih uang yang terjadi saat perhitungan di akhir shift.

Jadi ketika pergantian shift, personil pada shift sebelumnya akan menghitung jumlah uang yang ada dan dicocokan dengan jumlah barang yang terjual. Jika terjadi selisih dan uang kurang maka kasir lah yang bertanggung jawab untuk menggantinya (tapi biasanya mereka patungan) sebagai bentuk kerjasama.

Dari uraian kerja Kasir dan Pramuniaga ini tidak ada satupun tugas terkait memberikan sumbangan, wajar saja Kasir dalam video itu berusaha menjawab dengan sopan "Kita nggak tahu Pak," karena memang itu sudah di luar tanggung jawab profesional mereka.

Membandingkan karyawan Indomaret dengan tukang sayur dan ikan yang menyumbang lebih besar juga tidak tepat dan kurang sepadan. Banyak penjual sayur dan ikan adalah penjual dengan mandiri yang berkuasa atas barang-barang jualannya, sebagian lagi para penjual itu adalah pemilik langsung dari barang yang dijual, sehingga laba dan rugi mereka sendiri yang mengatur pergerakan dan peruntukannya. Sedangkan pegawai di Indomaret terlebih frontliner ini bisa jadi statusnya masih pegawai kontrak atau magang yang hanya terikat perjanjian kerja selama 3 bulan, jika pun mereka sudah berstatus pegawai kebijakan besaran memberi sedekah itu sudah di luar tanggung jawab profesi mereka. 

Apa yang frontliner berikan, baik berupa sumbangan, donasi dan segala macamnya itu adalah pemberian yang bersifat pribadi dan tidak bisa dikaitkan dengan Indomaret sebagai sebuah badan hukum, karena pemberian itu bukan kebijakan Indomaret.

Sebaiknya, lain kali untuk meminta kerjasama, sumbangan, sponsorship dan lain-lain, disarankan untuk ditujukan kepada level manajer, mulai dari wakil kepala toko sampai ke manajer toko sebagai pejabat tertinggi yang ada di sana. 

Dalam kacamata organisasi, Kasir dan Pramuniaga tidak memiliki tugas dan kewenangan untuk bekerjasama dengan pihak lain, termasuk urusan memberi sumbangan seperti yang terjadi dalam video itu.

Jelas yah? Tidak ada dalam kamus tugas dan fungsi pegawai frontliner Indomaret untuk memberi sumbangan, kalaupun ada mungkin itu hanya kebijakan pribadi pegawai. Untuk urusan sumbangan dan lainnya sebaiknya langsung dikomunikasikan kepada manajer, bukan kepada frontliner

Frontliner Indomaret Gak Punya Tugas Memberi Sumbangan

Saya punya beberapa teman yang bekerja di Indomaret, untuk yang baru diterima dan masih status magang itu adalah pertaruhan mereka untuk dapat perpanjangan kontrak atau diterima sebagai pegawai. Sistem rekrutmen di Indomaret adalah kesempatan sekali seumur hidup, jika Anda gagal maka tidak akan pernah lagi dapat mencoba melamar kembali. Kalau teman-teman mau ngobrol dengan mereka saya punya teman yang mantan pegawai Indomaret ataupun yang masih aktif bekerja di sana. Kita bisa lebih paham posisi mereka dan mungkin akan lebih bisa berempati kepada mereka.

Adakalanya pertanyaan-pertanyaan kasir terasa menjengkelkan, adakalanya petugas pramuniaga tidak tahu letak barang yang kita cari, itu mungkin karena pegawai Indomaret yang masih baru dan kurang pengalaman. Tapi untuk gerai Indomaret di Mall atau yang besar-besar, kejadian seperti itu akan jarang ditemui. 

Mengingat saya juga pernah mengalami yang namanya magang dan susahnya mencari kerja, saya memilih untuk memaklumi dan sebisa mungkin memberi mereka motivasi agar mereka bisa menjadi pegawai yang lebih profesional dan menjadi pribadi yang lebih baik lagi. (Tsahhh sotoy bet dah ah)


***

Seorang teman, Heri Winarko membuat status facebook yang saya kira cukup bagus untuk dibaca berjudul Rp 1.000.

Rp 1.000

Seribu rupiah itu banyak atau sedikit?

Untuk orang-orang seperti saya yang duitnya banyak (KPR dan KTAnya juga banyak 😝), jawabnya "sedikit". Keterlaluan banget deh, kalo saya nyumbang cuma Rp 1.000.

Tapi untuk Saudara-saudara kita, yang mungkin setiap bulan hanya bisa menabung Rp 100.000, nyumbang Rp 1.000 itu adalah "banyak".

Sungguh tidak elok mengukur baju sendiri di badan orang lain.

Pedagang di pasar, mungkin bisa nyumbang Rp 100.000. Anda mungkin bisa menyumbang Rp 1.000.000. Tetapi memaksa semua orang menyumbang di kisaran itu tidak boleh. Kecuali, tentu saja, apabila sebelumnya Anda kasih persyaratannya di depan: tidak menerima sumbangan di bawah Rp 100.000!

Berapa sih, gaji kasir minimarket saat ini? Mungkinkah dia bisa menabung Rp 1.000.000 tiap bulannya, sehingga dia tidak merasa "terbebani" ketika saya mintai sumbangan Rp 100.000 untuk saudara saya di Palestina?

Jika info mendasar seperti ini saja saya tidak tahu, artinya saya tidak memiliki kepedulian yang layak kepada orang yang sering berinteraksi dengan saya.

Menurut saya, peduli saudara di Palestina itu baik. Peduli kepada saudara yang dekat dengan kita juga sama baiknya.


Salam

[Dirangkum dari berbagai sumber]

Artikel ini memiliki 2 Komentar

  1. Ini satu pemikiran dengan saya. Menurut saya pribadi, kita sebagai pihak yang meminta sumbangan, adalah pihak yang ikhlas menerima pemberian dari orang yang ikhlas memberi berapapun itu. Meminta sumbangan artinya bukan memaksa orang menyumbang. Karena sifatnya sukarela. Kan bisa juga si petugas menolak memberikan sumbangan kan ya. Mungkin mereka harus belajar dari 1mugberas :p

    BalasHapus
    Balasan
    1. Ya sepakat ncim, tapi banyak lembaga pendidikan yang pake istilah sumbangan tapi ditentukan besarnya dan wajib hehehehe

      Hapus