GLASS (2019) Psikologi Thriller

Review Film GLASS (2019) Psikologi Thriller
Film Glass (2019) adalah sebuah film Trilogi superhero psikologi-thriller horror karya sutradara M. Night Shyamalan. Film ini tidak terlalu banyak menampilkan flashback dari 2 film sebelumnya, sehingga untuk menikmati film ini enggak ada jalan lain kecuali menonton sekuel film sebelumnya. Oh iya,  untuk yang belum nonton film Glass catatan ini mengandung spoiler, jangan teruskan membaca jika tidak ingin terkena spoiler yang akan mengganggu Anda dalam menikmati film Glass.

Untuk menjelaskan film Glass saya akan sedikit membahas 2 film sebelumnya, yaitu Unbreakable (2000) dan Split (2017).

Unbreakable (2000)

Trilogi ataupun crossover ini dimulai dari Unbreakable (2000) yang menceritakan tentang seorang petugas keamanan bernama David Dunn (Bruce Willis), korban satu-satunya yang selamat dari kecelakaan mematikan kereta api Eastrail 177 akibat sabotase.

David kemudian berjumpa dengan Elijah Price (Samuel L. Jackson), seorang kolektor komik yang terlahir dengan kelainan genetika sehingga membuat tulang-tulangnya sangat rapuh. Price memiliki teori, jika di dunia ini ada orang yang serapuh dirinya, maka pasti ada orang yang sebaliknya. Price yakin David memiliki kekuatan super sebagaimana komik yang ia baca.

Price juga berkeyakinan bahwa komik adalah cara mengungkap sejarah superhero yang disembunyikan. Setiap tokoh komik adalah tokoh nyata yang disamarkan, komik adalah cara dunia mewariskan sejarah itu.

Split (2017)

Film kedua dari trilogi ini adalah film Split (2017). Split mengisahkan tentang Kevin Wendel Crumb (James McAvoy), pemuda dengan 23 kepribadian akibat keadaan keluarga orang tuanya. Dua kepribadian paling dominan dalam pikiran Kevin adalah Dennis, lelaki perfeksionis yang sangat memperhatikan kebersihan, dan Patricia yang dianggap ibu oleh kepribadian lain dengan sifat mirip dengan Dennis.

Selain itu ada sosok bocah 9 tahun Hedwig yang polos, Orwell si ahli sejarah, Barry si penata busana, dan sebagainya.

Dennis menculik tiga remaja perempuan untuk menjadi tumbal pada satu kepribadian terakhir yang belum muncul; yaitu The Beast, sosok monster yang akhirnya memangsa 2 dari 3 remaja perempuan yang diculik. 

Casey Cooke (Anya Taylor-Joy) adalah satu korban penculikan dapat selamat dari terjangan The Beast karena pengalaman hidupnya yang menderita. Casey bahkan berhasil berteman dengan Hedwig,  salah satu kepribadian Kevin yang berusia 9 tahun, dengan memanfaatkan kepolosan Hedwig itulah Casey mencoba untuk melarikan diri.

Pada bagian akhir film Split, terlihat David Dunn (Bruce Willissedang menonton berita mengenai kejadian heboh yang disebabkan Kevin. Adegan itu dimaknai banyak orang bahwa Shyamalan sedang memberi isyarat atau clue akan kelanjutan film Split dan mempertemukan David  dan Kevin, dugaan tersebut tidak ditampik Shyamalan, akhirnya ia menjawab semua spekulasi dan dugaan itu dengan film Glass yang menjadi puncak trilogi film ini.

Glass (2019)

David, Kevin dan Prince akhirnya bertemu dalam film Glass, ketiganya dikurung dalam rumah sakit jiwa sebagai pasien Dr. Ellie Staple (Sarah Paulson), seorang ahli kejiwaan yang yakin bahwa tiga pasiennya itu hanya menderita delusi.

Jika film Unbreakable menokohkan David Dunn dengan kekuatan supernya, Film Split menokohkan Kevin Wendel Crumb yang memiliki 24 kepribadian, maka Film Glass lebih menokohkan Mr Glass alias Elijah Price sang master mind. setidaknya hal itu jelas ditunjukkan dengan pemilihan judul film pamungkas ini.

Film Glass menunjukkan kecerdasan Mr Glass yang dapat dengan bebas keluar masuk ruang tahanannya sehingga dapat memodifikasi mesin scan yang digunakan dan mengatur rencana melarikan diri bersama David dan Kevin. Pada dasarnya Prince dapat berbuat apa saja di dalam fasilitas itu, termasuk menukar obat bius yang harus ia konsumsi. Jika sepanjang film ia tampak terbius itu hanya akting, saat malam ia bebas melakukan apa saja dari kursi rodanya.
Review Film GLASS (2019) Psikologi Thriller
Dari perbedaan perlakuan kita juga diperkenalkan masing-masing karakter, hanya David yang terikat rantai
Twist dalam film ini adalah ketika Dr. Ellie Staple yang sangat yakin menguasai situasi tersadar bahwa ia telah dimanipulasi dan dimanfaatkan oleh Price untuk memuluskan rencana Mr Glass untuk memperlihatkan kepada dunia bahwa superhero itu ada.

Segala rencana Price diarahkan kepada Dr. Ellie Staple untuk berkesimpulan bahwa David dan Kevin akan bertarung pada acara peresmian Osaka Tower, sebuah gedung baru yang akan mengundang perhatian banyak media agar tujuan Price mengungkap superhero kepada khalayak tercapai.

Dr. Ellie Staple merasa berhasil karena Prince, David dan Kevin tidak berhasil mencapai Osaka Tower namun ia harus kecewa, Mr Glass menunjukkan kecerdasannya dengan memanfaatkan semua kamera untuk merekam kejadian dan mengirim rekaman itu kepada ibunya, Casey dan Joseph (anaknya David). Dari ketiga orang itulah video rekaman itu akhirnya dipublikasikan di internet.

Tujuan Elijah Prince atau Mr Glass adalah mengungkap eksistensi manusia-manusia dengan kemampuan super yang ternyata dirahasiakan keberadaannya oleh kelompok Dr. Ellie Staple. Dengan tersebarnya rekaman kejadian pertarungan antara David dan Kevin di halaman rumah sakit jiwa maka misi Dr. Ellie Staple gagal, sedangkan plot pertarungan di Osaka Tower hanyalah tujuan samaran.

Demikian yang saya tangkap dari film Glass, Mr Glass menunjukkan bahwa untuk mencapai sebuah sasaran maka kita perlu menciptakan sasaran samaran yang memiliki tujuan sama dengan sasaran yang sebenarnya. Orang yang tidak ingin kita berhasil akan berusaha menggagalkan pencapaian tujuan kita, namun karena mereka hanya fokus pada tujuan yang disamarkan maka mereka tidak sadar bahwa tujuan kita sebenarnya sudah tercapai dan bisa jadi upaya mereka menggagalkan rencana kita sebenarnya justru memfasilitasi agenda kita yang sebenarnya. 

Secara keseluruhan film ini kurang memuaskan karena alur ceritanya berjalan agak lambat. Alur cerita yang lambat ini bertujuan untuk menolong mereka yang belum menonton film Unbreakable dan Split agar dapat juga mengikuti film Glass. 

Hadirnya Night Shyamalan dalam film juga seperti untuk menjelaskan latar belakang David yang sudah dijelaskan dalam film Unbreakable. Buat yang sudah pernah menonton Unbreakable, kehadiran Night Shyamalan sebagai cameo dalam film ini tidak diperlukan :D  btw Night Shyamalan juga hadir sebagai cameo yang membantu Dr Fletcher melihat cctv rumahnya dalam film Split.

Seperti juga penjelasan-penjelasan karakter Casey, untuk yang belum pernah menonton film Split mereka akan kebingungan bagaimana menjelaskan hubungan dekat Casey dan Kevin, setidaknya bagi yang sudah menonton Split penampilan awal Casey dalam film Glass ini bisa menyegarkan kembali ingatan mengenai tokoh Casey.

Untuk yang belum menonton film Unbreakable dan Split, Film Glass tetap dapat dinikmati, setidaknya karakter tiap tokoh dibangun kembali walau sedikit. Tokoh Dr. Ellie Staple amat sangat membantu menjelaskan tiap karakter melalui berbagai percakapan dan aksinya.

Film ini gak booming dan banyak yang gak mengira bahwa film ini adalah film tentang superhero, mungkin begitulah pandangan terhadap superhero yang diinginkan M. Night Shyamalan melalui rangkaian filmnya ini. 

Btw fyi, dengan rilisnya film Glass pada awal Januari 2019, Shyamalan telah membuat kita menunggu 19 Tahun sejak Unbreakable rilis :D




Artikel ini memiliki 3 Komentar

  1. Sumpah, Om, saya baru tahu kalau ini trilogy hahhahaha. Pikir saya cuma Split dan Glass saja. Dududud. Musti nonton yang pertama kalau begitu.

    BalasHapus
    Balasan
    1. Stttt jangan bilang-bilang hahaha. Masing-masing film bisa dinikmati sendiri-sendiri sih tapi kalau mau lebih lengkap yah tonton tiga-tiganya :)

      Hapus
    2. Hahahaha dari semua baru nonton Split. Glass lewat lewat (dimajuin sana sini) haha. Nanti kalau ada waktu harus nonton marathon ketiganya.

      Hapus