Macam-macam Tipe USB dan Perkembangannya

Macam-macam Tipe USB dan Perkembangannya
Saat ini, mungkin tiada hari tanpa berinteraksi dengan teknologi USB. Entah untuk mengisi baterai atau memindahkan data. Kedua fungsi tersebut belum bisa tergantikan untuk saat ini, walaupun sudah ada solusi hubungan nirkabel baik untuk mengisi daya maupun perpindahan data, namun saya kira untuk 5 tahun ke depan USB masih akan banyak digunakan.

Selama hampir dua dekade ini, standar port USB menjadi teknologi koneksi yang paling umum digunakan di seluruh dunia. USB sendiri adalah kepanjangan dari Universal Serial Bus yang dikembangkan oleh USB Implementers Forum, sebuah forum atau lembaga nirlaba yang berdiri pada tahun 1995.

USB adalah antarmuka (interface) plug-and-play, yang biasanya digunakan untuk menghubungkan komputer ke berbagai perangkat. Alasan utama mengapa USB menjadi sangat populer adalah karena USB hadir untuk menggantikan banyak antarmuka yang lebih tua dan menggabungkan beberapa fungsi yang menjadi standar internasional.

Standarisasi USB adalah protokol yang menentukan bagaimana solusi memindahkan / transfer data dan pengisi daya dikelola, yang selalu berkembang dalam hal kecepatan dan peningkatan fitur. Dalam keseharian kita mengenal Konektor USB, itu adalah bentuk fisik dari port pada perangkat atau gawai Anda, terletak di ujung kabel yang ditancapkan ke USB port.

Saat ini sudah dikenal USB Type-C, tapi sebelum membahas lebih jauh ayo kita sejenak kembali tipe-tipe USB sebelumnya dan melihat perbedaan-perbedaan serta kelemahan dari berbagai Teknologi USB sebelumnya.

STANDARISASI USB

Macam-macam Tipe USB dan Perkembangannya

USB 1.0

USB 1.0 atau 1.x pertama kali diperkenalkan pada tahun 1996. Namun sayangnya versi tersebut tidak pernah sampai ke produk konsumen.

USB 1.1 (Full Speed)

Full Speed USB 1.1 diluncurkan pada bulan Agustus 1998, ini adalah standar USB pertama yang didukung secara luas. USB 1.1 ini memiliki kecepatan maksimum 1.5MB / s (12Mbps), digunakan sebagai penghubung (periferal) pada keyboard dan mouse. Tidak semua produsen langsung mengadaptasi standar ini, tetapi lambat laun konektor keyboard, mouse, dan printer menjadikannya sebagai konektor utama

USB 2.0 (High Speed)

Versi USB ini diperkenalkan pada tahun 2000 dan telah meningkatkan transfer data maksimum hingga 60MB / s (480Mbps). Peningkatan kecepatan ini membuat USB 2.0 cocok untuk digunakan pada  hard drive eksternal dan jenis perangkat penyimpanan data lainnya untuk pertama kalinya. Port USB kemudian mulai meningkat dan sepenuhnya mengganti port lawas yang lebih tua di desktop dan laptop. USB Flash drive (flash disc) mulai menggantikan floppy disk, CD, dan DVD.

USB 3.0 (Super Speed)

USB 3.0 dirilis pada tahun 2008 dan meningkatkan kecepatan transfer hingga 500MB / s (5Gbps). Peningkatan teknologi USB 2.0 tidak hanya pada kecepatan dan kinerja tetapi juga pada manajemen daya yang lebih besar dan peningkatan kemampuan bandwidth menyediakan dua trek data uni-directional untuk menerima dan mengirim data pada saat bersamaan. Teknologi ini juga disebut sebagai USB 3.1 Generasi Pertama dengan bermacam argumentasi.

USB 3.1 (SuperSpeed ​​+)

Versi USB ini juga disebut sebagai USB 3.1 Generasi Kedua. Ini adalah versi terbaru dari standar USB. Diperkenalkan pada tahun 2013, keunggulan utamanya adalah pada peningkatan kecepatan hingga 1,25GB / s (10Gbps), membuatnya secepat standar Thunderbolt yang asli. USB 3.1 memiliki tiga profil daya dan memungkinkan perangkat yang lebih besar untuk menarik dari host hingga 2A di 5V untuk konsumsi daya hingga 10W. Karena itu, koneksi USB sekarang dapat digunakan untuk mengisi daya laptop. USB 3.1 ini umumnya digunakan pada Hard Disc External dan beberapa gawai mahal untuk fitur kecepatan transfer data maksimal dan mendukung fitur fast charging.

Cukup yah pembahasan tentang teknologi USB, sekarang kita masuk ke bahasan konektor USB.

Jenis konektor USB

Macam-macam Tipe USB
Macam-macam Tipe Konektor USB

USB Tipe A

Konektor USB A pada dasarnya digunakan pada pengontrol host di komputer dan hub. Soket USB-A dirancang untuk menyediakan koneksi "hilir" yang ditujukan untuk pengendali host dan hub, jarang diimplementasikan sebagai konektor "hulu" pada perangkat periferal. Ini karena host USB akan menyediakan daya DC 5V pada pin VBUS. Dengan demikian, penting untuk diingat ketika membeli kabel USB, paling aman untuk memastikan setidaknya satu dari colokan adalah USB A.

Meskipun tidak umum, kabel USB A (lelaki/male) ke A (lelaki/male) digunakan oleh beberapa port/socket untuk membuat koneksi antara dua port USB A (perempuan/female). Tapi model kabel A-A ini tidak dimaksudkan untuk menghubungkan antara dua komputer host atau komputer ke hub.

USB Tipe B

Konektor gaya B dirancang untuk periferal USB. Bentuknya yang hampir 'persegi' ini, sepertinya agak jarang dipakai. Kegunaannya biasanya sama dengan type-A di mana berbagai perangkat yang terhubung ke komputer, smartphone dan kamera digital menggunakan USB type-B

USB Mini

Mini-USB adalah konektor standar untuk perangkat-perangkat mobile. Mini-USB lebih kecil ketimbang USB reguler, kini sudah jarang sekali yang menggunakan karena sudah tergantikan oleh micro-USB.

USB Micro

USB Micro adalah penyempurnaan dari USB Mini. USB Micro telah menjadi standar banyak pabrikan dalam memproduksi gawainya. Saat ini, mayoritas gawai menggunakan port USB Micro sebagai saluran pengisi daya dan penghubung ke komputer. Hanya Apple yang tidak menggunakan USB tipe ini. Kelemahannya USB ini tidak bisa dibolak-balik dan rentan rusak jika dipaksakan masuk.

USB Tipe C

USB Tipe C adalah jenis konektor USB yang terbaru, dengan bentuk lebih kecil serta bisa dibolak-balik. USB Type-C memberikan kecepatan transfer yang lebih tinggi dan punya daya yang lebih kuat ketimbang jenis USB sebelumnya. Saat ini, USB Type-C sudah mulai banyak digunakan untuk beberapa laptop dan sebagian kecil smartphone serta tablet terbaru untuk mendukung kecepatan transfer data dan fasilitas fast charging.
USB Type C Lightning Apple iPhone

Lightning

Lightning digunakan oleh Apple untuk konektor iPhone dan iPad. Ukurannya serupa dengan micro-USB dan hanya bisa digunakan oleh perangkat Apple yang diproduksi di atas bulan September 2012. Ini bukanlah standar USB.


*Kalau bahasanya terkesan kaku itu karena artikel ini sebagian besar adalah terjemahan yang dirangkum dari berbagai sumber



6 komentar

avatar

Terus om, kalau USB yang sering kita pakai itu yang buat adaptor smartphone atau flashdisk itu, ada ver 1.0 dst, apakah yang versinya tinggi apabila yang di laptop tidak tinggi, berpengaruh pada durasi proses transfer data?

avatar

Ya berpengaruh, kalau di laptop atau komputer ada slot USB berwarna biru itu berarti support USB 3.0 tapi ada juga yang warnanya gak beda tergantung spek laptop. Sebaliknya kalau laptopnya hanya support USB 2.0 mau pakai kabel/konektor USB 3.0 ataupun USB type C yah sama kecepatan transfernya gak ngaruh. Harddisc external rata2 pakai USB 3 terlihat dari colokan ke HD eksternalnya, kalau di laptop colokan USB yah tetap sama karena emang harus sama biar universal biar efisien

avatar

Noted. Terima kasih Om. Makanya sering banget kalau kopi data ke flashdisk, ada yang cepat ada yang lama. Hehehehe.

avatar

Ya karena kecepatan transfer sangat terpengaruh dengan teknologi USB yang ada di sumber, kalau penerimanya belum menggunakan teknologi USB terbaru yah lambat, mungkin kabel juga berpengaruh tapi gak terlalu lah :)

avatar

Kata Om Anton Tuke, suaminya Mamasia (ngikik), besar kabel mempengaruhi arus listrik :D :p *OOT*

avatar

Iya benar itu. Makin besar kabel makin besar kemampuannya menghantarkan listrik, tapi listrik di kabel USB paling 12 volt, kalau kabelnya main besar malah menghambat deh kayaknya :) Entah lah, saya juga gak paham kalau listrik mah hahaha

Klik untuk komentar