Nasehat dari Lois Lane dan Tony Stark

 “Darkness is not just the absence of light; it’s the conviction that the light will never return.” 

Darkness is not just the absence of light; it’s the conviction that the light will never return., quote ini saya kutip dari narasi Lois Lane (Amy Adams) di akhir film Justice League (2017). Narasi yang bagus, karena bisa mewakili inti dari cerita film berdurasi 110 menit ini. Selebihnya tentang film Justice League bisa baca review-nya di.... cari sendiri ajah.

Saya menerjemahkan kalimat di atas dengan bebas menjadi; Kegelapan terjadi bukan saja karena tidak adanya cahaya, tapi terkadang karena keputusasaan untuk berharap terang akan kembali, (berkeyakinan bahwa gelap adalah hal yang lumrah).

Lois Lane dan Superman

Terbiasa sangsi atau menyerah memimpikan sinar, menerima apa adanya hidup dalam kegelapan. Sebagian ada yang tidak siap memperlihatkan wujud asli yang selalu bersembunyi dalam gelap. Beberapa yang kuat menolak ternyata selama ini mengaku-aku bahwa dialah cahaya, hingga sekuat tenaga menutup akses cahaya yang sebenarnya... ngomong apa sih Sot? :D

Quote di atas mengajarkan kita agar tidak begitu saja menyerah pada nasib, karena belum tentu kegelapan itu nasib kita. Sedikit menyinggung masalah keyakinan juga, kalau kita tidak yakin bahwa akan ada "terang" di ujung mimpi kita, maka akan sulit bagi kita untuk dapat menerima ide-ide dan cita-cita apalagi berjuang untuk mengubah situasi. Minimal kalau tidak percaya akan adanya terang, jangan ganggu mereka yang percaya dan sedang memperjuangkan mimpinya.

Jika ada pihak-pihak yang mengambil keuntungan dari situasi kegelapan maka pihak-pihak itu tentu tidak tinggal diam terhadap upaya-upaya mereka yang percaya akan terang saat berusaha mewujudkan cita-citanya. Banyak caranya, saya sering kok bertemu langsung atau tidak langsung orang-orang yang memperjuangkan kegelapan. Pihak-pihak begini dengan cepat dapat mengubah pihak-pihak yang netral menjadi pro status quo, menjadi bagian dari "pejuang kegelapan".

Tinggal kita menentukan pilihan, jika kita percaya akan cita-cita kita menggapai hak hidup di jalan yang terang maka tentu itu tak mudah. Namun demikian, jika kita yakin dan mau berjuang maka tidak ada satu pun rintangan yang dapat menghalangi, sebaliknya jika kita tidak percaya dan hanya menyerah pada keadaan maka tidak ada satu pun yang dapat membantu. Gak tau nyambung atau enggak deh penjabarannya :D

Kok jadi panjang? dalam menulis blog "kalau bisa panjang ngapain dipendekin?" :).

Sebelum nonton Justice League, saya nonton Spider-man Home Coming yang lumayan menghibur karena bercerita tentang Peter Parker/Spider-Man masa remaja sekitar 15-16 tahun, ya film ini menurut saya masuk dalam genre "film remaja". Di film ini saya tertarik dengan kata-kata Tony Stark (Robert Downey, Jr.) kepada Peter Parker (Tom Holland) saat menghukum dan mengambil kembali kostum Spider-man buatannya yang dianggap telah disalahgunakan oleh Parker.
"If you’re nothing without this suit, you shouldn't have it"

If you’re nothing without this suit, you shouldn't have it

"If you’re nothing without this suit, you shouldn't have it" kata Tony Stark. Artinya kurang lebih "Jika tanpa "pakaian" itu kamu bukan siapa-siapa, maka kamu tidak pantas memilikinya". Menurut saya ini lucu, coba kalimat itu dikembalikan kepada Tony Stark, jika tanpa pakaian tempur Iron Man memangnya siapa Tony Stark?

Jadi inget ketika Barry Allen (Flash) bertanya kepada Bruce Wayne  (Batman) mengenai kekuatan super yang dimiliki Batman, lalu Bruce Wayne menjawab "I'm rich". Kalau Bruce Wayne walaupun dengan intonasi humor menjawab kekuatan supernya adalah kekayaan, maka sebelas dua belas dengan Tony Stark, ya gak sih?

Kalau quote ini bisa diartikan banyak cara, bisa sebagai cermin agar kita jujur melihat diri kita sendiri sebelum menasehati orang lain, bisa juga sebagai motivasi agar kita memperpantas diri sebelum "menggunakan pakaian" yang akan menjadi identitas kita.

Kata "pakaian" ini banyak maknanya, dalam fim yang dimaksud pakaian ini adalah kostum Spider-Man yang serba canggih dengan berbagai tekhnologi mutakhir seperti milik Ironman. Tapi dalam kehidupan sehari-hari kata "pakaian" dapat kita asosiasikan dengan banyak hal, contohnya sebagai segala sesuatu yang kita gunakan untuk menegaskan identitas, termasuk di sini image branding, jabatan, gelar dst baik formal maupun informal.

spiderman suit technology

Jangan sampai "pakaian" itu kita gunakan sebelum kita pantas menggunakannya, selain hanya merendahkan arti dari pakaian itu, ini juga adalah kebohongan yang sedikit banyak akan berpengaruh pada pribadi dan karakter kita. Bagi saya, orang yang tidak sepantasnya menggunakan "pakaian" itu lucu, seperti badut, akan tetapi kalau badut memang sengaja menggunakannya untuk menghibur, nah kalau kita untuk apa? untuk membohongi diri sendiri dan orang lain?

Kalau kata saya sih, pencitraan semu akan lebih banyak mudharat-nya daripada manfaatnya. Kalau sekadar untuk gagah-gagahan atau demi sebuah maksud positif maka jujurlah, minimal pada diri sendiri, apa susahnya mengucapkan "saya sebenarnya belum pantas menggunakan "pakaian" ini, tapi bantu saya dan doakan saya agar dapat memantaskan diri dengan kualitas dan kapasitas yang sesuai dengan syarat-syarat menggunakan "pakaian" ini". Selayaknya lulus fit and proper test, karena kalau kita menggunakan pakaian yang tidak sepantasnya, maka tunggulah kehancuran.

Rasulullah shallallahu 'alaihi wasallam bersabda: "Jika amanat telah disia-siakan, tunggu saja kehancuran terjadi." Ada seorang sahabat bertanya; 'bagaimana maksud amanat disia-siakan? ' Nabi menjawab; "Jika urusan diserahkan bukan kepada ahlinya, maka tunggulah kehancuran itu." Hadits Bukhari Nomor 6015.

Wallahul muwaffiq ila aqwamit-tharieq.
Sesungguhnya hanya Allah SWT yang memberi petunjuk ke jalan yang selurus-lurusnya


Klik untuk komentar