Protopia dan Masa Depan Media Sosial

Protopia dan Masa Depan Media Sosial

Ini postingan gak serius kok, jadi santai ajah kalau gak paham ke mana arahnya, saya juga cuma nulis ajah sih. :D
Jadi ceritanya ada yang bertanya tentang masa depan Media Sosial (Socmed), ini nanti arahnya mau ke mana? Seakan-akan saya tau jawabnya, tapi biang sotoy (bi-sot) bisa lah mencoba memprediksi sedikit berdasarkan contekan kanan-kiri :)
Untuk menjawab pertanyaan ini yang perlu diperhatikan itu kata "ke mana", apakah yang dimaksud tujuan jangka pendek atau tujuan jangka panjang? (itu jawaban ngeles hahaha).

So berdasarkan Sotoylogi masa depan sosial media yah gak beda jauh dengan perkembangan teknologi secara umum, beberapa saya coba list sebebasnya ajah.


Virtual Reality (VR)

Jangka pendeknya, kalo ngomongin sosial media (sosmed) kayaknya cukup mewakilli kalau kita ambil contoh Facebook ajah. Nah sesuai visi Facebook "Connecting People", Mark Zuckerberg awal tahun 2017 lalu sudah menjelaskan bahwa Facebook akan mengembangkan teknologi VR (Virtual Reality). Semua orang bisa terhubung dengan "nyata secara virtual" dengan perangkat yang disediakan oleh Facebook bernama "Oculus Rift", kalau kamu belom tahu, Oculus Rift ini dagangannya Facebook.

Facebook gak main-main mengembangkan Oculus Rift, 2014 Facebook mengakuisisi Oculus, tahun 2017 Facebook "membajak" Hugo Barra dari Xiaomi untuk menjadi pemimpin Pengembangan VR di Facebook.

Hugo Barra ini siapa?
Hugo Barra adalah mantan wakil presiden manajemen produk Android di Google (Vice President of Android Product Management) tahun 2013 lalu. Ia kemudian "pindah kerja" ke Xiaomi untuk menjadi Wakil Presiden Internasional di Xiaomi. Pengguna Xiaomi selalu menantikan kabar darinya jika ingin mengetahui apa yang akan dilakukan Xiaomi ke depan dan fitur-fitur serta produk-produk terbaru Xiaomi.

Hanya saja untuk sampai ke situasi di mana kita bisa membuat toko atau kafe kita dapat dikunjungi secara virtual saya rasa masih jauh, alat-alatnya masih mahal dan apakah memang dapatnya tempat bisnis kita dikunjungi secara virtual itu penting? untuk saat ini rasanya belum.


Apakah VR benar-benar akan menjadi teknologi masa depan?

CEO Apple Tim Cook nampaknya berseberangan dengan Zuckerberg, di sebuah wawancara ia pernah menyampaikan bahwa Augmented Reality (AR) akan lebih berkembang di banding VR. Belakangan ia malah menyatakan bahwa masa depan internet akan dipengaruhi oleh artificial intelligent (AI) seperti prediksi banyak para tokoh ICT lainnya.

Disney juga percaya AR lebih ideal ketimbang VR dalam konteks taman hiburan. Untuk hal ini bersama Lenovo, Disney telah mengembangkan AR headset khusus yang dirancang untuk para pencinta Star Wars, lengkap dengan motion controller berwujud Lightsaber.

Teknologi VR terkini sudah "dipamerkan" oleh Zuckerberg di status-status Facebook-nya, kepoin aja facebook-nya langsung biar lebih jelas sudah sampai mana dan mau kemana perkembangan teknologi VR ini.




Augmented Reality (AR)

Augmented Reality (AR) ini sulit dijelaskan, Salah satu Game terkenal yang memanfaatkan AR adalah Pokemon Go yang menggunakan tekhnologi AR dalam aplikasinya. Pengguna bisa menjelajah lingkungan sekitarnya dengan menggunakan map khusus dalam apps dan menemukan monster-monster lucu seperti Pikachu, Bulbasaur, dan lainnya. Monster-monster lucu ini hanya ada dalam dunia Augmented Reality.

Lalu selain untuk game seperti itu kira-kira apa manfaatnya buat masyarakat? Teknologi ini juga masih terus dalam tahap pengembangan dan butuh banyak terobosan kreatif agar teknologi AR ini bermanfaat luas dan merakyat. Kata teman saya, game seperti Pokemon Go ini juga bisa menjadi peluang, kita dapat memanfaatkannya dengan mengubah tempat usaha kita menjadi PokeStop atau arena gym Pokemon Go sehingga banyak para pemain game/trainer akan betah berlama-lama di lokasi usaha kita.


Artificial Intelligent (AI)

Artificial Intelligent (AI) atau Kecerdasan Buatan ini sebenarnya sudah banyak diaplikasikan pada banyak teknologi, Digital Asistant pada smartphone dapat berjalan baik dengan menggunakan AI. Siri di iPhone, Google Asistant di Android dan seterusnya.

Di Facebook Messenger AI sudah mulai sering ditemukan, kalau kita chat dengan halaman bisnis di FB, jangan langsung menganggap yang kita ajak bicara adalah manusia, karena beberapa jawaban standar bisa di-seting oleh para pemilik halaman tsb. Untuk pertanyaan-pertanyaan standar AI di Facebook Mesengger sudah sangat baik.

Untuk memenuhi rasa penasaran saya sudah pernah mencoba berkomunikasi dengan Facebook Messenger Bot, pertanyaan yang tepat akan menghasilan jawaban-jawaban yang menampilkan beberapa pilihan yang semuanya informatif. Ini akan bermanfaat bagi kita yang memiliki usaha online namun di lain sisi teknologi ini menjadi ancaman untuk profesi CS (Customer Services) toko online dll.


Internet of Thing (IoT) 

Berdasarkan contekan, Internet of Thing (IoT) adalah sebuah konsep di mana suatu objek yang memiliki kemampuan untuk mentransfer data melalui jaringan tanpa memerlukan interaksi manusia ke manusia atau manusia ke komputer. IoT telah berkembang dari konvergensi teknologi nirkabel, micro-electromechanical systems (MEMS), dan Internet.

“A Things” pada Internet of Things dapat didefinisikan sebagai subjek misalkan orang dengan monitor implant jantung, hewan peternakan dengan transponder biochip, sebuah mobil yang telah dilengkapi built-in sensor untuk memperingatkan pengemudi ketika tekanan ban rendah. Sejauh ini, IoT paling erat hubungannya dengan komunikasi machine-to-machine (M2M) di bidang manufaktur dan listrik, perminyakkan, dan gas. Produk dibangun dengan kemampuan komunikasi M2M yang sering disebut dengan sistem cerdas atau “smart”. Sebagai contoh yaitu smart kabel, smart meter, smart grid sensor.

Kalo yang ini sudah banyak digembar-gemborkan banyak media, kita tunggu saja, apakah dengan kemudahan yang diciptakan teknologi ini akan menambah mahal sebuah barang atau tidak :)


Protopia

Menjawab kemanakah arah masa depan tekhnologi maka yang jelas akan menuju perubahan yang lebih baik, disebut protopia. Protopia adalah sebuah situasi atau keadaan yang terus menerus berubah dan terus menerus berproses. Di buku berjudul The Inevitable, Kevin Kelly mengatakan bahwa pesatnya perkembangan tekhnologi membuat kita tak bisa terhindar dari protopia.

Menurut Kevin Kelly dalam blognya, Protopia bukanlah Utopia apalagi Dystopia, tapi sebuah kondisi yang lebih baik namun sulit sekali diprediksi karena perubahan yang begitu cepat, tantangan dan masalah-masalah baru serta kelebihan dan peluang-peluang baru.

"I think our destination is neither utopia nor dystopia nor status quo, but protopia. Protopia is a state that is better than today than yesterday, although it might be only a little better. Protopia is much much harder to visualize. Because a protopia contains as many new problems as new benefits, this complex interaction of working and broken is very hard to predict." - Kevin Kelly 
Demikianlah catatan sotoy saya tentang masa depan yang katanya lebih sulit untuk diprediksi karena semakin cepat perubahan yang terjadi. Kalau Kevin Kelly dan lain-lain itu ngomong seperti itu karena mereka tahu apa yang mereka bicarakan, jelas beda dengan saya yang hanya modal sotoy :)

 Selamat Tahun Baru 2018.

Artikel ini memiliki 6 Komentar

  1. Jika dianalogikan dengan api, teknologi sudah menjadi api yang berwarna biru, energi dan daya bakarnya cepet banget, tahu-tahu udah jadi abu. Makanya, susah diprediksi. Hehehe

    BalasHapus
    Balasan
    1. :) minimal sudah ada gambaran akan seperti apa teknologi masa depan jadi bisa siap-siap hehehe

      Hapus
  2. Dengan era globalisasi dan kemajuan teknologi yang sangat pesat maka kita harus pandai menfaatkannya jangan sampai kita yang menjadi korban dari jaman teknologi ini...semangat

    BalasHapus
    Balasan
    1. Betul mas :) berselancar di atas ombak kemajuan, ceileh bahasanya hahaha

      Hapus