#NulisRandom Ke-11 - Ngeliwet di Bukber IKAPATI 91

Berbuka puasa dengan teman sekolah itu biasa, ada yang di resto, mall, kafe dll, terlalu biasa dan sudah pernah. Kemarin, Sabtu malam Minggu 10 Juni 2017 saya berbuka puasa di teras rumah teman yang biasanya dipakai sebagai garasi mobil, itu juga biasa sih.

Menu bukbernya nasi liwet, urap sayur, ayam, tahu tempe goreng, jengkol dan teri medan balado... itu juga biasa. Masaknya bareng-bareng... itu juga dah umum lah. Hasil masak bareng-barengnya enak buat lidah saya... nah ini yang RUAR BIYASAH!!! :D
Ngeliwet di Bukber IKAPATI 91 SMPN 243 Cipinang Jaya Jakarta Timur

Kami biasa menjuluki tim panitia yang sudah sekian tahun jadi panitia acara apa saja ini sebagai "dharma wanita rempong 4L" alias Lu Lagi Lu Lagi :D


Ngeliwet di Bukber IKAPATI 91 SMPN 243 Cipinang Jaya Jakarta Timur

Mungkin terdengar membosankan, sekian tahun kok ketemunya yah hanya itu-itu saja alias 4L, tapi ternyata daya cipta (kreativitas) tim dharma wanita IKAPATI 91 ini patut diapresiasi, salah satunya ide bukber dengan menu nasi liwet lengkap dengan berbagai lauk dan minumannya.

Ngeliwet di Bukber IKAPATI 91 SMPN 243 Cipinang Jaya Jakarta Timur

Sebut saja dua Wonder Woman dari dharma wanita 4L, mereka jago dalam soal masak memasak, Melli si anak metal dan Bodang si wanita super. Banyak deh yang bisa diceritakan untuk membuktikan klaim wonder woman ini bukan asal-asalan dan karangan saya aja. 
Soal masak mungkin itu tergantung minat dan bakat (passion) yah, bagaimana kalau soal belanja di pasar tadisional atau pasar rakyat? ini juga butuh kekuatan super loh. Supaya gampang ini saya akan list mengapa berbelanja di pasar rakyat butuh kekuatan super.


1. Retinal Projection System

Memiliki mata yang setajam elang layaknya Batman atau Ironman. Mata seperti ini syarat penting dan sangat diperlukan dalam berbelanja di pasar tradisional. Ketelitian dalam memilih lokasi parkir, memilih bahan makanan yang segar, tajam melihat dan membandingkan harga dari jarak jauh sebelum menuju penjual dan mulai tawar menawar dan lain sebagainya. Kalau belanja di supermarket keahlian seperti ini kurang diperlukan lah, orang barangnya sama dan harganya seragam, apa yang perlu dibedakan?.


2. Multiple Intelligences atau kecerdasan multipel.

Multiple Intelligences atau kecerdasan multipel sudah menjadi prasyarat wajib sebelum berani melangkahkan kaki untuk masuk ke sebuah pasar rakyat, yah minimal memiliki Critical dan Rational Thinking yang di atas rata-rata. 
Sulit menjelaskan keahlian ini, tapi memahami kondisi sebuah komoditi secara selektif dan menghubungkannya dengan harga yang pantas lalu berdiplomasi dalam tawar menawar menurut saya adalah sebuah kecerdasan yang perlu ditambah dalam daftar kecerdasan majemuk ala Howard Gardner. Jika saja Howard Gardner pernah bebelanja di Pasar Tanah Abang atau Pasar Jatinegara (Mester) pasti dia akan menambah keahlian ini dalam list. (terserah elu aja lah sot :D)


3. Ulet dan Pantang Menyerah

Gak usah jadi perempuan super kalau mental lembek, harus bermental baja, bersemangat titanium alloy vanadium dan sejenisnya lah :D

Jangan dikira jika tawarannya tidak diterima maka para wonder woman ini akan pulang dengan tangan hampa... No Way!. Oke, saya setuju soal tawar menawar yang kejam dan telalu nyinyir juga tidak baik, tapi mempertahankan harga yang rasional dengan bermodal data harga barang yang identik dengan penjual berbeda dan harga seminggu sebelumnya tentu masih masuk akal. Beradu argumentasi jelas membutuhkan data, entah dari pengamatan (riset) atau intuisi, yang jelas tanpa data maka bargaining power pembeli akan jatuh.
Belanja di super market sih gak perlu berjuang sampai seperti itu, apanya yang mau ditawar?

Sudah yah, 3 ajah, yang jelas berbelanja di pasar rakyat atau pasar tradisional itu lebih menantang dan lebih sulit didaki daripada gunung, loh kok? yah kiasannya begitu lah hehehe. Oh iya, gak perlu minta kuitansi atau cash bon yah setelah transaksi.

Thanks untuk semua-semuanya IKAPATI 91 top lah :)

#NulisRandom Ke-11

Artikel ini memiliki 4 Komentar

  1. Seru.... dah lama gak ngerasain rebutan makanan...sampe mindik2 mo ngambil lauk.. bhwixixii...

    BalasHapus
    Balasan
    1. Makasih atas kesediaan ditempati, kopi, bubur sumsum dan semua-semuanya deh :)

      Hapus
  2. Keren, emang sih om bisot belanja di oasar tradisional itu oenuh tantangan. Itu bener-bener aku baru nginjak dan bingung. Ada barengan aku saat itu yang sedang berbelanja menawar habis-habisan ke ibu itu. Ibu itu sudah bilang gak bisa lagi pasnya segitu. Dia maksa..dan kadang aku juga heran kok seakan oedagang pasrah. Bagi aku pribadi itu hal yang aneh aku gak biasa tawar menawar untuk oasar sekelas kapitalis saja kita gak bisa nawar, dan kita tetap membeli barang-barang itu. Mengapa ke pedagang kecil kita harus menekan harga yang memang sudah dari sananya segitu. Lucu kan!hahaa dan emang sih aku pun ngalamin minta bon diomelin sama pedagangnya xixiiixiii tapi seru laah, seru banget. Pedagangnya ramah dan baik samoe nganterin dan bawain barang-barang sampe tempat parkir. Iam so happy pengalaman yang tidak akan pernah terlupakan 😊

    BalasHapus
    Balasan
    1. Sering-seringlah belanja di pasar tradisional, selain akan terlatih jadi wanita super, bakalan banyak pengalaman yang beda, berinteraksi dengan pedagang pasar lebih manusiawi menurut saya :) thx inspirasinya huahahaha

      Hapus