Hari Buku, Membaca dan Menulis

"Tidak ada satu pun daerah yang maju sepanjang sejarah dan tidak ada peradaban yang terhebat sekalipun kecuali karena masyarakatnya gemar membaca," kata Gubernur Nusa Tenggara Barat (NTB) Tuan Guru Haji Zainul Majdi dalam acara Safari Gerakan Nasional Gemar Membaca di Kantor Badan Perpustakaan dan Arsip Daerah NTB, Rabu (20/4/2016).

Saya sejak kecil senang membaca apa saja, koran, buku cerita, novel, apa saja yang bisa saya baca akan saya baca tanpa peduli. Awal kegemaran ini karena saya lebih dapat memahami pelajaran di kelas karena saya telah membaca lebih dahulu buku-buku pelajaran melewati apa yang sedang dipelajari di kelas. Kegemaran saya didukung dengan banyak tersedianya buku-buku bekas yang saya baca sebelum saya jual secara kiloan ke pembeli barang bekas.

Hari Buku dan Hak Cipta Sedunia

Bagi remaja tahun 80-an ada tokoh Sangaji, seorang anak yang berprofesi menjual majalah dan buku bekas, Sangaji bukan tokoh utama di sinetron mingguan Rumah Masa Depan, tapi ada episode dimana Sangaji mengalahkan Bayu (Septian Dwicahyo) sang tokoh utama dalam acara cerdas-cermat tingkat kecamatan. Seorang anak putus sekolah dari keluarga yang tidak mampu namun berhasil menjawab semua pertanyaan. Rahasianya?, ia membaca hampir semua majalah yang ia jual sambil menunggu pembeli.

Ya, saya akui tokoh Sangaji ini mempengaruhi saya saat remaja, bagi saya yang tumbuh dari keluarga pas-pasan di pinggiran Jakarta, dapat terus melanjutkan sekolah di sekolah negeri adalah sebuah tantangan dan sekaligus upaya meringankan beban orang tua. Alhamdulillah, saya yang bandel dan tidak suka berdiam diri di kelas ini bisa menikmati sekolah SD, SMP, SMA hingga universitas negeri, bahkan saat SMP sempat membuat wali kelas terpaksa percaya bahwa saya yang langganan kena berbagai hukuman disiplin bisa masuk rangking 3 besar di kelas.

Ada yang bilang bahwa manfaat dari membaca antara lain:
a. Menambah dan memperluas wawasan dan pengetahuan
b. Memiliki kemampuan untuk memecahkan masalah
c. Mempertajam tingkat pemikiran
d. Memiliki sikap obyektif terhadap masalah
e. selalu mementingkan fakta dan informasi, dst.

Jelas saya setuju dengan beberapa manfaat membaca di atas, selebihnya, karena saya suka membaca akhirnya saya pun suka menulis, sayang saya tidak belajar bagaimana menulis yang baik dan benar, sekadar mencatat dan menyalurkan apa yang ada dalam pikiran saya yang lebih sering mirip dumelan, hampir semua saya tumpahkan di blog ini :D

Oh iya, kemarin kan Hari Kartini, nah coba perhatikan sejarah awal Kartini, menurut Wikipedia beberapa buku dan novel berbahasa Belanda telah ia baca sebelum ia berumur 20 tahun, terlepas dari kontroversi sosok Kartini saya percaya pengaruh-pengaruh apa yang dibacanya telah memberinya berbagai pandangan yang membawanya dikenal. Surat-suratnya walau ada yang masih meragukan keotentikannya jelas menunjukkan adanya dialog yang tidak bisa ia lakukan kepada orang sekelilingnya. Kartini menulis surat untuk bertukar pikiran pada orang yang memahami alam fikirnya, jika hanya membahas urusan rumah tangga, saya kira itu bisa ia lakukan dengan orang-orang di lingkungannya.

BTW, hari ini di adalah Hari Buku Sedunia yang diperingati setiap Tanggal 23 April, sebenarnya secara lengkap tanggal 23 April itu adalah "Hari Buku dan Hak Cipta Sedunia" yang diinisiasi oleh Organisasi Pendidikan, Ilmu Pengetahuan, dan Kebudayaan Perserikatan Bangsa-Bangsa (UNESCO).

Menurut berbagai sumber, tanggal 23 April awalnya adalah perayaan Hari Saint George di wilayah Katalonia sejak abad pertengahan. Dalam merayakan tradisi ini para pria memberikan mawar kepada kekasihnya. Tahun 1923, tradisi ini mulai berganti untuk menghormati Miguel de Cervantes, seorang penulis yang meninggal dunia pada 23 April.

Tahun 1925 para perempuan mulai memberikan sebuah buku sebagai pengganti mawar yang diterimanya. Pada masa itu lebih dari 400.000 buku terjual dan ditukarkan dengan 4 juta mawar. Perayaan ini adalah bentuk penghargaan antara penulis, penerbit, distributor, organisasi perbukuan, serta komunitas dan masyarakat umum. Semuanya bekerja sama untuk mempromosikan buku dan literasi, serta meningkatkan nilai–nilai sosial budaya kemanusiaan. Kemudian tahun 1995, melalui Konferensi Umum UNESCO di Paris, tanggal 23 ditetapkan sebagai "Hari Buku dan Hak Cipta Sedunia" atas dasar tradisi tersebut.

Buku terakhir yang saya baca? Masih buku Bakat Bukan Takdir karya Mas Bukik Setiawan, dan Andrie Firdaus. Nah elo buku apa yang terakhir elo baca? :)

Happy weekend.

Klik untuk komentar