Belajar Soal Wireless Charging

Hari ini saya belajar mengenal  yang namanya Wireless Charging. Setelah membaca dari berbagai sumber online, berikut sedikit catatan saya versi sotoy dan suka-suka saja.

Pengisian nirkabel (Wireless Charging) telah banyak diperkenalkan untuk ponsel-ponsel premium yang harganya relatif mahal (kalau buat saya), fitur ini dipercaya akan disukai banyak penggunanya karena lebih memudahkan alias praktis. Gak perlu repot membawa kabel charger, mencari colokan ataupun powerbank, karena satu alat wireless charger "katanya" bisa untuk mengisi banyak gadget yang kompatibel. Konon tekhnologi ini pertama kali digunakan pada smartphone di tahun 2009, yakni pada Palm Pre dengan tekhnologi wireless charging pada perangkat
"Touchstone Charger.". [sumber]

Belajar Soal Wireless Charging

Konsep pengisian nirkabel konon telah digagas sejak zaman Om Nikola Tesla, Om yang jago fisika ini sudah sejak awal tahun 1900 yakin bahwa kita dapat mentransfer/memindahkan energi/daya antara dua benda melalui medan elektromagnetik.

Urusan kirim-mengirim daya ini tetap membutuhkan sumber daya listrik yang akan dikirimkan kepada penerimanya, namun kali ini tanpa menggunakan kabel, solusinya adalah gelombang elektromagnetik. Jika secara umum kita mengisi daya baterai telepon dengan menyambungkan "charger" ke sumber daya listrik maka Wireless Charging  mengubah "alat charger" menjadi gelombang elektromagnetik.

Bagaimana cara kerjanya yah?
Nyontek dari blog ini, cara kerja dari wireless charging ini ialah sebagai berikut :

  • Arus listrik yang berasal dari sumber tegangan mengalir melalui kumparan primer (sebagai charger) yang menghasilkan medan magnet.
  • Ketika bagian belakang ponsel (kumparan sekunder) diletakkan diatas charger (kumparan primer), maka medan magnet yang dihasilkan oleh charger (kumparan primer/transmitter) menginduksi arus listrik ke bagian belakang ponsel (kumparan sekunder/receiver).
  • Arus listrik yang didapatkan bagian belakang ponsel (kumparan sekunder) dari charger (kumparan primer) akan men-charge baterai.
Pada intinya cara kerja dari wireless charging mirip dengan cara kerja dari transformator.
  • Cara kerja transformator yaitu aliran listrik dari sumber listrik diubah menjadi medan magnet pada kumparan primer/transmitter dan diubah kembali menjadi aliran listrik pada kumparan sekunder/receiver.
  • Hal yang membedakan antara wireless charging dengan transformator adalah media induksi yang digunakan. Pada transformator medan magnet diinduksikan dengan media inti besi, sedangkan pada wireless charging media induksinya adalah ruang udara.
Sebuah ilustrasi sederhana yang menunjukkan bagaimana cara kerjanya sebagai berikut:
Belajar Soal Wireless Charging
Belajar Soal Wireless Charging
Pro dan kontra: Seperti kita semua sadari, bahwa setiap koin memiliki 2 sisi, kita bisa melihat bahwa bahkan pengisian nirkabel memiliki Pro dan Kontra sendiri, antara lain:
Pro: nyaman, bebas gangguan dan korosi, awet.
Kontra: Tidak efisien (hanya 65-70% efisiensi), lambat Pengisian, mahal.

Jadi memang rada susah saat ada pertentangan antara efisiensi dan kenyamanan, wajar jika menjadi keputusan yang sulit untuk dibuat. Tapi sepertinya orang akan lebih cenderung ke arah kenyamanan, soal mahal itu relatif dan banyak orang suka membeli lebih mahal demi eksklusif dan "beda dari umum" :) tapi mempertimbangkan ekologi dunia di mana isu hemat energi menjadi sangat penting belakangan ini, inefisiensi tentunya menjadi hal yang patut untuk menjadi pertimbangan, trend semakin mengarah pada produk-produk yang ramah lingkungan, jadi buat apa nyaman jika boros energi?.

Soal "mahal" dan inefisien sepertinya akan cepat usang, karena saya yakin ke depannya akan banyak inovasi-inovasi hemat, sampai ada beberapa artikel yang saya baca mengajarkan bagaimana membuat sendiri (DIY) Wireless Charging untuk handphone :) lagi pula sudah semakin banyak produk-produk wireless charger bermunculan dan berkompetisi bukan hanya dari segi harga, tapi juga soal efisiensi dan penggunaan daya.

So, minimal sekarang saya sudah paham cara kerja dan teori mengenai Wireless Charging, kalau butuh bacaan lebih lanjut sila baca di:
http://www.indoenergi.com/2013/07/keunggulan-dan-kelemahan-wireless.html 
http://tiktechtok.blogspot.co.id/2014/01/wi-fi-tak-hanya-untuk-internetantapi.html 
http://abdisr.blogspot.co.id/2013/11/cara-kerja-wireless-charger-dan.html

Artikel ini memiliki 4 Komentar

  1. Lambat pengisian dan mahal -_-
    Teteup pakai kabel saja lah :D

    BalasHapus
    Balasan
    1. :) belum umum aja, nanti juga kalau sudah merata gak terasa mahal murahnya kak :P

      Hapus
  2. Saya pernah coba ikuti video DIY merakit wireless charger dari charger biasa, dicoba gagal. Ternyata video yang sempat viral itu hoax...

    BalasHapus
    Balasan
    1. Makasih infonya mas, saya belum sampai sesakti itu mas, hanya mencoba memahami cara kerjanya saja hehehe

      Hapus