Ineptias #2

Apa cerita dalam kopi yang sedang kau minum kawan?
Kisah asal usul biji kopi?
Kisah batang pohon tebu terbaik dari pelosok nusantara atau dari negeri sebelah?
Kisah air yang semakin sulit didapat yang kau panaskan dengan gas yang berasal dari alam yang semakin terluka?
Atau kisah sipembuat kopinya yang dengan senyum manis meracik hingga beraroma sensual?
Atau kisah si penikmatnya, kamu...

Menyesap kopi

Ceritakanlah dengan mesra, sekalipun nanti kita bertengkar, mari bertengkar dengan mesra, agar pihak lain iri akan kemesraan kita, agar pihak lain kehabisan akal untuk memisahkan kita.
Kita yang keras kepala, kita yang percaya ada yang lebih berharga dari sekadar perbedaan pandangan. Kita yang entah bagaimana ditakdirkan bertemu dalam segala lika-liku dan suka-duka.

Entah dalam diam saat kita berjauhan atau pun ribuan kata yang mengalir deras saat kita saling berjumpa, semua menyatu padu dalam pusaran adukan kopi beraroma kerinduan yang terpenuhkan, seperti nyanyian musim semi saat mengiringi senyum pertemuan Persephone dengan ibunya.

Seperti kata Mas Seno Gumira Ajidarma, dalam "Ketika Jurnalisme Dibungkam Sastra Harus Bicara", maka bagiku: "Menyesap kopi adalah: caraku untuk berbicara, caraku untuk berkata, caraku untuk menyapa, suatu cara untuk menyentuh seseorang yang lain entah di mana".  Menyesap setiap tetesnya membawaku berenang dalam lautan makna, yang menuntut untuk dialirkan dalam kata-kata, pun kadang makna yang ingin kusampaikan menolak untuk dikurung dalam kata-kata yang mewujud dalam barisan kalimat tak beraturan ini.

Ada yang aneh saat aku mencoba menggambarkan tentang dirimu, kata sifat yang aku sematkan menjadi kehilangan ukuran, kuantifikasi menjadi tidak relevan, standar yang ada menguap.
Aku mencoba menggambarkan kejahatannmu, iya kamu jahat... seketika makna "jahat" menguap, lalu diikuti dengan lenyapnya kata "jahat". Kata dan makna jahat tidak menemukan tempat tinggal atau sekadar singgah di langit cerah dan bening dalam matamu.
Aku mencoba menggambarkan kecantikanmu, iya kamu cantik... kata itu menghilang secepat kilat menuju sebuah ruang dalam sudut hatimu, bersemayam dan bertemu dengan makna yang ia wakili.

Dalam setiap hati ada ruang tak bernama, tak bermata. Ia hanya tunduk pada si pemilik kunci pintunya. siapapun dia, seburuk atau sebaik apapun dia, hanya dia yang bisa dengan leluasa membuka dan memutuskan untuk tinggal atau pergi.

2016... sepertinya akan membawa banyak energi positif dan aroma kopi yang membangkitkan gairah. Seperti anti oksidan mungkin :)
Kita lihat saja nanti :)

______________
Bukan sambungan Ineptias #1
Gambar nyomot dari Blognya Mhimi.

Artikel ini memiliki 2 Komentar

  1. Secangkir kopi pahit dipagi hari itu....seperti mempersiapkan diri dari hal2 terpahit yg bakalan kita hadapin hari itu.... *tsaahh.... jadi bikin tetep stay cool n optimis ^_^

    BalasHapus
    Balasan
    1. Seperti imunisasi gitu konsepnya yak tonk? Hehehe stay cool n optimis, keep calm and drink black coffee

      Hapus