Bekasi pagi ini :)

 Bekasi Tempoe Doeloe

Menemani kopi pagi membaca beberapa media online yang isinya rata-rata soal Bekasi yang sedang rajin bongkar-bongkar bangunan liar atau yang disingkat menjadi bangli. Sehari kemarin itu berapa bangunan liar yang dibongkar? Baik dibongkar sendiri pemiliknya maupun yang pembongkarannya "dibantu" oleh aparat.

Membangun bangunan liar itu sendiri tentunya pakai uang, kalau hingga 200 lebih bangunan dibongkar itu kira-kira berapa banyak biaya yang terpakai untuk membangun dan membongkar? apa tidak ada solusi yang menguntungkan kedua belah pihak? dalam hal ini Pemda dan masyarakat pemilik bagunan liar yang rata-rata digunakan sebagai tempat usaha.

Mau sampai kapan masyarakat dan pemda seperti kucing-kucingan main bongkar pasang seperti ini? bangunan liar itu sendiri tidak mungkin tumbuh jika tidak memiliki nilai tambah ekonomi dan nilai tambah lain bagi warga yang mengambil manfaat dengan adanya bangunan-bangunan liar seperti itu. Saya sendiri sering mampir di warung kopi yang masuk dalam kategori bangunan liar itu karena berdiri di pinggir irigasi dan pastinya gak punya IMB.

Entahlah, pastinya yang sedemikian itu sudah dipikirkan oleh anggota dewan terhormat yang sudah dipilih untuk mewakili warga, dan juga harusnya sudah menjadi beban pemikiran pemimpin yang sudah dipilih juga oleh warga, Bekasi khususnya. Kalau gak yah berarti warga salah pilih, kalau sampai salah pilih? gak mungkin lah, masa' salah pilih berulang-ulang :)

Ini beberapa cuplikan berita media online seputar Bekasi pagi ini:

Belum lama ini Badan Pengelolaan Lingkungan Hidup (BPLH) Provinsi Jawa Barat memberi "ranking" 2 dan 3 sebagai kota terkotor se-Jawa Barat untuk Kabupaten Bekasi dan Kota Madya Bekasi.
Penilaian tersebut terekam dalam rangka lomba Adipura se-Jawa Barat 2015, dari 25 kota/kabupaten peserta, Kabupaten Bekasi menempati urutan ke 24, atau urutan kedua dari yang paling terkotor yakni Purwakarta. [1]
Tidak jauh berbeda dengan Kotamadya Bekasi yang berada 1 peringkat di atas Kabupaten Bekasi, menjadi kota terkotor ke-3 se-Jawa Barat. [2]

Mendapatkan "gelar" demikian membuat Pemkot "gerah" dan kemarin (09/06) sekitar 1.200 personel gabungan Satuan Polisi Pamong Praja (Satpol PP) Kota Bekasi, Dinas Tata Kota (Distako) Kota Bekasi, Polresta Bekasi Kota dan TNI, menggusur sekitar 260 bangli di Medan Satria karena dibangun di bantaran aliran irigasi milik Perusahan Umum Jasa Tirta (PJT).[3]

Bagaimana dengan Pemkab Bekasi?

Sepi dari pemberitaan media, di sekitar Jl. RE. Martadinata flyover Cikarang dan Jl. Industri puluhan bangli dibongkar pemiliknya pada hari Selasa siang. (09/06/2015). Pun dengan bangli yang berada di depan Kantor Samsat Kab. Bekasi dibongkar pemiliknya, kendati demikian masih ada saja pemilik yang nekat belum membongkar banglinya dan tetap bertahan.[4]

Yang epic nih berita dari Lurah Kebalen... beliau menawarkan Rp.500 ribu untuk siapa saja yang dapat menangkap pembuang sampah sembarangan di wilayah Kelurahan Kebalen Kecamatan Babelan... tertarik berburu pembuang sampah? :) [5]


Sumber:
1. Gobekasi
2. Urban Cikarang
3. Berita Satu
4. Urban Cikarang
5. Wajah Bekasi


Klik untuk komentar