Hujan air kok takut?

Apa bisa saya membuat sebuah postingan dalam 30 menit, tentu saja bisa. Kita kan hanya bicara soal bisa atau gak, soal kualitas itu lain lagi kan? :)

So kemarin hujan agak deras mengguyur rata Jakarta dan Bekasi, saat hujan deras seperti itu Jalan Ahmad Yani By Pass mulai dari pintu tol lapangan golf rawamangun sampai hampir fly over Jatinegara ramai dipadati pengendara motor yang berteduh, bahkan hingga tinggal menyisakan 1 jalur untuk dilalui mobil.

berteduh di bawah fly over saat hujan 

Saya juga pengguna motor yang kebetulan kalau soal berangkat dan pulang kantor menggunakan bis jemputan. Saya juga pernah berteduh di bawah fly over saat hujan, tapi saya sebisa mungkin tidak menghalangi hak pengendara lain untuk menggunakan jalan. Jika seandainya jalanan di bawah fly over penuh, saya rasa tidak ada salahnya untuk para pengguna mobil menghindari jalan kolong fly over yang dijadikan tempat berteduh para pengendara roda dua itu, kalau saya mungkin akan memilih mengambil jalan lain yang mungkin agak memutar, toh pakai mobil dan tidak kehujanan. Heran saja dengan para pengendara motor yang dengan santainya meninggalkan motornya menutupi jalan hanya karena takut terkena air hujan, untunglah gak semua seperti itu... contohnya? saya hahaha.

Entah dengan orang lain, saya kan merasa senang jika hujan turun saat mengendarai motor, dengan catatan helm yang saya pakai tidak mengalami induksi (pengembunan) yang menutupi jarak pandang, atau hujannya tidak terlalu deras sehingga jarak pandang masih aman sampai 5-10 meter ke depan. Atau kabel-kabel body motor yakin aman dan tengki bensin gak bocor :) serasa mandi sambil nyuci motor sambil mandi, benar-benar pengalaman multi purpose :D
Sayang karena faktor U sekarang kurang berani berkendara di bawah guyuran air hujan :) *bisa pulang masuk angin dan bakalan dikerokin seluruh badan*

berteduh di bawah fly over saat hujan
Fenomena berteduh di bawah fly over atau kolong jalan tol jangan dikira hal sepele, jika sampai menimbulkan kemacetan maka tunggu saja pihak otoritas pengatur lalu lintas seperti polisi dan dishub akan mengeluarkan aturan yang justru nantinya akan menyusahkan para pemotor untuk berteduh, so jika kita "terpaksa" berteduh di bawah fly over, sebaiknya bekerjasama dan saling memahami saja dengan pengguna jalan dan kendaraan lain. Jika besok keluar aturan di larang berteduh di bawah fly over saya juga akan kena susahnya.
Tadi saya bilang terpaksa yah? yah karena saya lebih suka berteduh di warung kopi, bisa mengerjakan hal lain sambil ngopi sampai hujan mereda, berteduh di bawah fly over atau kolong jalan tol itu hanya terpaksa jika tiba-tiba hujan deras seketika tanpa sempat melipir mencari tempat berteduh yang lebih manusiawi :)

Bicara soal hujan di atas motor kenapa yah gue gak terlalu suka dengan jas hujan yang ada sekarang? entah karena desain atau bahannya yang cepat rusak :D untuk beberapa jenis jas hujan harganya sudah lumayan tapi tetap saja merembes membasahai celana :) sepertinya akan lebih aman dan nyaman jika membawa baju/celana cadangan deh, untuk dompet, HP dll saya selalu siapkan di motor saya kantor plastik kresek untuk berjaga-jaga dikala hujan, soal badan kena hujan masih bisa ditolerir, kalau dompet sama HP basah bisa repot urusan :) 

Jas hujan yang berbahaya itu yang model betmen, semacam jubah jas hujan yang jika terkena tiupan angin akan melambai-lambai, resikonya jas hujan seperti itu dapat tersangkut dikendaraan lain atau tersangkut di motor sehingga menyulitkan handling. lihat deh foto contoh di bawah, ngeri kalau sedang jalan tiba-tiba.... karena jas hujan tersangkut. Mati konyol.

http://pertamax7.files.wordpress.com/2013/02/bahaya-jass-hujan-kelelawar_thumb.jpg?w=461&h=324
Foto dari Pertamax7
Yo wis lah, intinya keep safety, tetap utamakan keselamatan, ada yang menunggu kita pulang kan? kalau tidak ada juga yah jangan aneh-aneh di jalan :) kasian orang yang mendapat susah karena kita.

Salam

Klik untuk komentar