Surat Balasan Untuk Takita

#dukungTakita @IDcerita

Membaca surat Takita, saya jadi galau :D, jadi sadar kalau saya hampir tak pernah bercerita kepada anak-anak saya. Mungkin pernah tapi lupa. Hanya menjawab jika ditanya, saya lebih suka mencarikan film-film cerita dan buku-buku cerita, nonton bareng dan menjelaskan jika ada pertanyaan.

Kadang saya hanya mendengarkan ketika anak-anak saya menceritakan kembali apa yang baru saja ditontonnya, apa imajinasi mereka terhadap cerita yang mereka dapatkan dari film dan buku itu.

Alhamdulillah saat ini Tuhan menitipkan amanah 3 orang anak yang sehat-sehat dan cerdas. Aiz sudah kelas 4 SD, sudah pandai bercerita, mungkin seumuran dengan Takita? Aziz sudah kelas 2 SD, Aziz ini imajinasinya berkembang dengan baik, kadang saya hanya mendengarkan apa komentarnya terhadap tokoh-tokoh cerita di film yang ia tonton.




Membaca surat Takita membuat saya tersadar betapa pentingnya arti cerita bagi anak-anak, tidak ada kata terlambat untuk mulai belajar bercerita kan yah? :)

Mungkin saya akan lebih sering mengambil bahan-bahan cerita yang Takita sudah miliki, nanti pada saatnya saya akan bercerita, entah cerita apa yang anak-anak saya sukai.

Mungkin cerita tentang asal muasal hujan, cerita tentang keluarga ikan, kisah cicak yang terjatuh dari dinding karena bertepuk tangan saat listrik kembali menyala :)

Baiklah, Takita jangan bersedih yah, saya berjanji, walaupun saya sibuk, saya akan mulai mencari waktu luang untuk memulai bercerita. Terimakasih atas surat Takita yang telah menyadarkan saya akan pentingnya sebuah cerita.


Peluk hangat, salam.


Klik untuk komentar