reply blog-mail dari Oceph

Postingan ini menjawab postingan oceph yang berjudul A letter for biSoT.
Dear Ochep, pertama-tama mari kita tundukkan kepala sejenak untuk mengenang para gadis yang telah kita bohongi dimedan perang, tapi please degh jangan lama-lama tar nyeselnya jadi beneran, pura-pura ajalah.

Gw sungguh tersanjung dan takjub saat membaca postingan sebuah surat dalam blog elo chep

Gw jadi inget kalo email elo gw kategorikan sebagai spam, mungkin itulah sebabnya elo menulis surat sebagai sebuah postingan blog.



Dear Ochep, sesungguhnya dibalik sindiran-sindiran halus dan beradab yang gw publish untuk mencoreng moreng imagelo yang lugu dan lucu seperti kabayan masih imut tersimpan kekaguman gw atas elo yang gw sebut sebagai Chepotisme, gw sering mondar-mandir di blog-blog elo dimanapun ada untaian kata-kata bijak elo yang tercecer, gw resapi kedalaman makna dalam kelugasan dan keluguan tutur seorang ochep.

Awalnya gw amat sangat gak suka dengan kemajuan blog elo yang sempat menyaingi popularitas blog elo, sehingga misi gw adalah membuat intrik-intrik dan membangun citra negatif tentang blog elo yang pertama. Lo lihatkan di Komplek blog indosiar ini gw membuat begitu banyak blog yang sampe sekarang banyak di antara blog itu gw lupa username dan passwordnya. Missinya hanya satu, merusak image blog elo chep, dan missi itu berhasil dengan sempurna saat elo menutup blog elo dengan script html sehingga untuk membacanya diperlukan kemampuan menggunakan kode-kode alamat url dan langsung membaca disource page.

Tapi tidak lama setelah blog elo ditutup, gw merasakan kehampaan chep, gw gak menemukan seorangpun dalam dunia perbloggan ini yang bisa menandingi kemesraan kita bertukar cacian dan sindiran-sindiran halus dan beradab tanpa menyebabkan pertumpahan darah, cukup pertumpahan ludah dan saling berbalas diksi sarkasme yang sarat dengan insinuasi yang mendiskriditkan ego. (busetdah, pada ngarti gak nih yeh bahasa andalan kutu buku platonis yang sok ilmiah).

Akhirnya elo kembali chep, membuat sebuah blog lagi dengan tag "Ochep Return", ah betapa bahagianya gw, seakan menemukan bagian diri gw yang hilang chep. Dan gw juga sadar, elo mempelajari kontra intelejen dgn sukses buat bales dendam yang berpuncak dengan hiatusnya gw dari dunia perbloggan untuk sementara. Sampai gw sadar bahwa sebenarnya itu bukanlah balas dendam, tapi sebuah peningkatan kualitas hubungan simbiosis mutualisme yang saling menguntungkan dalam hal mengasah ketajaman kata untuk saling mengungkapkan rasa persahabatan dalam sebuah cacian dan sindiran yang semakin halus namun semakin mematikan.

Ochep Gorbacep kang seleb kacep, sulit bagi gw mengungkapkan semua ini dengan kata, apa lagi yg bisa gw katakan chep, hati ini mengandung rasa yang sulit diungkap, tidak dapat mengalir dengan kata. Mungkin kalo lo ada dihadapan gw, semua rasa ini bisa gw tumpahkan, yah semua getaran jiwa ini bisa gw tunjukkan buat elo chep. Mungkin semua akan terungkap dengan satu tendangan yang gw tahu pasti lo bisa tangkis.

Chep, kadang elo lupa, kemampuan elo dari segi finansial dan kecakapan elo bergaul membuat elo seakan-akan menganggap kecil semua orang, elo seakan merasa paling benar sendiri dengan segala sudut pandang yang memang didukung dengan kemampuan otak elo yang cerdas dan latar belakang pendidikan yang di atas rata-rata. Gw takut elo akan terperosok dalam dunia yang elo bangun. Chep tidak semua orang bisa logis, manusia sebagian besar lebih menggunakan emosi dan kemudian menggunakan otaknya untuk menjustifikasi pilihan berdasarkan emosinya itu.

Dan jangan lupa Chep, tidak selamanya yang logis itu benar terlebih jaman sekarang Chep, dimana orang semakin tidak peduli dengan kebenaran, orang akan lebih peduli dengan yang masuk akal. Hedonisme walau tidak 100% najis tapi sudah mengkerdilkan nurani dalam pragmatisme-pragmatisme sempit yang menginjak-injak kearifan yang dianggap lambat dan kuno.

Sebelum gw semakin ngelantur ngecap kanan-kiri gak jelas, gw mau pertegas aja chep. Gw salut akan keunikan dan originalitas pribadi elo, lo tahukan gw masih suka menggunakan tokoh Ki Somad yang gw kembangkan menurut versi gw sendiri, gw juga menciptakan si Buset untuk membantu gw saat gw berdebat sama elo atau sekadar menjaga pertanyaan-pertanyaan kritis elo... ah sudahlah. Semua itu karena gw kagum sama elo Chep, gw gak mengerti betapa beruntungnya gw kenal sama elo dan karena kesombongan gw yang mencapai taraf over dosis gw enggan mengakui semua itu Chep, alih-alih gw memuji elo gw malah terbiasa menghina, mencaci dan membuat intrik seakan gw lebih hebat dari elo. Gw seharusnya minta maaf dan bersimpuh memohon belas kasih agar elo tetap mau berteman dengan gw yang gak tahu berterimakasih ini.

Dan sebagai penutup surat ini, gw cuma mau mengingatkan bahwa lebaran masih jauh, yuk bikin sensasi lagi, yuk bercengkarama dalam caci maki yang dipayungi rasa persahabatan ditingkat yang lebih mesrah. Karena dalam setiap sindiran dan cacian, terletak kasih seorang sahabat.

Bye bye Ochep

Oh yah sebagai penutup, semua tulisan gw di atas hanyalah bualan chep, sebuah latihan menulis yang gw juga gak ngerti ada maknanya atau enggak, yah intinya gw berubah pikiran degh, anggap aja yang di atas itu gw lagi ngigo atau anggap aja sebagai ucapan orang bagun tidur yang gw gak sadar mengucapkannya... ya iyalah gw khan baru bangun tidur nih. Tuh masih subuh, ayam bangkok elo aja belom bangun khan. Da ah gw mau tidur lagi, semoga dalam tidur gw mimpi otor ke tanggerang, terus ada elo lg nyebrang jalan, yah pura-pura gak ngeliat gw tabrak loh!!!!


wkkkkkk


Peace ah

Luff U dear Ochep Gorbachep

Klik untuk komentar