GOMBAL WARMING, lagi?

Negara-negara industri (USA, India, China dkk) menuntut negara-negara berkembang (ie: Indonesia) menghentikan penebangan pohon dan konversi lahan (baca penggundulan hutan).

Sayang illegal logging masih terjadi, padahal jika dikelola dgn benar maka cukup bisa menyumbang devisa dan dapat meringankan hutang negara yg berbanding lurus dengan mensejahterakan rakyat Indonesia.

Jika karena global warming, Indonesia telah kehilangan sekitar 2000 pulau jangan lantas menuduh para perambah hutan dan masyarakat adat pemilik hak ulayat disekitar hutan adat sebagai biang keladinya.

Penjahat yg mengantongi HPH baik di Aceh, Sulawesi dst, cukong kayu dari Malaysia yg merambah hutan Kalimantan lebih pantas ditembak dari pada Mahasiswa Trisakti.

Negara-negara industri telah mengucurkan dana yg cukup banyak untuk kampanye "save our planet, save ozon layers, save our forest" dlsb. Konyolnya dana itu di Indonesia tidak dipakai untuk memberdayakan para perambah hutan, membuka lapangan kerja baru bagi para buruh tebang agar ada pekerjaan lain sehingga tidak diperas oleh para cukong kayu.



Dana itu lebih sering digunakan untuk seminar, loka karya dlsb yg menghasilkan gunungan kertas makalah, kajian, rekomendasi yg pada akhirnya hanya membuang-buang waktu, biaya dan setumpuk kertas yg bahan bakunya juga berasal dari hutan.

Pendekatannya masih up-down, masih menggunakan paradigma kekuasaan. Pemerintah mengatur, memaksa dengan aparat keamanannya. Rakyat harus patuh, jika tidak tahu sendiri akibatnya.

Kalau mau cerdik, kenapa pemerintah tidak memanfaatkan hutan sebagai bargaining power dihadapan negara-negara industri, khususnya si biang kerok Amerika yg sampe sekarang gak mau ikut meratifikasi protokol kyoto dan selalu menjegal upaya PBB untuk mencari solusi menghadapi global warming.

Atau Indonesia meminta kompensasi kepada PBB (untuk mendesak WB) atas kesediaan tidak menebang hutan dgn pengurangan hutang.

Isu dan propaganda global warming ini jangan mentah-mentah ditelan dunk. Harus ada timbal balik bagi Indonesia.

Mereka (negara industri) tidak mau mengurangi produksi dan invest ke teknologi yg ramah lingkungan krn mahal, lha kok menekan Indonesia secara politik dan ekonomi untuk tidak boleh memanfaatkan hutannya?

Saya inget postingan saya, "gombal warming", hare gene masih mau mengandalkan hutan?

Sebagai negara maju dan ber-ekonomi kuat, kenapa gak mereka yg menggunakan tekhnologi yg ramah lingkungan?. Kenapa mereka selalu mengelak dgn beralasan krn investasi yg mahal?.

wkkkk mungkin lebih murah dan efektif dgn memaksa Indonesia menjaga hutannya kali yah?

Saya bingung, kenapa negara yg katanya super power, telah mampu menerbangkan orangnya kebulan, kok gak mampu menciptakan alat yg dapat mengubah CO2 menjadi O2?, kok gak mampu menginvestasikan teknologi yg ramah lingkungan? Kok bisanya main paksa doang? Super power itu apa diartikan mampu memksakan segala kehendak demi kepentingannya sendiri? kok malah malah mirip fasisme yah?

Hare gene maseh mengandalkan hutan?
Wkkk emangnye hutan nenek moyang lo?
Cape degh....!



KINGDUMD COME

Klik untuk komentar