Biar Saja, Dinda

air mata


Duhai dinda...

duka apa yang menyuramkan tatap teduh telaga beningmu
beban apa yang menyelimuti ceriamu
apakah tahta dunia telah menjajah hatimu?
dalam hati kita, hanya boleh ada kita berdua
dalam hati kita, siapapun dan apapun tidak boleh bertahta

Lihat dinda, buka matamu, hapus tangismu:
betapa menggelikan dunia
si pikun yang menor itu sudah semakin renta
sudah tak mampu lagi menutupi cela
namun masih saja berupaya mengelabui kita.

Lihat dinda, betapa mengharukan
dunia sedang membangun kuburnya sendiri, yah kuburan
makhluk yang dahulunya bernama manusia semakin pandir
memperbudak diri dan melacur tanpa akhir

Lihat dinda, mereka mengawasi kita
dunia menganggap kita gila dan berbahaya
cerdik licik membuat fitnah
hingga yang waras menjadi punah

Benar sekali dinda, tak usah kita berduka
mereka sedang membangun neraka
yang tersisapun akan hidup dalam hampa
sekalipun terbuka mata mereka tetap buta.

Mari kita pergi dinda
Sebelum mereka meracuni kita

***

Klik untuk komentar