Surat Cinta

Salam sejahtera kepadamu wahai sahabat

Mudah-mudahan kedatangan surat yang tiba-tiba ini tidak mengagetkan, mudah-mudahan suratku ini hanya menjadi titik dalam goresan kisah keseharian yang lebih layak mendapat perhatian. namun segalanya ada awalnya, dan sebuah awal adalah hal yang menentukan untuk langkah selanjutnya, maka kiranya surat ini kubuat sesederhana mungkin, hanya berniat menjadi sebuah titik dalam lembaran-lembaran berharga tentangmu.

Awalnya hanya sebuah kata, ya hanya sebuah kata yang menggeliat dalam keheningan hatiku, tidaklah banyak mendapat perhatian dalam derap gaduh pemikiran yang deras bahkan saat aku tertidur, saat aku tidur pikiranku terus mengalir dalam setiap alunnya, membuihkan hasrat yang memenuhi benak, lalu bagaimana dapat kata itu menyita perhatian jiwaku?

Sebuah kata yang merindukan makna, mulai mengusik ketenangan hatiku, dan... keraguan untuk menuliskan kata inilah yang menahanku sejak perpisahan kita 7 tahun yg lalu hingga sekarang akhirnya kata itu telah menggelombang sangat derasnya. gelombang yang tak mampu lagi aku tahan, menyeruak dan berhasil mendobrak kebisuan hatiku menjadi setetes air mata yang terhenti disudut mataku, dia mengering... dan menenangkan gelombang dalam hatiku walau sejenak.

Gelombang deras yang semakin akrab dalam keseharianku, menyenandungkan jutaan makna yang menemani hampanya hari-hari ku tanpa mu. benar.... awalnya hanya sebuah kata, sebuah kata yang menolak dibahasakan dengan tinta, sebuah kata agung yang hanya membuatku kelu...ia pun menolak dibahasakan dengan suara yang dapat kau dengar.... sebuah kata yang dengan segala keterbatasanku, tak mampu aku bahasakan.

Suratku menjadi panjang, aku ingin sekali memperpanjang surat ini, siapapun akan berusaha memperpanjang bila menemukan kesenangan dalam suatu hal. namun aku belum lagi mengucapkan satu kata pun mengenai kata yang ingin kusampaikan pada saat aku mengawali surat ini. Kenyataan asli dalam diri kita ini, intisari yang mutlak itu, mimpi yang terjalin dan terangkum saat kita sadar dan terjaga hanya dapat menyatakan dirinya dalam keheningan. pejamkan matamu dan dengarkan pesan keheningan kepadamu. selamat mendengarkan, aku tak dapat menulis tanpa membuka mataku, mari kita pejamkan mata. Mari....

than: Surat Cinta 2

Klik untuk komentar