Belajar Segitiga Exsposure Fotografi Bersama TPT (Team Photography Tarumajaya)

Belajar Segitiga Exsposure Fotografi Bersama TPT  (Team Photography Tarumajaya)


Hal paling dasar dalam fotografi yang perlu diketahui oleh fotografer adalah Exposure. Pada dasarnya, Exposure adalah banyaknya cahaya yang jatuh ke medium (film atau sensor gambar).  Dari banyaknya cahaya tersebut, maka akan menentukan seberapa terang dan gelap gambar yang dihasilkan dari kamera. 

Dapat dikatakan sebuah foto yang jelas adalah foto yang exposurenya cukup, tidak terlalu terang (Over Exposure) atau tidak terlalu gelap (Under Exposure) kecuali jika memang foto tersebut dimaksudkan over atau under exposure oleh seorang fotografer. Exposure dalam Bahasa Indonesia dialihbahasakan menjadi Pajanan atau Paparan. 

Untuk mendapatkan exposure foto yang baik maka kita harus mengenal yang namanya Segitiga Exsposure atau exposure triangle.  Segitiga Exsposure adalah istilah yang digunakan untuk tiga unsur dasar dari exposure yaitu: aperture, shutter speed dan ISO. 

Masing-masing elemen dari aperture, shutter speed dan ISO ini saling terkait dalam mempengaruhi cahaya yang masuk mencapai sensor kamera untuk merekam bayangan obyek dalam fotografi, itulah yang dimaksud dengan exposure.


Bagaimana mendapatkan segitiga exposure yang tepat?

Perubahan yang terjadi pada salah satu elemen exposure (aperture, shutter speed dan ISO) akan berdampak pada perubahan elemen yang lainnya. Ini berarti bahwa kita tidak bisa hanya mengatur satu elemen saja, tapi perlu melibatkan elemen yang lain untuk mendapatkan exposure yang tepat.

Seorang fotografer harus bisa menyeimbangkan segitiga exposure dengan membuat semua elemen exposure bekerjasama sehingga dapat menghasilkan foto sesuai dengan yang diinginkannya. 

Mendapatkan exposure yang seimbang dengan menggunakan aperture, shutter speed dan ISO ini membutuhkan banyak latihan. Karena itu, perlu diingat untuk meletakkan dasar-dasar exposure seperti shutter speed (berapa lama sensor kamera akan terpapar oleh cahaya), aperture (seberapa banyak cahaya yang masuk melalui lensa, yang juga mempunyai efek terhadap depth of field), dan ISO (tingkat sensitivitas sensor kamera).

----------------------

Demikian inti materi dari sharing dan bedah foto di Sekretariat TPT  (Team Photography Tarumajaya)  / Studio KRIYAN Organizer di Kampung Tambun Sungai Angke RT.001/020 Desa Segarajaya Kec. Tarumajaya Kab. Bekasi, Kamis 5 Agustus 2021.

Acara dibuka oleh Rahmat Agung dari Mallory Project bersama  Amir Hasan atau yang akrab disapa Cang Amir, beserta rekan-rekan. 

Alhamdulillah pada saat acara Bang Rahmat Agung sempat menjelaskan, acara sharing hari ini akan diawali dengan kegiatan hunting bebas di sekeliling untuk kemudian tiap peserta harus menjelaskan 1 foto terbaiknya di depan forum. Mulai dari mengapa memilih obyek tersebut, menjelaskan angle yang dipilih serta hal lain yang bersifat umum. Nice, saya yang terlambat datang jadi tahu jalannya acara ini :)

Saya sendiri malah motret Buah Galing yang tumbuh subur di samping Studio Photo Kriyan tempat saya dan kawan-kawan menikmati kopi sambil ngobrol santai.


Maksud sharing oleh tiap peserta yang menjelaskan 1 foto terbaiknya itu menurut Cang Amir agar fotografer bertanggungjawab atas foto yang ia ambil secara sadar. Kita harus mampu menjelaskan pertimbangan-pertimbangan dan pesan yang ingin disampaikan oleh si pemotret dari foto tersebut. Konsep seperti ini sepertinya asik juga dan bisa diterapkan pada kesempatan lain. Trims Cang Amir buat idenya :)

Belajar Segitiga Exsposure Fotografi Bersama TPT  (Team Photography Tarumajaya)
Max Adietya VND mempresentasikan fotonya

Setelah semua yang setor foto mempresentasikan hasil hunting, barulah sharing mengenai Segitiga Exsposure atau Exposure Triangle dari Mallory Project dimulai, materi ini dipresentasikan oleh Bang Ghon. 

Sambil membawakan materi Segitiga Exsposure atau exposure triangle yang sudah saya tulis di bagian awal postingan ini, Bang Ghon juga sering langsung menjawab pertanyaan di sela materinya. 

Berikut beberapa foto materi yang sempat saya abadikan.

Belajar Segitiga Exsposure Fotografi Bersama TPT  (Team Photography Tarumajaya)
 Bang Ghon menjelaskan soal Exposure 


Belajar Segitiga Exsposure Fotografi Bersama TPT  (Team Photography Tarumajaya)
 Segitiga Exposure 

Konsep Dasar Segitiga Exposure 

Untuk lebih memahami ketiga unsur dalam segitiga exposure, berikut sedikit penjelasan pada masing-masing unsur tersebut: 

1. Aperture 

Aperture atau bukaan diafragma lensa merupakan bilah-bilah yang terdapat dalam lensa dan biasanya terbuat dari logam. 

Bilah-bilah tersebut dapat bergerak dan saling berpotongan untuk menutupi sekeliling dari penampang lensa. Tujuannya adalah supaya cahaya yang masuk hanya akan melewati bagian tengah lensa. Untuk memahami Aperture kita bisa mengibaratkannya sebagai pipa air, semakin besar bukaan pipa air maka akan semakin besar air yang dialirkan begitu juga sebaliknya jika saluran pipa dipesempit.

Dalam kamera, aperture memiliki dinyatakan dalam f/X (1/X) di mana X merupakan angka aperturenya. Misalnya pada f/3.5 akan lebih terang dibandingkan dengan bukaan f/5.6 karena faktor pengali satu stopnya adalan akar dua. Sehingga semakin besar angka aperturenya maka gambar yang dihasilkan akan semakin gelap. Efek aperture dalam foto yaitu jika angkanya semakin kecil maka akan menghasilkan depth of field (DOF) yang sempit sehingga menghasilkan objek pada jarak yang tidak terlalu jauh akan menjadi blur (bokeh). Namun, ini bermanfaat jika ingin menghasilkan bokeh tapi akan berdampak negatif jika digunakan pada foto landscape. 

2. Shutter Speed 

Shutter speed adalah seberapa lama waktu yang dibutuhkan untuk shutter terbuka sehingga cahaya bisa masuk mengenai sensor pada kamera. Semakin lama setting waktunya pada shutter speed, maka semakin banyak cahaya yang akan masuk dan diterima sensor. 

Dalam sebuah kamera biasanya menggunakan shutter speed 1/4000 sekon hingga 30 sekon. Faktor pengali dalam satu stop adalah 2x sehingga misalkan pada shutter speed 1/100 lebih terang dibanding 1/200 jika settingan yang lain tetap sama. Efek setting shutter speed dalam foto yaitu jika shutter speed semakin lama bisa memungkinkan objek dan kamera yang bergerak selama cahaya masuk ke sensor yang berdampak pada hasil gambar yang blur. 

3. ISO 

ISO merupakan tingkat sensitivitas dari sensor di mana semakin tinggi ISO maka akan semakin sedikit cahaya yang diperlukan untuk mencapai titik brightness tertentu. Faktor pengali satu stop-nya adalah 2x sehingga pada ISO 800 akan lebih terang daripada ISO 400. Efek ISO dalam foto jika ISO-semakin tinggi maka sensornya akan semakin sensitif sehingga bisa menimbulkan noise pada hasil foto.

*Disarikan dari berbagai sumber.
---------------------------------------

Sayangnya hari sudah larut malam buat saya yang gampang masuk angin kalau kena angin malam dan mata rada bermasalah kalau terkena sorot lampu kendaraan dari arah berlawanan. Sekitar jam setengah sembilan malam saya, Max Adietya, Ardiansyah , Sugeng Parker dan Uyut Idam pamit pulang. 

Saya yang menggunakan jas hujan padahal gak hujan, hanya untuk melindungi diri dari angin akhirnya terpaksa pulang lewat jalan Perapatan Bogor Setia Asih Tarumajaya karena tertinggal rombongan hahaha.




2 Komentar

  1. trims sharingnya, jadi bisa ikutan belajar fotografi

    BalasHapus
    Balasan
    1. sama-sama, terima kasih sudah mampir dan berkomentar :)

      Hapus

Posting Komentar

Lebih baru Lebih lama