Tentang Sahabat dan Teman

Tentang Sahabat dan Teman

Bukan sekedar ke sana ke sini teman, juga bukan karena jumlah banyaknya.


Sudah dipandang pandai bergaul.

Ada pepatah yang mengatakan, bertemanlah dengan siapa saja. 

Iya, pepatah itu benar kok, memang nggak ada salahnya berteman dengan semua orang. Namun, kenyataannya, banyak aspek dalam hidup kita yang akhirnya dipengaruhi oleh orang-orang di sekitar kita. Berangkat dari situ, sudah semestinya kita berhak menyeleksi teman-teman dalam hidup kita.

“Orang yang mau menunjukkan di mana letak kesalahanmu, adalah temanmu yang sebenarnya. Sedangkan orang-orang yang menyebar omong kosong dengan selalu memujimu, mereka sebenarnya adalah para algojo yang akan membinasakanmu.”

Kemudian, “Bertemanlah dengan orang-orang yang selalu bertaubat atas dosa-dosanya. Because really them is the person the sweetly. ”

“Jangan menginginkan persahabatan dari orang yang tidak menginginkannya darimu”.

Kemudian, “Seorang teman sejati adalah, dia yang memberi nasehat ketika melihat kesalahanmu, dan dia yang membelamu saat kamu tidak ada.”

Selanjutnya, “Seorang teman tidak bisa disebut sebagai teman sampai ia diuji dalam tiga keadaan;
  1. pertama , pada saat kamu membutuhkannya; 
  2. kedua , bagaimana sikap yang ia tunjukkan di belakangmu; 
  3. dan ketiga , bagaimana sikapnya setelah kematianmu.”

Lalu, “Berilah ribuan kesempatan bagi musuhmu untuk bisa menjadi temanmu, namun jangan berikan satu kesempatan pun pada temanmu untuk menjadi musuhmu”.

Berikutnya, “Jumlah teman yang kamu miliki mungkin terlihat ketika kamu menghitungnya, tetapi itu akan menjadi sedikit ketika kamu sedang dalam situasi sulit.”

Dan, “Tidak ada gunanya seorang penolong yang selalu menghina atau teman yang selalu berburuk sangka.”

"Janganlah merasa senang dengan banyaknya teman, selama mereka bukan orang yang baik-baik. Sebab, berada di tempat teman seperti api, adalah kenikmatan, banyaknya adalah kebinasaan. ”

Anda boleh berteman dengan siapa pun dan di manapun asal bisa menjaga diri dan tentunya bisa memberikan manfaat, serta bisa menanamkan kebaikan. Kebaikan yang berguna di kehidupan dunia, terlebih lagi di akhirat. Anda juga boleh memilah dan memilih teman, itu semua tergantung dari pribadi masing-masing karena semuanya juga akan bertanggung jawab terhadap pilihannya sendiri. 

Baik dan buruknya anda dalam sebuah persahabatan, anda sendirilah yang akan merasakan. Jangan bersedih hati ketika temanmu sedikit, juga jangan congkak dan sombong ketika temanmu sangat banyak dan ada di mana-mana.

Tentang Sahabat dan Teman


Sering terpukau dengan orang yang jumlah pertemanan banyak?

Apakah jaminan ia pandai bergaul?

Apakah dengan banyaknya jumlah teman membuatnya baik bisa ke sana ke sini dengan nyaman?

Apa perbedaan orang tulus dengan palsu?

Orang tulus akan baik setiap saat?.

Perbedaan dalam menghormati.

Orang yang tidak tulus biasanya hanya menghormati siapa saja yang punya kekuasaan atau kekayaan. Orang yang 'palsu' akan selalu mencari perhatian dengan cara yang cenderung norak dan berlebihan. Misalnya, mencari perhatian dengan memamerkan hal-hal yang sudah mereka siapkan untukmu. Namun orang yang hatinya tulus tidak perlu perhatian.

Mereka melakukan apa yang seharusnya mereka lakukan dan tidak menuntut pengakuan ataupun pujian.


Perbedaan dalam bersikap

Orang yang menyebalkan biasanya terkesan sombong dan suka membanggakan diri mereka sendiri. Dalam pembicaraan, mereka cenderung memonopoli percakapan dan tidak mendengar lawan bicaranya.

Perbedaan dalam bergosip dan berpendapat

Berada dengan teman-teman yang palsu, biasanya mereka akan membicarakan orang lain, gosip dan semua kekurangan dari orang lain. Bedanya, teman yang sejati akan jujur dan mengatakan opini/pendapat mereka tanpa takut.

Mengatakan opini jujur berarti akan membuatmu menyadari kesalahan dan bukannya mengajakmu bergosip tentang masalah orang lain.

Perbedaan dalam memberi kritik

Teman yang buruk adalah teman yang selalu mengkritik apapun yang kamu lakukan. Asal tidak sesuai dengan keinginannya, mereka akan cenderung mengejek dan berkata bahwa kamu seharusnya mengikuti pendapatnya.

Kualitas diri semakin hari, bulan, tahun, juga mencerminkan kepada siapa bergaul, berteman.

Berkumpul, berkelompok. Orang baik. Orang tulus. Kadang sering ditemukan walau hanya sebentar, tapi jika seolah berkelakuan baik dalam hal-hal tertentu di depan diri, sekalipun banyak jumlahnya, tidak jaminan itu memang teman sejati. Karena saat diri terhimpit masalah, terlibat masalah, sakit, sekarat, kondisi sulit, belum tentu akan bisa selalu ada.

Namun saat di hamparan banyak makanan, minuman (hidangan), ketika punya jabatan, banyak harta, tentu semua orang di sekitar, walaupun nun jauh di sana, akan berdatangan mengaku teman, bisa memakai kalimat "kita kan teman lama".

Penulis: Minon On Mini


komentar

Lebih baru Lebih lama