Sharing Memanfaatkan Medsos Bersama Saka Bhayangkara Babelan

Bersama Saka Bhayangkara Babelan Sharing Memanfaatkan Medsos

Minggu siang, 10 Februari 2019 saya berkesempatan berbagi dengan Sekitar 35 anggota Pramuka Saka Bhayangkara Polsek Babelan. Agendanya adalah sharing mengenai media sosial dan belajar membuat berita ringan.

"Tujuan kegiatan ini adalah agar adik-adik anggota dan calon anggota Saka Bhayangkara Polsek Babelan dapat memanfaatkan media sosial untuk berbagi informasi, baik itu kegiatan positif yang mereka lakukan ataupun informasi-informasi yang sekiranya perlu dibagikan di media sosial (medsos)," demikian menurut Mawadah Warahmah selaku Ketua Dewan Saka Bhayangkara Polsek Babelan Kwartir Ranting Kec. Babelan Kab. Bekasi.

Sesi sharing tentang medsos atau sosmed ini awalnya akan dilaksanakan di Aula Polsek Babelan yang ber-AC, tapi berhubung peserta hingga 35-an orang, maka acara dipindah ke Aula Kantor Desa Babelan Kota yang ruangannya lebih luas walau tanpa AC.
Bersama Saka Bhayangkara Babelan Sharing Memanfaatkan Medsos
Suasana awal masih agak tegang, walaupun sudah dijelaskan oleh para senior saat pembukaan acara bahwa materi ini adalah materi di luar materi kepramukaan.

Untuk mencairkan suasana saya mulai menjelaskan mengenai media informasi secara umum, lalu mengerucut pada media sosial. Saya mulai dengan menanyakan pengalaman-pengalaman adik-adik remaja ini di media sosial. Sekadar memancing feedback dan membuka dialog.

Jawabannya sudah saya duga, tidak ada satu pun hadirin yang tidak memiliki akun Facebook, sebagian adalah pengguna Instagram dan sebagian kecil pengguna Twitter walaupun secara pasif.

Setelah cair barulah saya memberikan materi mengenai berbagai konten yang bisa dibuat oleh siapapun, baik itu teks, gambar/foto, suara/musik dan video dengan menjelaskan berbagai macam media sosial yang diperuntukkan untuk berbagi berbagai konten tersebut.

Acara ini adalah hasil diskusi dengan Bang Rusli salah satu senior Saka Bhayangkara Polsek Babelan. Bang Rusli pula yang dulu pernah mengajak saya ikut memberikan materi pengenalan sosmed saat MPLS SMPN 2 Babelan seperti yang saya catat di sini.

Beda dengan acara MPLS, adik-adik Saka Bhayangkara ini jenjang sekolahnya sudah SMA, jadi lebih cepat "nyambung" saat diarahkan bagaimana membuat konten sederhana berupa teks dan foto dari kegiatan yang mereka lakukan.
Bersama Saka Bhayangkara Babelan Sharing Memanfaatkan Medsos


Membuat berita

Cara mudah membuat berita tercakup dalam rumus ADI SIKAMBA yang merupakan terjemahan rumus jurnalistik 5W+1H ( What, Where, Who, When, Why, and How).

ADI SIKAMBA (Apa, Di mana, Siapa, Kapan, Mengapa, dan Bagaimana) adalah pertanyaan panduan dalam mengumpulkan informasi yang musti terjawab dalam sebuah berita. Idealnya untuk menulis sebuah berita, pertanyaan ADI SIKAMBA sudah harus dijawab terlebih dahulu, barulah kemudian dirangkai dalam sebuah tulisan.

Tetapi dalam sharing kali ini pembahas lebih fokus pada merangkai informasi ADI SIKA (Apa, DI mana, SIapa dan KApan) agar mudah diserap dan langsung dipraktekkan.

Setelah break adzan ashar kelas kemudian dibagi menjadi 7 kelompok yang ditugaskan untuk membuat status di salah satu akun facebook anggota kelompok, status tersebut minimal berisi informasi kegiatan hari itu. 

Alhamdulillah dalam waktu 30 menit semua kelompok sudah selesai melaksanakan tugasnya.
Bersama Saka Bhayangkara Babelan Sharing Memanfaatkan Medsos
Salah satu hasil praktek kelompok peserta sharing
Sebagai penutup, dibuka kembali sesi tanya jawab untuk membahas apa yang sekiranya menjadi masalah dalam menyelesaikan tugas kelompok membuat status info kegiatan. 

Dari sesi tanya jawab itu terungkap bahwa tidak ada masalah dalam penerapan rumus ADI SIKA, namun mereka mengaku kesulitan dalam menyusun redaksi tulisan agar menjadi informasi yang mudah dipahami oleh pembaca. Hal yang menurut saya akan teratasi jika kita banyak latihan dan terus belajar.

***
Bersama Saka Bhayangkara Babelan Sharing Memanfaatkan Medsos
Foto bersama peserta sharing sosial media Saka Bhayangkara Babelan
Konten yang kami bahas hari itu adalah konten teks yang berupa status di media sosial. Konten teks bisa berupa apa saja; berita, cerita, puisi, opini, informasi dan lain sebagainya. 

Intinya tujuan kelas sharing hari itu adalah agar adik-adik pramuka ini dapat membuat berita sederhana dari apa yang mereka saksikan atau yang mereka lakukan. 


Banyak sekali kegiatan adik-adik pramuka ini yang dapat dibagikan di medsos untuk memperbanyak konten positif dan wadah bagi mereka untuk mengembangkan kemampuan literasi digital mereka.

Pastinya akan perlu banyak latihan untuk mengolah konten berupa teks menjadi menarik dan informatif. Setidaknya dari pertemuan hari ini adik-adik sudah semakin paham dan bisa mengembangkan sendiri jika memang mereka berminat dalam dunia tulis menulis dan jurnalistik.


Harapan saya semoga adik-adik ini dapat memanfaatkan media sosial lebih baik lagi, baik untuk kepentingan dirinya maupun untuk lingkungannya, amiin.




Artikel ini memiliki 28 Komentar

  1. pengenalan-pengenalan seperti ini yang harusnya sering dilakukan untuk adek-adek kita agar mereka tidak terjebak arus informasi yang menyesatkan.

    eh seriusnya komentarku.

    BalasHapus
    Balasan
    1. :D mengubah dari user menjadi konten maker

      Hapus
  2. Nah ini baru mantapn kegiatannya om Bisot

    BalasHapus
    Balasan
    1. Ayolah sering-sering berbagi dengan adik-adik biar medos menjadi asik lagi hehehe

      Hapus
  3. Huehehe kalo berhadapan sama anak sekolah mmg suka tegang di awal di? Harus pi diajak komunikasi duluan , interaksi duluan dengan bahas tentang hal2 yang mereka suka ya media sosial ini .

    Saya juga kadang masih suka keki kalau diajak bawa materi dan audience nya anak sekolah, mallakka nanti mereka beranggapan “apa tong deh....” hahahahhaha tp alhamdulillah ternyta setelah diajak interaksi pamai sistem segitiga terbalik , mulai cari suasana .

    Sasaran kegiatannya sudah tepat banget ombisot karena anak Sekolah mi paling banyak konten2 unfaedahnya daripada konten ttg kegiatan sekolahnya.

    BalasHapus
    Balasan
    1. iyye Kak Qiah, kita sekadar sharing sebenarnya, hanya mengajak sambil berbagi pengalaman. Sebagian malah sudah jualan melalui facebook, kabar gembira kalau mereka sudah bisa mengembangkan bakat bisnis memanfaatkan sosmed :)

      Hapus
  4. Keren mentong omBisot, msh menyempatkan berbagi ilmu dan pengalaman ke anak2 muda.

    Sering2 brbagi biar anak2 generasi muda (cieeee) semakin kuat menghdapi tsunami hoax.... ����

    BalasHapus
    Balasan
    1. Banjir informasi tinggal pilih-pilih mana yang bermanfaat ya daeng. Semoga selalu ada waktu untuk terus berbagi

      Hapus
  5. Fokus di kalimat ini : tidak ada satu pun hadirin yang tidak memiliki akun Facebook, sebagian adalah pengguna Instagram dan sebagian kecil pengguna Twitter walaupun secara pasif.

    Berarti semua dari kita memang sudah melek media sosial, tinggal diarahkan bagaimana membuat konten yang positif.
    Dengan cara mendatangi langsung ke sekolah seperti yang Om Bisot lakukan ini udah bener banget.

    BalasHapus
    Balasan
    1. Tepat sekali kak, pada dasarnya tidak bisa dilarang tinggal kita mengarahkan ke arah yg lebih bermanfaat :) sayang kegiatan-kegiatan mereka tidak didokumentasikan, paling tidak mungkin akan memberi inspirasi buat adik-adiknya untuk mengikuti jejak kakaknya kalau kakaknya sukses :)

      Hapus
  6. luar biasa memang kak Bisot ini
    semangat berbaginya sangat besar. beruntunglah dikadik yang jadi peserta hahaha
    salam pramuka!

    BalasHapus
    Balasan
    1. :D makasih daeng, skala kecil dan gak jauh-jauh aja dulu, kalau yg jauh2 belum bisa hehehe

      Hapus
  7. Salam Pramuka!!! bgs skli kegiataannya mengisi kegiatan pramuka dgn materi bljr menulis merupakan kegiatan positif utamanya untuk anak-anak muda.

    BalasHapus
    Balasan
    1. Ya kakak ☺️ mudah2an bermanfaat biar kegiatan mereka ada dokumentasinya juga

      Hapus
  8. Ya, hari gini mana ada anak SMA yang nggak punya facebook atau nfgak kenal dengab Medsos. Kecuali anak2 yang tinggal di Pedalaman kali ya ... sayangnya meski punya akun medsos kebanyakan cuma suka update2 status yang gaje

    Nah, kegiatan-kegiatan mengedukasi anak2 muda untuk menggunakan medsos dengan bijak seperti ini yang patut diancungi jempol. Menginspirasi sekali kak.

    BalasHapus
    Balasan
    1. Iya, hampir semuanya punya smartphone pasti punya Facebook 🤭 iya Kaka semoga adik2 bisa memanfaatkan medsos untuk hal yang positif

      Hapus
  9. Pengenalan seperti ini yang harusnya sering dilakukan ya kak. Biar adik-adik tidak terjebak arus informasi dan bijak menshare. Keren kak.

    BalasHapus
    Balasan
    1. Iya kak lagi digalakkan kembali, saya sdh minta waktu ke beberapa pihak agar ada sesi sharing seperti ini selanjutnya

      Hapus
  10. Alamak, langsung flashback sewaktu sekolah dulu. soalnya saya anak saka bhayangkara juga😂

    Ingat dulu panas2 sampai hitam sekali gara2 tiap hari latihan belum lagi latihan di sekolah.

    Saya suka tulisan dan kegiatan seperti ini. Pengajaran seperti ini dinilai belum inklusif di sekolah huffttt:")

    Sukses terus om bisot

    BalasHapus
    Balasan
    1. Makasih kakak, ayolah sharing ke adik-adik yang masih aktif biar kegiatannya lebih amplified *tsahhhh*

      Hapus
  11. Horee~ ada mi yang bisa ditodong kalau butuh pemateri medsos untuk anak-anak sekolah haha. Mengajar anak-anak sekolah riweuh ya, apalagi bagaimana supaya menyatukan fokus mereka mendengarkan kita :D

    BalasHapus
    Balasan
    1. Waduh saya mencium adanya niat-niat karaoke dan makan-makan inimah :D

      Hapus
  12. Salut dengan semangat berbaginya Om Bisot. Semoga setelah ini mereka bisa memanfaatkan media sosial dengan baik ya..

    BalasHapus
    Balasan
    1. Ya kak amiin :) minimal kita sudah beri wawasan mengenai penggunaan medi asosial yang bermanfaat :)

      Hapus
  13. Baru ini saya baca tentang ADI SIKAMBA. Jadi dapat ilmu baru saya hahaha. Jadi, kapan Om Bisot kembali berbagi pengetahuan di Ende? :D

    BalasHapus
    Balasan
    1. :D istilahnya bisa macam-macam soal ADI SIKAMBA intinya yah 5W+1H kalau blogger malah ditambahin opini pribadi biar lebih interaktif. Kapan kapan yah kak Tuteh hahaha

      Hapus
  14. Terimakasih infonya, thanks for sharing..

    BalasHapus