Kampung Kite, Lagu Nasehat Dari "Bahasa Aliza"

Kampung Kite, Lagu Nasehat Dari "Bahasa Aliza"

Hari semakin petang, saat-saat terbaik di halaman TBM Rumah Pelangi Bekasi sebentar lagi akan datang. Yaitu saat matahari semakin condong ke barat sehingga panasnya jauh berkurang, lalu angin sepoi-sepoi meniup dari pepohonan, perkebunan dan sawah yang membentang membawa udara segar khas pedesaan.

Sambil menikmati suasana ruang terbuka dan bercengkrama akrab, di hadapan saya 4 personil band Bahasa Aliza sudah lengkap. Kami asik terlibat obrolan-obrolan mengenai rencana-rencana ke depan. Mengenai kampanye budaya, gerakan literasi dan berbagai kegiatan yang sempat ada namun terhenti sejak wafatnya alm. Ane Matahari, penggerak sanggar Sastra Kali Malang dan Kelompok Penyanyi Jalanan (KPJ) Kota Bekasi.

Muhammad Genta Aliza Putra atau yang akrab disapa Genta, masih bersemangat bercerita mengenai niatnya melanjutkan apa yang sudah alm. ayahnya mulai. Yah menurut saya, wafatnya alm. Ane Matahari seperti memutus komunikasi antara para penggiat penggerak sastra dan musik di kota dan kabupaten Bekasi, sehingga sudah jarang bertemu dan melakukan aksi bersama lagi, itulah yang ingin Genta bersaudara giatkan kembali.

Muhammad Gema Aliza Putra, Muhammad Genta Aliza Putra dan Muhammad Gaung Aliza Putra, mereka bertiga adalah putra dari alm. Ane Matahari. Ketiganya membentuk band bernama "Bahasa Aliza", yang pada kesempatan Sabtu sore 27 Oktober 2018 menjadi bintang tamu acara Festival Rungi 2.0
Kampung Kite, Lagu Nasehat Dari "Bahasa Aliza"
Dengan dibantu Muhamad Fauzi (Uzi)  dari KPJ Kota Bekasi sebagai pemain cajon, Bahasa Aliza membawakan 2 buah lagu, 1 lagu ciptaan mereka sendiri yang berjudul "Kampung Kite" dan lagu milik KPJ yang berjudul "Dari Sabang Hingga Merauke".

"Pung kampung-kampung
ini kampung kite... 
Dulu dikate dusun
sekarang ude jadi kote...
Di sini sodare di sana sodare, 
banyak teman banyak sahabat, 
kudu akur, kudu inget nasehat...". 

Demikian cuplikan lagu berjudul Kampung Kite yang dinyanyikan dengan suara serak dan lantang khas suara Gaung sang vokalis. Lagu ini menggambarkan potret kampung-kampung yang sekarang sudah menjadi kota, namun demikian lagu ini mengingatkan bahwa perubahan demografis jangan sampai menggerus ikatan kekeluargaan, tali persaudaraan, persahabatan, semuanya kudu akur. 

Selain itu lagu ini juga berpesan agar kita sebagai bocah kampung harus tetap mengasah diri agar dapat berperan membangun kampung.
"Banyak belajar biar jadi anak yang pintar, anak kampung sini kudu ngebangun kote ini".
Saat saya tanyakan kesan dan pesan setelah datang dan tampil di halaman TBM Rumah Pelangi dalam gelaran acara Festival Rumah Pelangi 2.0, Genta mengatakan TBM Rumah Pelangi telah berhasil menjadikan ruang publik sebagai ruang budaya.

"Dalam perjalanan ke Rumah Pelangi, kami sudah merasakan sisi lain Bekasi, bahwasanya Rumah Pelangi adalah salah satu kekayaan yang Bekasi punya. Bagaimanapun perbedaanlah yang mempersatukan, TBM Rumah Pelangi telah berhasil menjadikan ruang publik sebagai ruang budaya." ungkap Genta.

"Semoga semakin kompak dan sukses, Aamiin. Kite kudu bangga jadi bocah Bekasi." tegasnya.

Untuk mengikuti perkembangan dan kabar terbaru dari band indie asal Bekasi ini kita bisa follow akun Instagram mereka di @BahasaAliza atau berkirim email ke bahasaaliza @ gmail. com jika ingin menghubungi mereka.

--------------
Mau dengar lagu Kampung Kite versi full?
Simak deh, ini saya ambil dari Soundcloud, enjoy :)



:)

2 komentar

avatar

Kakak adek musisi, betapa irinya saya melihat mereka tampil di panggung. Meneruskan apa yang sudah dilakukan (alm) bapak mereka. Semoga mereka sukses selalu; mengkampanyekan budaya lewat musik ...

avatar

Amiin, makasih kakak tuteh.

Klik untuk komentar